backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan
Konten

7 Penyakit Kuku yang Umum, Kenali Gejala dan Obatnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 06/03/2023

7 Penyakit Kuku yang Umum, Kenali Gejala dan Obatnya

Kuku melindungi ujung jari tangan dan kaki serta mendukung berbagai aktivitas, dari memegang benda hingga berjalan. Namun, sebagai pelindung, struktur kuku rentan rapuh. Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang kuku, umumnya adalah infeksi jamur dan cantengan, tapi kuku juga bisa terpengaruh peradangan kulit. 

Jenis penyakit pada kuku

Penyakit kuku dapat terjadi pada setiap orang, terlepas dari usia dan jenis kelamin.

Beberapa kelainan pada kuku memerlukan penanganan dari dokter kulit. Sementara itu, tidak sedikit pula yang bisa diatasi dengan pengobatan rumahan sederhana.

Berikut ini beberapa macam penyakit kuku yang perlu Anda waspadai. 

1. Infeksi jamur kuku

Salah satu penyakit pada kuku yang paling sering terjadi adalah infeksi jamur pada kuku.

Kondisi yang disebut onychomycosis ini cenderung terjadi di kuku kaki dan rentan dialami oleh penyandang diabetes atau sering menggunakan sepatu yang lembap. 

Infeksi jamur pada kuku biasanya ditandai dengan berbagai kondisi, seperti: 

  • perubahan warna di bawah kuku menjadi kuning, cokelat, atau putih,
  • kuku kaki menebal, dan
  • bercak atau noda putih yang timbul di permukaan kuku.

Bila Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

2. Kuku berwarna hitam 

garis hitam di kuku

Selain infeksi jamur pada kuku, perubahan warna kuku menjadi hitam juga bisa menjadi pertanda Anda mengalami masalah pada kuku.

Kondisi yang disebut hematoma subungual ini terjadi akibat adanya darah di kulit di bawahnya.

Darah pada kulit bawah tersebut biasanya disebabkan oleh trauma yang diakibatkan oleh cedera.

Sementara itu, warna hitam yang tampak langsung di permukaan kuku dan diikuti pertumbuhan kuku yang menyakitkan, bisa jadi ini pertanda melanoma. 

Penyakit pada kuku yang satu ini biasanya hanya memengaruhi satu kuku.

Selain itu, melanoma dapat menyebabkan garis-garis kuku semakin menghitam dan melebar. Bahkan, perubahan ini juga dapat menyebar ke sekitar kulit jari kuku tersebut.

3. Cantengan

Meski namanya terdengar aneh, cantengan adalah kelainan ketika kuku Anda tumbuh ke dalam dan menusuk daging.

Akibatnya, jari tangan dan kaki Anda akan terasa sakit dan bengkak ketika tertekan oleh suatu barang. 

Cantengan biasanya disebabkan oleh berbagai kebiasaan, termasuk sering menggunakan sepatu yang sempit.

Selain itu, infeksi jamur juga bisa menjadi penyebab cantengan. 

Struktur kuku

  • Matriks kuku: tempat pertumbuhan kuku di bawah kulit belakang kuku.
  • Plat kuku: bagian kuku yang terlihat.
  • Laluna: bentuk bulan sabit yang sering terlihat di dasar lempeng kuku.
  • Lipatan kuku: alur kulit yang menahan plat kuku berada di tempatnya.
  • Kutikula: lipatan jaringan tipis di atas dasar lempeng kuku.
  • Bantalan kuku.

4. Kuku kering dan mudah patah

Kuku yang mudah lepas dan patah adalah efek dari lempeng kuku yang kering akibat berenang atau berada di lingkungan rumah yang kering.

Bahkan, penyakit pada kuku ini juga merupakan salah satu efek dari penggunaan cat kuku dan aseton. 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin A, B, dan C yang memungkinkan pelindung jari yang sensitif ini mudah patah.

Penyebab lainnya adalah paparan terhadap zat kimia dalam produk pembersih atau bagian dari proses penuaan.

Bila kerusakan kuku ini tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter karena bisa jadi hal ini adalah efek samping dari hipotiroidisme. 

5. Paronikia

penyakit kuku paronikia paronychia

Paronikia adalah peradangan pada kulit di sekitar jari tangan atau kuku kaki.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja karena biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus

Selain itu, kondisi ini lebih mungkin terjadi setelah adanya kerusakan kulit, terutama di antara kutikula atau lipatan kuku dan lempeng kuku yang terjadi akibat: 

  • menggigit kuku (onychophagia),
  • jari tangan atau ibu jari yang sering dihisap,
  • setelah manikur,
  • kuku tumbuh ke dalam, serta
  • penggunaan obat retinoid oral yang menyebabkan kulit kering.

Bila Anda menjumpai kulit di sekitar kuku berubah warna dan terjadi pembengkakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

6. Kuku bergelombang

Normalnya, kuku akan tumbuh lurus ke depan dengan ujung sedikit ke bawah. Namun, beberapa orang ternyata mengalami pertumbuhan kuku yang tidak biasa, yakni kuku bergelombang

Kuku bergelombang dibagi menjadi dua jenis, yaitu vertikal dan horizontal. Kuku tumbuh vertikal dan melengkung ke atas biasanya disebabkan oleh variasi dalam perubahan sel kuku dan hal ini tidak berbahaya. 

Meski begitu, kuku yang berubah warna dan memiliki gelombang dengan arah horizontal biasanya menandakan penyakit tertentu.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit kulit seperti eksim. 

Tidak hanya itu, pemilik kulit kering juga lebih rentan terhadap kulit bergelombang. Bahkan, orang yang kekurangan protein, kalsium, atau vitamin juga dapat mengalami masalah yang sama. 

7. Perubahan warna kuku

Beberapa dari Anda mungkin tidak sadar bahwa kuku yang semula berwarna bening ternyata mengalami perubahan warna.

Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa warna kuku berubah menjadi kuning akibat beberapa hal, yakni: 

  • infeksi jamur, 
  • konsumsi obat-obatan tertentu, dan
  • penyakit psoriasis kuku.

Kuku yang mengalami perubahan warna juga bisa menjadi pertanda penyakit tertentu, seperti kerusakan paru-paru dan penyakit liver. 

Tidak hanya warna kuning, kuku juga bisa berubah menjadi warna hijau-hitam akibat konsumsi obat-obatan.

Sementara itu, kuku yang berwarna biru juga bisa menjadi pertanda penyakit Wilson. 

Itu sebabnya, Anda perlu sering-sering memeriksa kesehatan kuku untuk melihat apakah terjadi perubahan warna atau tidak.

Tanda dan gejala penyakit kuku

Setelah mengetahui apa saja jenis penyakit kuku, kini sudah saatnya untuk mengenali ciri-ciri kuku yang rusak, seperti yang dijabarkan sebagai berikut.

1. Garis putih di kuku

leukonychia

Leukonychia adalah sebutan untuk munculnya garis putih di kuku. Kondisi ini tidak berbahaya meskipun istilahnya terdengar serius.

Garis putih pada kuku bisa disebabkan oleh trauma ringan atau sedang pada kuku yang tengah tumbuh. 

Meski begitu, garis putih pada kuku bisa menandakan adanya infeksi ringan atau efek samping dari pengobatan tertentu. Bahkan, garis putih yang muncul begitu banyak hingga hampir di semua kuku jari, Anda patut waspada. 

Kelainan pada kuku ini mungkin menandakan adanya kondisi medis yang cukup serius, meliputi: 

  • penyakit ginjal,
  • diabetes,
  • gangguan pada jantung dan hati,
  • anemiaserta
  • kekurangan vitamin dan nutrisi.

Garis vertikal berwarna putih pada permukaan kuku juga bisa menjadi pertanda stres. Pasalnya, saat dilanda stres tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk melindungi diri dari ancaman, seperti mengurangi kadar air di bawah kuku. 

Hal ini bertujuan untuk menyimpan cadangan air yang cukup. Akibatnya, kuku menjadi sangat kering dan mudah terkelupas.

Kondisi ini juga membuat permukaan kuku kasar dan muncul garis-garis vertikal berwarna putih. 

2. Kuku menebal

Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan dan tingkat perbaikan sel kuku akan menjadi lebih lambat.

Hal ini menyebabkan penumpukan onkosit di lempeng kuku yang membuat kuku tampak menebal. 

Meski begitu, penebalan kuku akibat penuaan lebih umum tampak pada kuku kaki. Pasalnya, kuku tangan bisa tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki, sehingga risiko penebalannya lebih kecil ketimbang kuku kaki. 

Selain faktor usia, ada berbagai kondisi lainnya yang menyebabkan kuku menebal, meliputi: 

3. Clubbing

Kuku clubbing adalah kondisi ketika jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat dan membengkak.

Ujung kuku kemudian bertumbuh ke arah dalam dan mengikuti bentuk ujung jari. 

Masalah pada kuku ini diduga sebagai hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari dan tidak termasuk kondisi yang berbahaya.

Namun, hal ini bisa menjadi pertanda kurangnya kadar oksigen dalam darah dan berhubungan dengan penyakit seperti: 

  • penyakit jantung dan ginjal,
  • penyakit paru-paru, serta
  • sirosis atau kanker.

Diagnosis penyakit kuku

Setiap masalah yang terjadi pada kuku sebaiknya ditanyakan kepada dokter, terutama dokter spesialis kulit. 

Bila penyebab kelainan kuku Anda tidak terlalu terlihat, dokter mungkin akan mengambil potongan dan serpihan kuku dari bawah kuku untuk didiagnosis.

Umumnya, infeksi kuku jari merespons pengobatan lebih cepat daripada infeksi kuku kaki. 

Pengobatan penyakit kuku

salep obat bisul

Setelah didiagnosis, dokter akan mengatasi penyakit kuku yang Anda alami berdasarkan penyebabnya, termasuk: 

  • antibiotik untuk infeksi jamur dan bakteri,
  • obat jamur pada kuku, baik oral maupun topikal, serta
  • perawatan untuk masalah kulit yang menyebabkan penyakit kuku.

Perawatan rumahan penyakit kuku

Selain mendapatkan pengobatan dari dokter, berikut ini pengobatan penyakit kuku bisa didukung dengan perawatan kuku di rumah.

  • Menjaga kebersihan dengan baik.
  • Memakai sarung tangan saat mencuci piring.
  • Menghindari bahan kimia yang keras, seperti sabun dan deterjen.
  • Membatasi paparan bahan kimia, seperti pewarna rambut.
  • Mengurangi penggunaan cat kuku.
  • Tidak membersihkan bagian bawah kuku terlalu sering.
  • Menahan keinginan untuk menggigit kuku.
  • Memotong kuku dengan gunting kuku untuk menjaga kebersihannya.
  • Memastikan sepatu memiliki ukuran yang pas untuk pertukaran udara.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 06/03/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan