home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Kuku Bergelombang yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu

Penyebab Kuku Bergelombang yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Tertentu

Masalah pada kuku dapat menjadi pertanda akan masalah kesehatan secara keseluruhan? Hal ini juga berlaku saat muncul gelombang atau tonjolan pada permukaan kuku. Umumnya, kuku bergelombang tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Penyebab kuku bergelombang

kuku berlekuk

Bila Anda menjumpai kuku yang bergelombang dan tidak rata, saatnya untuk periksakan diri ke dokter. Pasalnya, perubahan pada kuku yang satu ini dapat menjadi pertanda masalah kesehatan, seperti penyakit ginjal, stres, hingga masalah tiroid.

Berdasarkan arah gelombangnya, jenis kuku yang tidak rata dibagi menjadi dua, yaitu arah vertikal dan horizontal. Berikut ini beberapa penyebab kuku bergelombang berdasarkan jenisnya.

Kuku gelombang garis vertikal

Kuku bergelombang vertikal adalah perubahan kuku yang paling sering terjadi akibat faktor usia dan biasanya tidak berbahaya. Jenis permukaan kuku yang tidak rata ini mungkin disebabkan adanya variasi saat pergantian sel kuku.

Meski begitu, jenis kuku yang seperti ini dapat menebal, tidak halus lagi, dan kuku mudah patah. Akhirnya, kuku akan membentuk sejumlah gelombang vertikal saat tumbuh, mulai dari ujung kuku ke kutikula.

Berikut ini ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan kuku bergelombang vertikal.

  • Anemia kekurangan zat besi menyebabkan kuku cekung atau berbentuk sendok.
  • Perdarahan splinter, yaitu bekuan darah kecil di kuku.
  • Trachyonychia, gelombang pada kuku yang juga disertai dengan perubahan warna dan tekstur kuku.
  • Penyakit vaskular perifer.
  • Rheumatoid arthritis.

Kuku gelombang garis horizontal

Bila arah gelombang vertikal biasanya tidak berbahaya, tidak demikian dengan arah horizontal. Kuku yang berubah warna atau memiliki gelombang dengan arah horizontal ternyata bisa menjadi pertandan masalah kesehatan tertentu.

Kondisi lekukan pada kuku salah satunya terjadi karena adanya psoriasis kuku. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Indian Journal of Dermatology. Peneliti melaporkan bahwa sekitar 34% orang yang mengalami psoriasis ringan juga memiliki kuku berlekuk atau bergelombang.

Psoriasis kuku biasanya muncul ketika Anda mengalami psoriasis kulit sebelumnya. Tingkat keparahan penyakit kulit ini pun beragam, mulai dari muncul luka atau lekukan kecil yang tak terlihat, hingga berkembang dan merusak kuku.

Garis horizontal pada permukaan kuku atau juga dikenal sebagai Garis Beau ini juga merupakan pertanda dari penyakit lain, yakni:

Kuku yang bergelombang juga dapat ditemukan pada orang yang telah menjalani kemoterapi. Itu sebabnya, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika melihat adanya perubahan tekstur pada permukaan kuku yang tidak biasa.

Penyebab lainnya

Selain masalah kesehatan yang telah disebutkan, kuku sendok juga dapat disebabkan oleh hal lainnya, meliputi:

Masalah pencernaan

Masalah pada kuku ini ternyata juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan. Beberapa masalah pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi dapat mengubah tampilan kuku, yakni:

Cedera

Kuku yang tertimpa buku atau terjepit pintu tentu dapat menyebabkan memar dan dapat mengubah warna kuku menghitam dan tidak rata. Namun, kondisi ini akan hilang seiring dengan pertumbuhan kuku.

Bila perubahan kuku terjadi tanpa adanya cedera, hal ini mungkin pertanda masalah yang lebih serius. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mengobati kuku yang rusak dan bergelombang

pengobatan gagal ginjal

Sebenarnya, kondisi permukaan kuku yang bergelombang atau tidak rata tidak harus selalu diobati selama masih tergolong ringan. Namun, sebaiknya Anda tidak menunda mengatasi masalah ini ketika lekukan pada kuku semakin dalam dan parah.

Cara mengobati kuku yang bergelombang pun harus sesuai dengan penyebabnya. Sebagai contoh, kerusakan kuku yang disebabkan oleh diabetes tentu harus diatasi dengan mengelola kadar gula darah agar permukaan kuku menjadi halus.

Sementara itu, kuku yang tidak rata akibat kekurangan vitamin dan mineral dapat dikurangi dengan mengubah pola makan sesuai kondisi Anda.

Usahakan untuk selalu menjaga dan merawat kuku, baik pada tangan dan kaki. Hal ini untuk mencegah kemunculan masalah baru pada kuku, seperti infeksi jamur atau perubahan warna kuku.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Singh S. K. (2013). Finger nail pitting in psoriasis and its relation with different variables. Indian journal of dermatology, 58(4), 310–312. https://doi.org/10.4103/0019-5154.113955. Retrieved 27 November 2020. 

Gibson, L.E. (2020). Are nail ridges in fingernails a sign of a health problem?. Mayo Clinic. Retrieved 27 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/nails/faq-20058541 

12 nail changes a dermatologist should examine. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 27 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/nail-changes-dermatologist-should-examine 

Cashmere Lashkari, B. (2017). Longitudinal Ridging. News Medical. Retrieved 27 November 2020, from https://www.news-medical.net/health/Longitudinal-Ridging.aspx 

Kumar, V., Aggarwal, S., Sharma, A., & Sharma, V. (2012). Nailing the diagnosis: koilonychia. The Permanente journal, 16(3), 65. Retrieved 27 November 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x