Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Memengaruhi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menggambarkan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan kecemasan. Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, secara harfiah gangguan psikosomatis diartikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dalam banyak kasus, pikiran mampu memengaruhi tubuh seseorang hingga memicu penyakit atau memperparah suatu penyakit.

Setiap penyakit pasti memiliki pengaruh dari sisi mental

Pada orang yang memiliki gangguan psikosomatis, setiap penyakit fisiknya pasti ada pengaruh dari sisi mental. Hal ini terjadi karena bagaimana tubuh bereaksi dan mengatasi suatu penyakit sangat bervariasi pada setiap orang. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin tidak merasa terganggu ketika mengalami ruam psoriasis. Namun, bagi yang lain, penyakit ini justru bisa membuat mereka merasa tertekan dan penyakitnya pun jadi terasa lebih sakit.

Tidak hanya itu, penyakit mental juga sangat mungkin berpengaruh pada fisik seseorang. Misalnya ketika seseorang mengalami penyakit mental, mereka mungkin jadi tidak nafsu makan, malas beraktivitas, atau enggan mengurus diri sendiri. Akibatnya, beragam masalah atau penyakit fisik pun jadi mudah bermunculan.

Beberapa penyakit dianggap sangat rentan ditimbulkan atau diperparah oleh faktor mental seperti stres dan rasa cemas. Misalnya eksim, hipertensi (tekanan darah tinggi), maag, penyakit jantung, dan psoriasis.

Ketika faktor mental memunculkan gejala penyakit, tetapi penyakit itu sendiri tidak bisa ditemukan atau dideteksi atau mengeluh sakit yang tidak sesuai gejalanya, keadaan ini juga dikelompokkan dalam gangguan psikosomatis.

Bagaimana pikiran bisa memengaruhi kesehatan tubuh?

Misalnya ketika Anda merasa takut atau cemas umumnya akan memunculkan tanda-tanda seperti, jantung berdebar-debar (palpitasi), denyut jantung menjadi cepat, mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung.

Nah, serangkaian gejala fisik tersebut muncul karena meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Pelepasan hormon adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas. Selain itu, beberapa bukti mengatakan bahwa otak mampu memengaruhi sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang terlibat dalam berbagai penyakit fisik.

Sebenarnya sampai saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana pikiran bisa memunculkan gejala dan penyakit fisik. Meski begitu, para ahli meyakini jika stres bisa merusak kesehatan seseorang tidak hanya secara mental tapi juga secara fisik. Hal inilah yang memungkinkan seseorang jatuh sakit atau sakitnya semakin parah ketika stres.

Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosomatis

Pada dasarnya setiap penyakit memiliki pilihan pengobatannya sendiri. Namun dalam kasus gangguan psikosomatis umumnya bisa diatasi atau diringankan dengan beberapa cara, seperti:

  • Psikoterapi, misalnya dengan terapi CBT
  • Mengonsumsi antidepresan atau obat penghilang rasa sakit non-narkotika
  • Latihan relaksasi
  • Teknik distraksi atau pengalihan
  • Akupunktur
  • Hipnoterapi
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
  • Fisioterapi

Rutin berkonsultasi dengan dokter dan spesialis kesehatan mental merupakan kunci penting untuk membantu mereka yang mengidap gangguan psikosomatis ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Psikologi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyakit Mental

Pahami semua tentang penyakit mental mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, hingga bagaimana cara mengatasinya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya cyber bullying

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gerakan senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit