Lemak Berlebih di Dalam Tubuh, Disimpan di Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu makanan-makanan berlemak yang Anda makan disimpan di mana? Atau bagaimana bisa lemak berlebih tersebut menumpuk hanya pada perut atau beberapa bagian tubuh lainnya? Apakah lemak memiliki tempat penyimpanan tertentu sehingga bagian tubuh yang terlihat ‘berisi’ hanya itu-itu saja?

Tubuh kita butuh lemak

Anggapan yang salah jika Anda mengira bahwa lemak itu jahat dan tidak diperlukan oleh tubuh. Lemak sama seperti zat gizi makro lainnya, yaitu protein dan karbohidrat. Jumlahnya cukup banyak dibutuhkan di dalam tubuh jika dibandingkan dengan zat gizi mikro. Lemak berfungsi untuk membantu metabolisme vitamin larut lemak, yaitu vitamin A,D,E,K, berperan dalam sintesis hormon, dan menjadi sumber energi cadangan ketika tubuh kehabisan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama.

Hal yang membuat lemak menjadi buruk bagi kesehatan adalah jenis lemak yang kemudian menumpuk di berbagai bagian di tubuh, sehingga membuat Anda kelebihan berat badan, bahkan obesitas.

BACA JUGA: 6 Jenis Obesitas: Yang Manakah Anda?

Mengenal sel adiposa, tempat penyimpanan lemak di tubuh

Di dalam tubuh terdapat jaringan yang disebut jaringan adiposa. Jaringan ini adalah jaringan yang berfungsi untuk menampung lemak-lemak yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah sel adiposa tergantung dengan dengan jumlah lemak yang masuk, semakin banyak lemak masuk maka semakin banyak sel adiposa yang terbentuk untuk menampung lemak.

Ketika lemak-lemak tersebut tidak digunakan sebagai cadangan energi, maka lemak tersebut akan terakumulasi dan menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaliknya, jika Anda melakukan diet yang baik dan menerapkan olahraga teratur, lemak akan terpakai dan tidak terkumpul di dalam sel adiposa. Lemak tidak hanya didapatkan dari berbagai makanan yang berlemak saja. Makanan yang mengandung karbohidrat bisa diubah menjadi lemak di dalam tubuh jika jumlahnya terlalu banyak.

BACA JUGA: Obesitas Tak Selalu Disebabkan Makan Terlalu Banyak

Pusat penyimpanan lemak berbeda pada tubuh wanita dan pria

Jaringan adiposa tersebar di berbagai bagian di dalam tubuh, seperti di jaringan kulit, di antara otot-otot, di sekitar ginjal dan hati, di belakang bola mata, dan di sekitar perut dan dada. Tetapi pada dasarnya, distribusi jaringan adiposa tergantung dengan gender atau jenis kelaminnya.

Pada laki-laki, jaringan adiposa lebih banyak terakumulasi di perut dan pinggang, sedangkan perempuan lebih banyak terkumpul di pinggul dan pinggang. Pembagian atau distribusi ini juga tergantung pada gen serta faktor-faktor lainnya, seperti kebiasaan konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, serta pola makan. Lalu, di mana sel adiposa ini berada? Apakah sel adiposa ini menyebabkan obesitas?

Di mana letak sel adiposa di dalam tubuh kita?

Lemak subkutan

Lemak subkutan adalah lemak yang ditemukan di bawah permukaan kulit. Lemak ini bisa diukur dengan sebuah alat yang disebut kaliper skin-fold yang bisa mengestimasikan total lemak tubuh. Secara keseluruhan, lemak subkutan terdapat di bokong, pinggul, dan terkadang di permukaan kulit perut. Jenis lemak ini mungkin saja tidak menimbulkan masalah atau gangguan bagi kesehatan, tetapi lemak subkutan yang terdapat di perut bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kebanyakan, tumpukan lemak pada bokong dan pinggul dialami oleh kelompok perempuan. Perempuan yang memiliki tumpukan lemak pada bagian tersebut, biasanya disebut mempunyai bentuk badan seperti pir atau pear-shaped. Lemak menumpuk di bokong dan di pinggul akan berlangsung hingga perempuan mencapai menopause. Setelah menopause, lemak akan lebih banyak terakumulasi di bagian perut dan abdomen.

BACA JUGA: Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Lemak viseral

Berbeda dengan lemak subkutan yang berada di dekat permukaan kulit, lemak viseral justru berada di antara organ-organ tubuh. Oleh karena itu para ahli menyatakan bahwa orang yang memiliki lemak viseral di dalam tubuhnya berisiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, dan bahkan demensia.

Lemak viseral diartikan sebagai lemak yang berada di posisi yang dalam, mengikat dan mengelilingi organ dalam tubuh. Hampir semua orang yang memiliki perut buncit, sudah bisa dipastikan memiliki lemak viseral yang banyak di dalam tubuh mereka. Walaupun memang belum bisa diketahui secara pasti proporsi lemak viseral dengan lemak subkutan yang ada di sekitar perut, tetapi lemak pada perut bisa diukur dan dilihat dengan menggunakan CT-scan.

Lemak subkutan dan lemak viseral yang ada di dalam tubuh terbentuk dari 50% lemak yang dikonsumsi. Contohnya, Anda mengonsumsi 100 gram lemak, maka 50 gramnya akan disimpan menjadi lemak subkutan dan lemak viseral. Orang yang memiliki tumpukan lemak yang berada di tubuh bagian atas, termasuk lemak viseral pada perut, berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan metabolisme serta penyakit degeneratif dibandingkan dengan tumpukan lemak yang ada di bagian bawah tubuh.

BACA JUGA: Kenapa Perut Buncit Lebih Berbahaya dari Obesitas Biasa

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

    Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara merangsang istri

    Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    telat datang bulan

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit