Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menopause Dini, Ketika Berhenti Menstruasi Saat Usia di Bawah 40 Tahun

Apa itu menopause dini?|Gejala dan tanda menopause dini|Penyebab menopause dini|Cara mendiagnosis menopause dini|Pengobatan untuk menopause dini|Cara mencegah menopause dini
Menopause Dini, Ketika Berhenti Menstruasi Saat Usia di Bawah 40 Tahun

Menopause adalah fenomena berhentinya produksi hormon reproduksi perempuan sehingga menyebabkan ia tidak lagi mengalami menstruasi. Pada umumnya, menopause terjadi saat usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan mengalami menopause dini apabila sudah terjadi di usia masih kurang dari 40 tahun. Berikut penjelasan seputar gejala, penyebab, hingga pengobatan rumahan menopause dini.

Apa itu menopause dini?

Mengutip dari laman Office of Women’s Health, menopause dini adalah menopause yang terjadi pada usia 40-45 tahun.

Sementara itu, ada pula yang dinamakan dengan menopause prematur, yaitu menopause yang terjadi sebelum wanita berusia 40 tahun.

Pada dasarnya, kedua kondisi ini memiliki penyebab yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada usia.

Wanita akan mengalami kondisi ini jika organ reproduksi sudah mengalami gangguan atau tidak dapat memproduksi hormon lagi.

Wanita yang baru menjalani operasi pengangkatan organ reproduksi biasanya juga akan langsung mengalami menopause.

Gejala dan tanda menopause dini

Tanda dan gejala menopause lebih awal yang paling utama adalah tidak menstruasi dalam waktu yang lama. Bisa satu tahun tiga kali bahkan sampai satu kali.

Gejala menopause dini tidak berbeda dengan menopause yang sesuai dengan usianya, seperti:

Mengutip dari NHS, wanita yang mengalami menopause dini lebih berisiko terkena osteoporosis dan masalah kardiovaskular.

Hal tersebut karena penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Penyebab menopause dini

Menopause yang lebih awal ini bisa terjadi dengan sendirinya tanpa alasan yang pasti.

Namun, beberapa kebiasaan buruk, pemakaian obat-obatan, dan pernah menjalani beberapa prosedur operasi bisa berpengaruh pada kondisi ini.

Mengutip dari Office on Women’s Health, berikut penyebab menopause dini pada wanita.

Merokok

Wanita yang aktif merokok memiliki kemungkinan dua tahun lebih cepat mengalami menopause daripada wanita nonperokok.

Bahkan, wanita yang merokok secara aktif akan merasakan gejala menopause yang lebih parah daripada yang tidak merokok.

Merokok dan asap rokok dapat memicu kerusakan ovarium karena efek anti-estrogen pada rokok.

Dampaknya dapat menyebabkan gangguan produksi hormon estrogen. Paparan yang lama dapat menyebabkan menopause lebih awal.

Kemoterapi

Salah satu efek samping kemoterapi adalah kerusakan pada ovarium dan dapat menyebabkan ovarium berhenti bekerja.

Kemoterapi berdampak pada perubahan siklus menstruasi, bisa sementara atau selamanya. Wanita juga bisa mengalami kesulitan untuk hamil.

Dampak kemoterapi terhadap kerusakan ovarium bergantung dengan frekuensi kemoterapi yang Anda jalani.

Maka dari itu, tidak semua kemoterapi menyebabkan menopause lebih awal. Semakin muda wanita menjalani kemoterapi, semakin kecil kemungkinan mengalami menopause.

Operasi pengangkatan ovarium (oophorectomy)

Wanita yang menjalani operasi pengangkatan ovarium akan mengalami penurunan hormon yang sangat cepat dan merasakan gejala menopause, salah satunya kehilangan libido.

Selain itu, menstruasi Anda juga akan berhenti setelah menjalani operasi pengangkatan ovarium. Dengan kata lain, operasi menyebabkan menopause secara langsung.

Operasi pengangkatan uterus (histerektomi)

Histerektomi tidak akan menyebabkan menopause secara langsung karena dapat dokter lakukan tanpa pengangkatan ovarium.

Namun, prosedur ini akan memberhentikan siklus menstruasi dan menyebabkan wanita tidak dapat hamil.

Bila dokter tidak mengangkat ovarium, Anda tidak akan langsung mengalami menopause. Hal ini karena ovarium masih terus memproduksi hormon.

Menopause bisa terjadi setelah satu atau dua tahun setelah melakukan operasi.

Masalah kesehatan lain

Selain efek dari prosedur operasi, masalah kesehatan lain juga bisa menjadi penyebab menopause lebih awal.

Beberapa masalah kesehatan penyebab menopause dini seperti:

Bila Anda memiliki salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera hubungi dokter.

Cara mendiagnosis menopause dini

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan darah untuk membedakan menopause lebih awal dengan kehamilan atau penyakit tiroid.

Diagnosis juga dapat dokter lakukan dengan melakukan tes estradiol. Jika kadar estradiol kurang dari 30, hal ini menunjukkan Anda dalam masa menopause.

Cara mendiagnosis yang paling penting adalah dengan mendeteksi kadar Follicle Stimulating Hormone (FSH).

Hormon ini bekerja untuk memberi stimulasi pada ovarium agar memproduksi estrogen.

Jika kadar FSH tinggi atau lebih dari 40 mIU per milliliter, biasanya ini menunjukkan Anda sedang mengalami menopause.

Pengobatan untuk menopause dini

Mengutip dari laman Better Health Channel, tidak ada obat untuk menopause dini.

Pasalnya, menopause lebih awal terjadi karena ovarium berhenti bekerja dan tidak ada obat yang bisa membuatnya aktif kembali.

Meski tidak ada cara untuk mengatasi menopause dini, Anda bisa melakukan perawatan diri pada fase ini.

Hal ini karena wanita yang mengalami menopause lebih awal memiliki periode pascamenopause yang lama.

Artinya, Anda rentan mengalami masalah kesehatan, seperti osteoporosis dan penyakit jantung.

Maka dari itu, dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani beberapa hal.

  • Terapi hormon sampai usia 51 tahun, usia normal wanita mengalami menopause.
  • Mengonsumsi pil kontrasepsi (KB) yang mengandung estrogen dan progesteron.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D (1200 mg per hari dan vitamin D sekitar 600 – 800 IU per hari).
  • Hindari asap rokok dan jika Anda merokok, sebaiknya berhenti.

Hal-hal tersebut berfungsi untuk mengurangi gejala menopause dan risiko osteoporosis serta penyakit jantung lebih cepat.

Cara mencegah menopause dini

Mengutip dari Mayo Clinic, sejauh ini belum ada cara untuk mengatasi atau mencegah menopause dini. Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi tingkat keparahan gejala menopause.

Beberapa cara untuk mengurangi keparahan gejala menopause dini yaitu:

  • senam kegel untuk menguatkan otot pelvis,
  • berhenti merokok bila Anda seorang perokok aktif,
  • hindari konsumsi kafein seperti kopi dan teh agar tidur nyenyak, serta
  • olahraga rutin (jalan santai atau jogging).

Pada sebagian kasus, wanita yang mengalami menopause dini akan merasa sedih dan tidak bersemangat karena perubahan hormon.

Lakukan berbagai aktivitas agar Anda bisa lebih tenang dan nyaman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Menopause treatments. (2017). Retrieved 17 March 2021, from https://www.womenshealth.gov/menopause/menopause-treatment

Early or premature menopause | Womenshealth.gov. (2017). Retrieved 17 March 2021, from https://www.womenshealth.gov/menopause/early-or-premature-menopause

Perimenopause, Early Menopause Symptoms | The North American Menopause Society, NAMS . (2021). Retrieved 17 March 2021, from http://www.menopause.org/for-women/menopauseflashes/menopause-symptoms-and-treatments/menopause-101-a-primer-for-the-perimenopausal

Primary ovarian insufficiency – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ovarian-failure/symptoms-causes/syc-20354683

Early menopause . (2018). Retrieved 17 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/early-menopause/

Premature and early menopause | betterhealth.vic.gov.au. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/premature-and-early-menopause

Early or premature menopause | Womenshealth.gov. (2017). Retrieved 17 March 2021, from https://www.womenshealth.gov/menopause/early-or-premature-menopause

Early Menopause – Australasian Menopause Society. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.menopause.org.au/hp/management/early-menopause

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x