Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Fungsi dan struktur kuku

Apa fungsi kuku? 

Kuku adalah salah satu organ tubuh yang melindungi ujung jari tangan dan kaki. Kuku jari juga membantu Anda mengambil benda, menggaruk kulit yang gatal, atau sekadar melepaskan simpul. 

Kuku terbuat dari protein yang disebut keratin. Keratin adalah protein yang juga membentuk kulit dan rambut. 

Pelindung jari tangan dan kaki yang sensitif ini tumbuh dari sel yang berkembang biak di dalam pangkal kuku. Lalu, sel tersebut melapisi satu sama lain dan mengeras. Proses ini disebut sebagai keratinisasi.

Bagaimana struktur kuku?

Sebelum mengenali apa saja penyakit dan masalah yang sering dialami oleh kuku, kenali dahulu bagaimana struktur dari pelindung jari tangan dan kaki ini. 

Setiap orang memiliki kekuatan, ketebalan, dan tingkat pertumbuhan kuku yang berbeda-beda. Umumnya, ketiga faktor tersebut diwariskan dari orangtua, alias faktor genetik. 

Kuku terdiri dari beberapa bagian yaitu sebagai berikut.

  • Matriks kuku, tempat pertumbuhan kuku di bawah kulit belakang kuku.
  • Plat kuku, bagian kuku yang terlihat.
  • Laluna, bentuk bulan sabit yang sering terlihat di dasar lempeng kuku.
  • Lipatan kuku, alur kulit yang menahan plat kuku berada di tempatnya.
  • Kutikula, lipatan jaringan tipis di atas dasar lempeng kuku.
  • Bantalan kuku.

Jenis penyakit pada kuku

Penyakit kuku dapat terjadi pada setiap orang, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Beberapa kelainan pada kuku memerlukan penanganan dari dokter kulit. Sementara itu, tidak sedikit pula yang bisa diatasi dengan pengobatan rumahan sederhana.

Berikut ini beberapa macam penyakit kuku yang perlu Anda waspadai. 

1. Infeksi jamur kuku

Salah satu penyakit pada kuku yang paling sering terjadi adalah infeksi jamur pada kuku. Kondisi yang disebut onychomycosis ini cenderung terjadi di kuku kaki dan rentan dialami oleh penyandang diabetes atau sering menggunakan sepatu yang lembap. 

Infeksi jamur pada kuku biasanya ditandai dengan berbagai kondisi, seperti: 

  • perubahan warna di bawah kuku menjadi kuning, cokelat, atau putih,
  • kuku kaki menebal, dan
  • bercak atau noda putih yang timbul di permukaan kuku.

Bila Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

2. Kuku berwarna hitam 

Selain infeksi jamur pada kuku, perubahan warna kuku menjadi hitam juga bisa menjadi pertanda Anda mengalami masalah pada kuku. Kondisi yang disebut hematoma subungual ini terjadi akibat adanya darah di kulit di bawahnya.

Darah pada kulit bawah tersebut biasanya disebabkan oleh trauma yang diakibatkan oleh cedera. Sementara itu, warna hitam yang tampak langsung di permukaan kuku dan diikuti pertumbuhan kuku yang menyakitkan, bisa jadi ini pertanda melanoma. 

Penyakit pada kuku yang satu ini biasanya hanya memengaruhi satu kuku. Selain itu, melanoma juga dapat menyebabkan garis-garis kuku semakin menghitam dan melebar. Bahkan, perubahan ini juga dapat menyebar ke sekitar kulit jari kuku tersebut.

3. Cantengan

Meski namanya terdengar aneh, cantengan adalah kelainan ketika kuku Anda tumbuh ke dalam dan menusuk daging. Akibatnya, jari tangan dan kaki Anda akan terasa sakit dan bengkak ketika tertekan oleh suatu barang. 

Cantengan biasanya disebabkan oleh berbagai kebiasaan, termasuk sering menggunakan sepatu yang sempit. Selain itu, infeksi jamur juga bisa menjadi penyebab cantengan. 

4. Kuku kering dan mudah patah

Kuku yang mudah lepas dan patah adalah efek dari lempeng kuku yang kering akibat berenang atau berada di lingkungan rumah yang kering. Bahkan, penyakit pada kuku ini juga merupakan salah satu efek dari penggunaan cat kuku dan aseton. 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin A, B, dan C yang memungkinkan pelindung jari yang sensitif ini mudah patah. Penyebab lainnya adalah paparan terhadap zat kimia dalam produk pembersih atau bagian dari proses penuaan.

Bila kerusakan kuku ini tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter karena bisa jadi hal ini adalah efek samping dari hipotiroidisme. 

5. Paronikia

Paronikia adalah peradangan pada kulit di sekitar jari tangan atau kuku kaki. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja karena biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus

Selain itu, kondisi ini lebih mungkin terjadi setelah adanya kerusakan kulit, terutama di antara kutikula atau lipatan kuku dan lempeng kuku yang terjadi akibat: 

  • menggigit kuku (onychophagia),
  • jari tangan atau ibu jari yang sering dihisap,
  • setelah manikur,
  • kuku tumbuh ke dalam, serta
  • penggunaan obat retinoid oral yang menyebabkan kulit kering.

Bila Anda menjumpai kulit di sekitar kuku berubah warna dan terjadi pembengkakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

6. Kuku bergelombang

Normalnya, kuku akan tumbuh lurus ke depan dengan ujung sedikit ke bawah. Namun, beberapa orang ternyata mengalami pertumbuhan kuku yang tidak biasa, yakni kuku bergelombang

Kuku bergelombang dibagi menjadi dua jenis, yaitu vertikal dan horizontal. Kuku yang tumbuh vertikal dan melengkung ke atas biasanya disebabkan oleh variasi dalam perubahan sel kuku dan hal ini tidak berbahaya. 

Meski begitu, kuku yang berubah warna dan memiliki gelombang dengan arah horizontal biasanya menandakan penyakit tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit kulit seperti eksim. 

Tidak hanya itu, pemilik kulit kering juga lebih rentan terhadap kulit bergelombang. Bahkan, orang yang kekurangan protein, kalsium, atau vitamin juga dapat mengalami masalah yang sama. 

7. Perubahan warna kuku

Beberapa dari Anda mungkin tidak sadar bahwa kuku yang semula berwarna bening ternyata mengalami perubahan warna. Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa warna kuku berubah menjadi kuning akibat beberapa hal, yakni: 

  • infeksi jamur, 
  • konsumsi obat-obatan tertentu, dan
  • penyakit psoriasis kuku.

Kuku yang mengalami perubahan warna juga bisa menjadi pertanda penyakit tertentu, seperti kerusakan paru-paru dan penyakit liver

Tidak hanya warna kuning, kuku juga bisa berubah menjadi warna hijau-hitam akibat konsumsi obat-obatan. Sementara itu, kuku yang berwarna biru juga bisa menjadi pertanda penyakit Wilson. 

Itu sebabnya, Anda perlu sering-sering memeriksa kesehatan kuku untuk melihat apakah terjadi perubahan warna atau tidak.

Tanda dan gejala penyakit kuku

Setelah mengetahui apa saja jenis penyakit kuku, kini sudah saatnya untuk mengenali ciri-ciri kuku yang rusak, seperti yang dijabarkan sebagai berikut.

1. Garis putih di kuku

Leukonychia adalah sebutan untuk munculnya garis putih di kuku. Kondisi ini tidak berbahaya meskipun istilahnya terdengar serius. Garis putih pada kuku bisa disebabkan oleh trauma ringan atau sedang pada kuku yang tengah tumbuh. 

Meski begitu, garis putih pada kuku bisa menandakan adanya infeksi ringan atau efek samping dari pengobatan tertentu. Bahkan, garis putih yang muncul begitu banyak hingga hampir di semua kuku jari, Anda patut waspada. 

Kelainan pada kuku ini mungkin menandakan adanya kondisi medis yang cukup serius, meliputi: 

Garis vertikal berwarna putih pada permukaan kuku juga bisa menjadi pertanda stres. Pasalnya, saat dilanda stres tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk melindungi diri dari ancaman, seperti mengurangi kadar air di bawah kuku. 

Hal ini bertujuan untuk menyimpan cadangan air yang cukup. Akibatnya, kuku menjadi sangat kering dan mudah terkelupas. Kondisi ini juga membuat permukaan kuku kasar dan muncul garis-garis vertikal berwarna putih. 

2. Kuku menebal

Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan dan tingkat perbaikan sel kuku akan menjadi lebih lambat. Hal ini menyebabkan penumpukan onkosit di lempeng kuku yang membuat kuku tampak menebal. 

Meski begitu, penebalan kuku akibat penuaan lebih umum tampak pada kuku kaki. Pasalnya, kuku tangan bisa tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki, sehingga risiko penebalannya lebih kecil ketimbang kuku kaki. 

Selain faktor usia, ada berbagai kondisi lainnya yang menyebabkan kuku menebal, meliputi: 

3. Clubbing

Kuku clubbing adalah kondisi ketika jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat dan membengkak. Ujung kuku kemudian bertumbuh ke arah dalam dan mengikuti bentuk ujung jari. 

Masalah pada kuku ini diduga sebagai hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari dan tidak termasuk kondisi yang berbahaya. Namun, hal ini bisa menjadi pertanda kurangnya kadar oksigen dalam darah dan berhubungan dengan penyakit seperti: 

Diagnosis dan pengobatan penyakit pada kuku

Bagaimana cara mendiagnosis masalah pada kuku?

Setiap masalah yang terjadi pada kuku sebaiknya ditanyakan kepada dokter, terutama dokter spesialis kulit. 

Bila penyebab kelainan kuku Anda tidak terlalu terlihat, dokter mungkin akan mengambil potongan dan serpihan kuku dari bawah kuku untuk didiagnosis. Umumnya, infeksi kuku jari merespons pengobatan lebih cepat daripada infeksi kuku kaki. 

Apa saja pengobatan masalah pada kuku?

Setelah didiagnosis, dokter akan mengatasi penyakit kuku yang Anda alami berdasarkan penyebabnya, termasuk: 

  • antibiotik untuk infeksi jamur dan bakteri,
  • obat jamur pada kuku, baik oral maupun topikal, serta
  • perawatan untuk masalah kulit yang menyebabkan penyakit kuku.

Perawatan di rumah

Bagaimana cara merawat kuku yang rusak di rumah? 

Selain mendapatkan pengobatan dari dokter, berikut ini pengobatan penyakit kuku bisa didukung dengan perawatan kuku di rumah.

  • Menjaga kebersihan dengan baik.
  • Memakai sarung tangan saat mencuci piring.
  • Menghindari bahan kimia yang keras, seperti sabun dan deterjen.
  • Membatasi paparan bahan kimia, seperti pewarna rambut.
  • Mengurangi penggunaan cat kuku.
  • Tidak membersihkan bagian bawah kuku terlalu sering.
  • Menahan keinginan untuk menggigit kuku.
  • Memotong kuku dengan gunting kuku untuk menjaga kebersihannya.
  • Memastikan sepatu memiliki ukuran yang pas untuk pertukaran udara.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit