home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Penyebab Perut Buncit yang Sering Kali Tidak Disadari

8 Penyebab Perut Buncit yang Sering Kali Tidak Disadari

Ada banyak faktor penyebab perut buncit, dari mulai perubahan hormon sampai kebiasaan sehari-hari yang disadari maupun yang tidak disadari. Selain membuat tidak percaya diri, perut buncit juga membuat Anda tidak nyaman dengan penampilan Anda. Tak hanya itu saja, menumpuknya lemak di perut juga dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kanker di kemudian hari.

Oleh sebab itu, perut buncit tidak boleh disepelekan. Apalagi kondisi ini tidak hanya dimiliki oleh orang gemuk saja. Pasalnya, orang kurus pun bisa punya perut buncit, lho. Cari tahu berbagai penyebab perut buncit dan cara ampuh mengatasinya di bawah ini.

Berbagai penyebab perut buncit

Berikut ini berbagai penyebab perut buncit yang harus Anda waspadai:

1. Hormon dan usia

ketidakseimbangan hormon

Tubuh pria dan wanita memiliki tempat penyimpanan lemak utama yang berbeda. Pada pria, jaringan adiposa – jaringan yang menampung lemak, terakumulasi di bagian perut dan pinggang. Sedangkan wanita lebih banyak terkumpul di pinggul dan paha. Seiring bertambahnya usia, pria lebih rentan memiliki perut buncit pada usia lebih dari 40 tahun. Pasalnya berkurangnya hormon testosteron menyebakan kalori yang berlebih di tubuh menumpuk menjadi lemak visceral.

Selain itu, bertambahnya usia juga akan membuat seseorang kehilangan massa otot, terutama jika kurang berolahraga dan lebih banyak duduk. Berkurangnya massa otot akan menurunkan metabolisme tubuh dalam mengolah kalori. Akibatnya, kemampuan sel lemak di beberapa organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi dalam menyimpan lemak. Itu sebabnya jika seseorang kelebihan lemak, maka lemak akan langsung terkumpul ke bagian perut, yang menjadi penyebab perut buncit.

2. Stres

cemas mempertajam ingatan

Stres juga menjadi penyebab perut buncit. Faktor stres besar pengaruhnya terhadap kenaikan berat badan sehingga menyebabkan penumpukkan lemak di perut. Pada banyak orang, saat mengalami stres, nafsu makan akan meningkat terutama makan makanan manis dan tinggi lemak sehingga menyebabkan penumpukan lemak berlebih di perut.

Selain itu, hormon kortisol alias hormon stres, akan meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan melebarkan ukuran sel lemak. Nah tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh sering dikaitkan dengan meningkatnya lemak perut.

3. Malas berolahraga

Apa benar orang malas cenderung iq tinggi?

Malas olahraga adalah masalah utama yang menjadi penyebab perut buncit. Jika Anda jarang melakukan aktivitas fisik dan berolahraga, sehari-hari hanya makan dan tiduran, maka jangan kaget kalau bentuk perut Anda membesar. Pasalnya, lemak dari makanan yang Anda makan tidak akan terbakar tanpa melakukan aktivitas dan menyebabkan lemak tertimbun di satu bagian saja, yaitu perut.

Lemak visceral sangat responsif terhadap diet dan teknik olahraga. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, aerobik, zumba, jogging, dan lain sebagainya yang memungkinkan Anda aktif bergerak. Latihan kekuatatan otot juga penting, fungsinya untuk mengencangkan kembali massa otot yang mengendur karena efek penuaan.

Selain itu, olahraga juga akan membantu Anda menstabilkan gula darah, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol. Jika dilakukan hal tersebut akan efektif untuk mencegah kenaikan berat badan, terlebih jika diimbangi dengan memperhatikan asupan makanan yang sehat dan rendah lemak.

4. Kurang tidur

efek kurang tidur pada kulit wajah

Memiliki waktu tidur yang cukup adalah salah satu hal penting yang dapat memengaruhi kesehatan. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan, yang mana berpengaruh pada penumpukan lemak visceral.

Jika Anda tidur kurang dari enam jam setiap malam, maka akan memperbesar peluang untuk menumpuk lemak perut sebagai salah satu penyebab perut buncit.

5. Konsumsi alkohol

mengatasi kecanduan alkohol terapi nutrisi

Seperti kelebihan berat badan pada umumnya, obesitas sentral alias perut buncit, sering kali dipicu oleh konsumsi alkohol sehingga banyak yang menyebut perut buncit dengan beer belly atau perut bir. Saat mengonsumsi alkohol, aktivitas neuron otak mengalami peningkatan yang berhubungan berhubungan dengan rasa lapar. Hal ini inilah yang membuat para pemabuk berat cenderung memiliki perut yang buncit dan kelebihan berat badan.

Selain itu, konsumsi alkohol akan meningkatkan asupan glukosa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga akan menumpuk lemak di dalam perut.

6. Menopause

sudah menopause bisa hamil lagi

Penyebab perut buncit juga bisa karena faktor menopause. Beberapa wanita mengalami kenaikan lemak perut saat berada pada fase menopause, yang biasanya terjadi satu tahun setelah seorang wanita memiliki periode menstruasi terakhirnya.

Pada waktu tersebut, kadar estrogen turun drastis, sehingga menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan lagi pada pinggul dan paha. Satu studi menemukan jika wanita yang menopause dini cenderung mendapatkan lemak perut tambahan.

7. Postur tubuh yang buruk (membungkuk)

Berikut beberapa olahraga yang dapat dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh yang bungkuk.

Faktor lain penyebab perut buncit adalah memiliki kebiasaan berdiri dan duduk yang buruk. Pasalnya, memiliki postur tubuh yang buruk akan membuat tubuh menjadi terlihat gemuk dan perut membuncit.

8. Adanya bakteri di usus

enzim pada pencernaan

Memelihara kesehatan usus sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat sehingga mampu terhindar dari penyakit. Pasalnya, ratusan jenis bakteri hidup dalam usus Anda, terutama di usus besar. Beberapa bakteri ada yang bermanfaat bagi kesehatan, ada juga yang merugikan.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang gemuk cenderung memiliki jumlah bakteri Firmicutes di usus lebih banyak dari pada orang dengan berat badan normal. Penelitian juga menunjukkan bahwa jenis bakteri tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori yang diserap dari makanan sehingga mampu menaikan berat badan, termasuk lemak perut. Tidak menutup kemungkinan bakteri ini bersarang pada orang yang kurus juga.

Masalah kesehatan yang diakibatkan perut buncit

perut buncit

Perut buncit ternyata menyimpan banyak masalah kesehatan. Risiko penyakit-penyakit, khususnya penyakit degeneratif turut meningkat seiring bertambahnya simpanan lemak dalam perut. Beberapa jenis penyakit yang dapat disebabkan oleh penumpukkan lemak di area perut antara lain:

1. Kolesterol tinggi

Lemak di perut berhubungan erat dengan kadar lemak dalam darah, khususnya kolesterol. Hal ini karena lemak perut terletak dekat dengan pembuluh darah yang menghubungkan usus ke hati.

Lemak perut akan melepaskan substansi yang mengandung asam lemak bebas dan kemudian ikut terbawa ke hati. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total serta kolesterol jahat (LDL). Maka tidak heran jika orang yang memiliki perut buncit biasanya juga mempunyai kadar kolesterol yang cenderung tinggi.

2. Tekanan darah tinggi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sel-sel lemak di perut memproduksi suatu jenis protein yang berpotensi menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Selain itu, naiknya tekanan darah juga bisa dikarenakan oleh lemak yang tersimpan di dekat organ-organ tubuh penting dalam perut.

Retroperitoneal fat, jenis lemak yang terdapat di sekitar ginjal dan kelenjar adrenal, dapat memengaruhi kerja ginjal. Mengingat ginjal merupakan salah satu organ yang berperan dalam meregulasi tekanan darah, maka bukan tidak mungkin jika kerja ginjal akan terpengaruh sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah.

3. Diabetes

Perut buncit merupakan salah satu faktor risiko diabetes mellitus tipe 2. Lemak perut dapat mensekresi suatu senyawa protein yang disebut retinol-binding 4 (RBP4), yang berperan dalam resistensi insulin.

Resistensi insulin adalah awal mula terjadinya penyakit diabetes, di mana sel-sel tubuh kita tidak dapat merespon insulin dengan seharusnya sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

4. Penyakit jantung dan stroke

Lemak perut mengeluarkan suatu senyawa yang disebut sitokin. Sitokin berperan dalam penyakit jantung dan penyakit lain yang berhubungan dengan peradangan. Saat tubuh Anda mengalami peradangan, organ hati akan memproduksi kolesterol dan toksin-toksin lain yang dapat membentuk plak di pembuluh arteri.

Peningkatan lemak darah seperti kolesterol, LDL, dan trigliserida merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung serta stroke.

5. Demensia

Penelitian menyatakan bahwa orang yang perutnya buncit cenderung berisiko mengalami demensia alias pikun dibandingkan yang perutnya tidak buncit. Sebuah studi yang dilakukan oleh Department of Cardiology Oita Red Cross Hospital di Jepang menyatakan bahwa ada perubahan yang tidak normal pada volume hippocampus dan resistensi insulin pada mereka yang memiliki kadar lemak perut tinggi dan menderita diabetes.

Selain itu seperti dikutip dari WebMD, Sudha Seshadri, seorang asisten profesor bidang neurologi Boston University School of Medicine, mengatakan bahwa semakin banyak lemak yang menumpuk di perut maka volume otak akan semakin mengecil. Volume otak yang kecil berhubungan dengan kemampuan kognitif yang buruk dan risiko demensia di kemudian hari.

Mengukur lingkar pinggang untuk mengetahui risiko obesitas

Tips Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Obesitas sentral alias obesitas abdominal, atau yang lebih dikenal dengan perut buncit adalah kumpulan lemak berlebih di area perut (abdominal). Salah satu cara untuk memperkirakan apakah Anda termasuk mengalami perut buncit atau tidak adalah dengan mengukur lingkar pinggang.

Ukuran lingkar pinggang ideal untuk wanita adalah kurang dari 80 cm, sedangkan untuk laki-laki tidak lebih dari 90 cm. Apabila hasil pengukuran lingkar pinggang lebih dari angka tersebut, maka ada kemungkinan Anda punya perut buncit atau obesitas sentral.

Anda juga bisa mengukur lingkar pinggang dengan 4 jengkal tangan. Caranya, berdirilah dengan tegak dan bernapas seperti biasa. Lalu ukur lingkar pinggang Anda sejajar dengan pusar menggunakan jengkal tangan, mulai dari depan atau belakang. Jika lingkar pinggang Anda melebihi 4 jengkal, maka Anda kemungkinan masuk ke dalam katogeri obesitas sentral.

Namun, pengukuran lingkar pinggang menggunakan pita ukur dinilai lebih optimal ketimbang dengan jengkal tangan. Pasalnya, ukuran tangan setiap orang berbeda-beda, sehingga kemungkinan akan memberikan hasil yang berbeda-beda pula.

Yang harus dilakukan untuk mengecilkan perut buncit

Berdasarkan penjelasan yang sudah dijabarkan di atas, diketahui bahwa perut buncit bukanlah tanda yang baik bagi tubuh. Bahkan jika tidak segera diatasi, perut buncit bisa meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit kronis di kemudian hari.

Menjaga bentuk tubuh tetap sehat dan sesuai dengan kriteria bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti Anda tidak mungkin untuk melakukannya. Dibutuhkan dedikasi, disiplin, dan daya tahan yang kuat agar Anda bisa mencapainya. Berikut beberapa hal sederhana yanng bisa Anda lakukan untuk mengecilkan perut buncit:

1. Olahraga teratur

Kunci sukses mengecilkan perut buncit adalah dengan aktif bergerak dan olahraga teratur. Pasalnya, lemak visceral akan datang saat Anda mager, alias malas gerak. Jadi mulai sekarang cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari. Tak perlu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, cukup dimulai dari yang ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, renang, ataupun senam aerobik.

Lakukanlah secara rutin karena aktivitas tersebut dapat membantu Anda mengendalikan berat badan, meningkatkan denyut jantung, dan memperlambat timbulnya lemak visceral pada perut Anda. Jika berat badan Anda saat ini sudah berada dalam batas normal, maka tujuan olahraga Anda bukan lagi menurunkan berat badan tetapi menambah massa otot. Sel otot membakar lemak lebih banyak dibanding sel tubuh lainnya, sehingga jika massa otot Anda tinggi maka sehari-hari Anda akan membakar kalori lebih banyak sekaligus mengurangi tumpukan lemak pada perut.

2. Perhatikan asupan makanan sehari-hari

produktivitas kerja

Memperhatikan asupan makananan sehari-hari tidak hanya berguna untuk menurunkan berat badan, namun juga membantu mengecilkan perut buncit. Anda harus memperhatikan porsi makan dan asupan zat gizi dari makanan yang Anda konsumsi. Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk mengecilkan perut buncit adalah makanan yang tinggi serta, mengandung protein, serta membatasi asupan karbohidrat.

Penelitian Hairston menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi 10 gram serat per hari (seperti satu buah apel kecil, ataupun secangkir kacang hijau) dapat mencegah timbulnya lemak visceral pada perut.

3. Pastikan Anda cukup tidur

efek lembur kerja di rumah

Lagi-lagi, tidur bermanfaat untuk kesehatan termasuk dalam upaya untuk mengecilkan perut Anda. Menurut sebuah penelitian diketahui bahwa orang yang tidur cukup, yaitu enam sampai tujuh jam per hari, memperoleh lebih sedikit lemak visceral dibandingkan dengan orang yang tidur kurang dari lima jam per hari. Jadi, pastikan Anda cukup tidur setiap malamnya, ya.

4. Hindari stres

manfaat meditasi zen

Selain tidur yang cukup, penting bagi Anda untuk menghindari diri dari stres. Pasalnya, mengelola stres tanpa Anda sadari dapat membantu dalam mengecilkan perut buncit. Cobalan untuk bersantai dengan keluarga atau teman, bermeditasi, olahraga, jalan-jalan, atau melakukan berbagai hal yang Anda sukai agar membuat Anda tetap bahagia dan terhindar dari stres.

5. Perbanyak konsumsi cairan

tips banyak minum air putih

Pernahkah Anda terbangun dengan keadaan perut yang membesar dibanding sebelumnya? Hal tersebut dapat terjadi jika Anda terlalu banyak makan malam hari sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, cobalah untuk perbanyak konsumsi cairan, seperti sup, jus, atau smoothies saat sarapan.

Meminum cairan sebelum makan dapat membuat Anda merasa lebih cepat kenyang sehingga menghindari Anda dari makan berlebih. Selain itu, asupan cairan yang cukup juga akan membantu melancarkan pencernaan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Causes Men To Have Hard Fat Bellies – http://www.livestrong.com/article/149541-what-causes-men-to-have-hard-fat-bellies/ diakses pada 9 Mei 2017

Causes Men Hard Fat Bellies – http://healthyliving.azcentral.com/causes-men-hard-fat-bellies-18048.html diakses pada 9 Mei 2017

Belly Fat In Men: Weight Loss Matters – http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/mens-health/in-depth/belly-fat/art-20045685 diakses pada 9 Mei 2017

Why My Size Waist Is Important? – http://www.nhs.uk/chq/Pages/849.aspx?CategoryID=51 diakses pada 9 Mei 2017

Belly fat in women: Taking — and keeping — it off – http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809?pg=1 diakses pada 27 Agustus 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x