home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Definisi|Tanda dan gejala|Penyebab|Diagnosis dan pengobatan
Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Definisi

Apa itu hematoma subungual?

Hematoma subungual adalah kumpulan darah di bawah kuku, baik pada jari tangan maupun kaki Anda. Masalah pada kuku ini biasa terjadi ketika cedera yang dialami merusak pembuluh darah terbuka di bawah kuku.

Akibatnya, darah berkumpul dan terperangkap di satu titik dan menghasilkan kuku berwarna hitam.

Selain itu, sepatu yang terlalu sempit juga dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan membuat darah terjebak di bawah kuku.

Seberapa umum kuku berwarna hitam?

Kuku yang berwarna hitam adalah kondisi cukup umum terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Meski begitu, ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit kuku yang satu ini.

Silakan konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko terkait hematoma subungual.

Tanda dan gejala

Apa tanda dan gejala hematoma subungual?

Bila mengalami cedera yang menyebabkan adanya darah beku di kuku, Anda mungkin mengalami beberapa gejala yang patut diwaspadai, meliputi sebagai berikut.

  • Kuku berubah warna menjadi hitam atau ada garis hitam pada kuku.
  • Kuku berwarna merah atau keunguan akibat kumpulan darah beku.
  • Kuku terasa sakit dan berdenyut.
  • Kuku terasa melunak dan membengkak.
  • Nyeri saat disentuh.

Awalnya, kuku yang menghitam mungkin tidak merasa nyeri. Namun, rasa sakit tersebut dapat muncul akibat tekanan darah yang terkumpul di ruang tertutup dan menghasilkan kerusakan jaringan di sekitarnya.

Cedera tersebut nantinya dapat merusak dan mematahkan lempeng kuku dan membuat kuku berubah warna kekuningan hingga hitam. Bahkan, kuku yang menghitam juga akan tampak menebal karena adanya gumpalan darah antara lempeng dan bantalan kuku.

Itu sebabnya, garis hitam yang ada pada kuku tidak boleh disepelekan dan perlu mendapatkan penanganan segera.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda mengalami beberapa gejala berikut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

  • Perdarahan tidak berhenti.
  • Rasa sakit pada kuku semakin kuat.
  • Pangkal kuku kembali mengalami cedera
  • Adanya luka dalam atau robekan pada kulit jari di bawah kuku

Beberapa gejala di atas memang perlu mendapatkan penanganan medis segera. Pasalnya, darah yang menggumpal pada kuku yang hitam dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi, trauma, dan proses penyembuhan yang lama.

Penyebab

Normalnya, kuku memiliki warna yang jernih, bertekstur halus, dan bebas dari gatal. Namun, kuku yang berwarna hitam, menebal, dan mengalami gejala mengganggu lainnya ternyata bisa disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini.

Trauma

Kuku yang menghitam dan menebal bisa terjadi saat kuku mengalami cedera atau trauma. Sebagai contoh, cedera saat bermain sepak bola, kejatuhan benda berat tepat di kuku tangan atau kaki, atau memakai sepatu sempit.

Beberapa kasus tersebut dapat terjadi secara berulang atau tiba-tiba dengan tekanan yang besar. Hal itu bisa menyebabkan pembuluh darah di sekitar kuku pecah dan memar menghitam atau biasa disebut sebagai perdarahan dalam.

Trauma pada kuku juga bisa menyebabkan kaki terasa sakit dan bengkak. Selama beberapa hari mungkin Anda akan kesulitan berjalan dengan benar akibat rasa sakit tersebut.

Infeksi jamur

Selain trauma, penyebab warna kuku menjadi hitam lainnya adalah infeksi jamur.

Tubuh manusia sebenarnya menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies jamur, terutama pada kulit dan kuku kaki. Namun, jumlahnya hanya sedikit sehingga tidak menimbulkan masalah.

Sayangnya, kaki yang terus menerus dalam kondisi hangat dan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan infeksi. Infeksi jamur pada kuku ini dapat melepas kuku dengan sendirinya dan mengubah warna kuku menjadi kusam.

Tidak hanya itu, jamur kuku juga dapat menyebabkan kuku terasa gatal dan berbau tidak sedap. Bila tidak segera ditangani, kerusakan kuku akan semakin parah dan sulit kembali ke bentuk semula.

Melanoma

Melanoma subungual adalah jenis kanker kulit yang menyerang kuku kaki dan tangan. Gejala awal biasanya ditandai dengan munculnya memar pada kuku dan warna kuku berubah menjadi lebih gelap, tampak tebal, tetapi mudah rapuh.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh paparan sinar matahari. Pada beberapa kasus, melanoma subungual dapat terjadi pada orang yang sering mengalami cedera pada kukunya.

Bila menjumpai kuku Anda berwarna hitam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Kondisi lainnya

Selain ketiga kondisi kesehatan di atas, adalah masalah kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan kuku menghitam, antara lain:

Untuk memastikan apa tepatnya yang menyebabkan garis kuku berwarna hitam, sebaiknya periksakan langsung ke dokter.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Umumnya, penyebab kuku berwarna hitam akan didiagnosis berdasarkan tampilannya. Warna kuku lebih mudah terlihat pada awal pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter kulit akan mencoba mendiagnosis penyakit kuku ini dengan didukung oleh dermoskopi.

Gambaran dermoskopi dari hematoma subungual meliputi hal-hal sebagai berikut.

  • Warna kuku, yakni kemerahan, ungu, cokelat, atau hitam.
  • Struktur gumpalan dan garis pada kuku.
  • Bentuk bundar dan tepian kuku.
  • Garis putih pada lempeng kuku akibat hilangnya transparansi.
  • Plat kuku yang menguning.

Apa saja cara mengobati darah beku di kuku (kuku hitam)?

Kebanyakan kasus hematoma subungual tidak membutuhkan perawatan khusus. Pada kasus perdarahan yang terjadi berulang kali hanya perlu menghindari penyebabnya, seperti sepatu yang ketat atau menjaga kebersihan kuku.

Meski begitu, ada beberapa cara mengobati kuku hitam yang bisa Anda coba di rumah, tergantung tingkat keparahan cedera yang dialami.

Cedera ringan

Bila kuku menghitam disebabkan oleh cedera ringan, Anda bisa mengobati kuku yang rusak ini dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit yang berdenyut dan pembengkakan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan berikut ini untuk meringankan gejala yang dialami.

  • Lebih banyak beristirahat,
  • Jari kaki dan tangan tidak terlalu banyak digunakan.
  • Kompres kuku yang menghitam dengan es.
  • Berikan tekanan pada area yang cedera saat mengompres.
  • Tinggikan bagian yang terkena cedera untuk mengurangi pembengkakan.
Cedera parah

Bila cedera yang dialami cukup serius, cara rumahan di atas mungkin tidak akan banyak membantu. Cedera yang serius dapat merusak kuku dan mematahkan tulang di bawahnya.

Cedera kuku yang tergolong serius biasanya menimbulkan rasa sakit yang amat sangat hingga menyebabkan pangkal kuku rusak. Bila Anda mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter.

Dokter nantinya akan mencabut kuku dan menjahitnya bila luka yang dialami cukup parah. Dokter juga terkadang tidak akan mengangkat kuku yang rusak dan membiarkannya agar bagian bawah kuku terlindungi.

Bila kuku sudah sembuh, perdarahan akan berhenti dan kuku baru pun akan tumbuh. Selain itu, dokter juga akan menyarankan untuk melakukan prosedur nail trephination.

Nail trephination adalah prosedur untuk mengalirkan darah dari bawah kuku. Prosedur ini dilakukan untuk meringankan rasa sakit dan tekanan pada bagian yang cedera.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Subungual Hematoma. (n.d). American Osteopathic College of Dermatology. Retrieved 24 November 2020, from https://www.aocd.org/page/SubungualHematoma 

A to Z: Subungual Hematoma. (n.d). Nicklaus Children’s Hospital. Retrieved 24 November 2020, from https://kidshealth.org/NicklausChildrens/en/parents/az-subungual-hematoma.html 

Phillips, M. (2020). Subungual Haemorrhage. DermNet NZ. Retrieved 24 November 2020, from https://dermnetnz.org/topics/subungual-haemorrhage/ 

12 nail changes a dermatologist should examine. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 24 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/nail-changes-dermatologist-should-examine

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x