home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali 5 Gejala Kekurangan Zinc yang Kerap Kali Diabaikan

Kenali 5 Gejala Kekurangan Zinc yang Kerap Kali Diabaikan

Tubuh membutuhkan berbagai macam vitamin dan mineral agar bisa berfungsi dengan baik. Salah satu mineral paling penting adalah zinc. Meski dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tetap seseorang bisa mengalami kekurangan zinc. Kondisi ini juga akan menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Lantas, apa saja gejala kekurangan zinc yang mungkin terjadi?

Apa saja tanda dan gejala kekurangan zinc?

1. Rambut rontok hingga botak

Dilansir dalam laman Prevention, kadar zinc yang rendah akan membuat semakin banyak rambut yang rontok. Beberapa kasus seperti orang yang mengalami alopecia, atau penyakit autoimun juga sering mengalami kerontokan, nah kerontokan ini terjadi biasanya karena tubuhnya mengalami kekurangan zinc.

Jika Anda melihat tanda-tanda ini pada diri Anda, jangan langsung panik. Ada banyak penyebab rambut semakin banyak yang rontok. Lihat dahulu adakah tanda dan gejala lainnya. Pada kasus kekurangan zinc yang parah, rambut di kepala bisa tersisa hanya beberapa helai saja di kulit kepala.

2. Banyak jerawat yang muncul

Beberapa penelitian menemukan bahwa minum obat minum atau menggunakan obat topikal yang mengandung zinc bisa membantu menghilangkan jerawat. Para peneliti percaya bahwa zinc atau seng memiliki sifat anti peradangan, dan bisa mengurangi jumlah minyak serta bakteri yang memicu jerawat.

Meskipun begitu, jerawat sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai hal, tidak selalu orang yang berjerawat karena kekurangan zink.

Jika sudah dilakukan pengobatan, modifikasi diet yang sehat, pengendalian stress namun tetap semakin banyak, sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter apakah jerawat tersebut berhubungan dengan kondisi kekurangan zinc.

3. Kemampuan indera pengecap dan penciuman berkurang

Kandungan zinc yang cukup di dalam tubuh diperlukan untuk menghasilkan enzim yang disebut karbonik anhidrase, yang penting untuk mengenali rasa dan bau. Jika zink kurang di dalam tubuh maka akan memberikan dampak enzim tersebut.

Maka dari itu, orang yang mengalami kekurangan zink akan kesulitan mencicipi makanan karena menurunnya kepekaan terhadap rangsangan rasa dan bau. Kalau sudah begini, nafsu makan bisa semakin turun, dan makanan yang masuk jadi lebih sedikit.

Penelitian juga menunjukan bahwa dengan memberikan obat mengandung zinc pada orang yang memiliki gangguan dalam mencicipi rasa, akan merangsang bagian otak yang berfungsi mengontrol asupan makanan jadi lebih aktif. Maka itu zinc dianggap sebagai mineral yang sangat berperan terhadap respon indera penghidu dan pengecap.

Risiko berkurangnya kemampuan menerima rasa dan bau ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

4. Gampang sakit

Jangan abaikan pilek yang tidak hilang-hilang, bisa jadi ini salah satu gejala kekurangan zinc. Ketika Anda tidak mendapatkan zinc dalam jumlah yang cukup, fungsi respon imun akan menurun.

Sebab, zinc adalah mineral penting yang mengaktifkan sel T, sel yang akan berfungsi mengendalikan respon imun dan menyerang kuman penyakit dilansir dalam laman Medical News Today. Itu mengapa kalau kekurangan zinc Anda bisa sangat mudah terserang berbagai penyakit infeksi dan berlangsung cukup lama.

Lantas bagaimana mengatasi kekurangan zinc?

Jika tanda-tanda di atas terjadi, maka sebaiknya lakukan perubahan pola makan dan konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pertimbangkan untuk makan lebih banyak makanan yang mengandung zinc:

  • Daging merah
  • Daging unggas
  • Biji-bijian
  • Tiram
  • Sereal yang difortifikasi zink
  • Oatmeal
  • Susu

Selain dari makanan, Anda juga bisa meningkatkan jumlah zinc dalam tubuh dengan minum suplemen zinc. Zinc cukup mudah ditemukan dalam berbagai suplemen multivitamin atau suplemen khusus yang memang hanya dominan mengandung zinc.

Jika Anda menggunakan suplemen untuk meningkatkan jumlah zinc, Anda tetap perlu berhati-hati sebab zink dapat berinteraksi dengan berbagai antibiotik, obat-obatan artritis, dan diuretik. Konsultasikan dahulu pada dokter jika Anda menggunakan obat-obatan tersebut.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hrustic Alisa. 2018. 8 Signs You’re Not Getting Enough Zinc. [Online] Tersedia pada: https://www.prevention.com/food-nutrition/g20734052/zinc-deficiency-symptoms/ (Diakses 29 Juni 2018)

Nordqvist Joseph. 2017. What are the Health benefits of Zinc?. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/263176.php (Diakses 29 Juni 2018)

Barnes Zahra. 2014. 7 Signs You’re Not Getting Enough Zinc. [Online] Tersedia pada: https://www.womenshealthmag.com/food/g19967379/signs-youre-not-getting-zinc/ (Diakses 29 Juni 2018)

Watson Kathryn. 2017. Zinc Deficiency. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/zinc-deficiency (Diakses 29 Juni 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 19/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x