home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kuku Lepas atau Patah

Kuku Lepas atau Patah

Salah satu masalah kuku yang mungkin sering dialami adalah kuku patah atau lepas. Bila tidak ditangani tentu dapat menimbulkan masalah baru. Lantas, apakah kuku yang terlepas bisa tumbuh kembali dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab kuku lepas

kuku lepas

Bagi beberapa orang, kuku yang terlepas dari bantalan kuku terkadang tidak menimbulkan rasa sakit. Masalah pada kuku yang satu ini dapat terjadi akibat sejumlah faktor, seperti cedera, kuku jari yang panjang, hingga infeksi jamur.

Bahkan, kuku Anda mungkin juga dapat lepas akibat terpapar bahan kimia saat manikur dilakukan. Yuk, kenali apa saja penyebab dari kerusakan kuku yang sering dialami wanita ini.

Cedera atau trauma fisik

Salah satu penyebab kuku lepas adalah cedera atau trauma fisik, seperti kuku terbentur meja atau terjepit pintu. Bahkan, beberapa kebiasaan lainnya pun dapat memicu lepasnya kuku, meliputi:

  • mengikir kuku yang dapat melonggarkan kuk dan memisahkannya dari bantalan,
  • membenturkan pada meja sehingga membuat kuku menghitam, serta
  • memakai pengering rambut untuk mengeringkan cat kuku.

Selain itu, jari kaki yang tersangkut berulang kali juga dapat menyebabkan kuku patah. Hal ini mungkin lebih sering terjadi ketika Anda menggunakan sepatu yang terlalu sempit.

Infeksi jamur kuku

Selain cedera, kuku yang lepas ternyata juga bisa menjadi pertanda infeksi jamur yang menyerang kuku. Penyakit kuku yang satu ini kerap terjadi pada orang yang bekerja dekat dengan air atau sering terpapar bahan kimia, seperti pembersih.

Akibatnya, jamur atau bakteri pun masuk ke dalam kuku dan jaringan sekitarnya dan menyebabkan kuku patah dan lepas. Bila kuku tampak kuning, pecah-pecah, dan menebal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

Kurang asupan vitamin dan mineral

Kuku yang tipis dan lunak hingga mudah lepas atau patah sering dikaitkan dengan kadar zinc dan zat besi yang rendah dalam tubuh (anemia).

Mineral ini memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin, protein yang terkandung dalam sel merah yang mengangkut oksigen ke matriks kuku. Tanpa asupan mineral yang cukup, pertumbuhan kuku yang sehat pun ikut terganggu.

Selain itu, kurangnya asupan vitamin C, vitamin B kompleks, dan kalsium jgua menjadi penyebab umum dari kuku kusam dan mudah patah.

Penggunaan obat tertentu

Bagi Anda yang menggunakan obat-obatan seperti tetrasiklin, klorpromazin, dan kontrasepsi oral, mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, salah satu efek samping dari obat-obatan tersebut adalah kuku yang lepas dari bantalan kuku.

Bahkan, kondisi ini juga lebih berisiko terjadi pada pasien yang menjalani kemoterapi atau menggunakan obat-obatan anti malaria. Perlu diingat bahwa infeksi jamur menyerang bantalan kuku yang lepas, kemungkinan besar menimbulkan rasa sakit.

Masalah kesehatan tertentu

kuku tumbuh ke atas

Jika Anda mengalami penyakit, seperti psoriasis kuku dan dermatitis, kuku yang lepas mungkin merupakan pertanda dari kondisi kesehatan tertesbut. Penyakit lain yang berkaitan dengan kuku patah dan terlepas dari alasnya meliputi:

  • anemia,
  • diabetes,
  • skleroderma,
  • sindrom kuku kuning, dan
  • penyakit bawaan tertentu lainnya.

Cara merawat kuku yang lepas

Perawatan kerusakan kuku yang satu ini biasanya dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan nyeri dan mencegah infeksi. Berikut berbagai cara merawat kuku yang lepas untuk mempercepat penyembuhan.

Menjaga area kuku tetap kering

Semakin cepat Anda menyadari bahwa kuku sudah terlepas dari bantalannya, semakin kecil risiko kuku terkena infeksi. Pada saat hal tersebut terjadi, sebaiknya angkat jari yang mengalami cedera untuk mengurangi nyeri dan bengkak.

Bila memungkinkan, balut jari yang mengalami masalah dengan perban. Pasalnya, bantalan kuku sangat lembap dan sensitif, sehingga perlu dilindungi selama 7 – 10 hari pertama agar tidak terinfeksi.

Kompres jari dengan es

Selain membalut jari dengan perban, Anda juga bisa mengompres daerah yang mengalami cedera dengan es selama 20 menit. Cara ini bisa dilakukan setiap 3 – 6 jam selama 24 – 48 jam pertama.

Perawatan rumahan kuku yang lepas ini bertujuan untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan.

Cara membuatnya:
  • masukkan es batu ke dalam kantong plastik dan segel bagian atasnya
  • bungkus tas dengan handuk atau kain yang tipis
  • hindari meletekkan es atau kantong es langsung di kulit
  • pasang kompres es tepat di atas perban yang menutupi jari

Pola makan yang sehat

Jika ganti kuku atau kuku yang lepas disebabkan oleh kekurangan zat besi, tentu Anda perlu meningkatkan asupan gizi yang diperlukan. Ada berbagai jenis makanan yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat besi, seperti:

  • daging sapi, ayam, dan hati ayam,
  • kacang-kacangan,
  • sayuran berdaun hijau tua, serta
  • suplemen zat besi.

Selain pola makan, Anda juga harus perlu menjaga kelembapan kuku yang mengelupas dengan memberikan minyak jojoba pada kulit di sekitar kuku.

Kapan harus periksa ke dokter?

Kuku yang patah memang dapat diobati di rumah. Namun, gejala di bawah ini mungkin menandakan Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

  • Patahan kuku sulit dipotong.
  • Kuku terlepas sepenuhnya dari kulit.
  • Ada luka yang cukup dalam dan membutuhkan jahitan.
  • Jari terasa berdenyut atau kencang.
  • Perdarahan pada bagian kuku yang menempel dan tidak berhenti.
  • Gejala infeksi di kulit dekat patahan kuku, seperti bengkak hingga bernanah.

Dokter mungkin akan memberikan salep antibiotik atau obat pereda nyeri untuk meringankan gejala yang muncul akibat kuku patah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Torn or Detached Nail. (2019). Michigan Medicine. Retrieved 26 November 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/sig256776 

Detached Fingernail or Toenail. (n.d). Fairview Hospital. Retrieved 26 November 2020, from https://www.fairview.org/sitecore/content/Fairview/Home/Patient-Education/Articles/English/d/e/t/a/c/Detached_Fingernail_or_Toenail_116315en 

Harding, D. (2017). Nail Disorders and Abnormalities. Medical Information. Retrieved 26 November 2020, from https://patient.info/doctor/nail-disorders-and-abnormalities#nav-2

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x