7 Penyebab Anda Cepat Lapar dan Cara Mencegahnya

    7 Penyebab Anda Cepat Lapar dan Cara Mencegahnya

    Biasanya rasa lapar akan menyerang setiap 3 – 4 jam setelah Anda makan. Namun, ada kalanya Anda merasa cepat lapar padahal baru saja makan. Lantas, apa penyebab cepat lapar?

    Penyebab cepat lapar lagi setelah makan

    Berikut beberapa penyebab cepat lapar lainnya dijelaskan di bawah ini.

    1. Dehidrasi

    Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan timbulnya rasa haus.

    Nah, sering kali rasa haus disalahartikan sebagai rasa lapar atau lapar palsu. Hal ini disebabkan sensasi haus yang dirasakan tidak begitu intens sehingga otak mengira ini adalah sensasi lapar.

    Selain haus, saat dehidrasi, biasanya Anda juga merasa pusing, kulit kering, dan detak jantung meningkat.

    2. Kurang tidur

    Kurang tidur bisa menjadi penyebab cepat lapar karena menyebabkan lonjakan kadar ghrelin, yaitu hormon yang merangsang nafsu makan.

    Tak hanya itu, hal ini juga menurunkan kadar leptin atau hormon yang menimbulkan rasa kenyang.

    Kurang tidur membuat keseimbangan kadar hormon leptin dan ghrelin terganggu.

    Akibatnya, Anda lebih mudah lapar saat terbangun dan rentan makan berlebih setelahnya.

    3. Terlalu banyak makanan manis

    Selalu lapar gejala gula darah tinggi

    Asupan karbohidrat sederhana, seperti makanan manis atau minuman tinggi gula, memang bisa memberikan energi dengan cepat.

    Pasalnya, jenis karbohidrat ini lebih mudah dicerna dan diubah menjadi energi.

    Tak hanya itu, asupan karbohidrat sederhana juga meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

    Meski begitu, energi dan kadar gula darah bisa berkurang drastis. Penurunan kadar gula darah inilah yang menjadi penyebab Anda merasa lapar.

    4. Stres

    Saat stres, kenapa Anda jadi cepat lapar? Saat sedang tegang, tubuh meningkatkan produksi hormon stres, yaitu kortisol.

    Peningkatan hormon kortisol membuat nafsu dan keinginan makan meningkat sehingga menjadi cepat lapar.

    Meningkatnya hormon kortisol pun juga membuat Anda ingin terusa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

    Hal ini disebabkan kedua jenis asupan ini bisa memberikan rasa nyaman sesaat.

    5. Kurang asupan protein

    Kurang protein bisa menjadi penyebab cepat lapar. Mengapa demikian?

    Protein membantu menurunkan hormon ghrelin, yaitu hormon yang bisa meningkatkan nafsu makan.

    Akan tetapi, pastikan Anda mengonsumsi sumber protein secukupnya.

    Menurut studi terbitan Journal of Obesity & Metabolic Syndrome (2020), asupan protein juga mampu meningkatkan hormon peptida YY.

    Hormon ini bisa mengurangi nafsu makan dan membatasi asupan makanan.

    6. Kekurangan lemak sehat

    Sama seperti protein, lemak tak jenuh bisa memengaruhi sensasi kenyang.

    Mengonsumsi lemak dari asam lemak tak jenuh bisa membuat Anda merasa kenyang.

    Tak hanya itu, efek kenyang dari asam lemak tak jenuh ini membuat jumlah energi di dalam tubuh menjadi seimbang.

    Jenis asam lemak tak jenuh yang bisa memberikan sensasi kenyang adalah asam lemak tak jenuh ganda, seperti asam oleat.

    Sumber asam oleat

    • Minyak zaitun.
    • Kacang tanah.
    • Alpukat.
    • Susu.
    • Biji bunga matahari.
    • Telur.

    7. Kekurangan serat

    Kurang makan serat tentu menjadi penyebab cepat lapar. Pasalnya, serat bisa memperlambat pengosongan lambung.

    Hal ini pun membuat lambung penuh dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga rasa kenyang tetap bertahan.

    Tidak heran bila kekurangan serat menjadi penyebab mudah lapar.

    8. Makan tidak teratur

    Saat Anda melewatkan makan, perut Anda kosong terlalu lama.

    Hal ini akan meningkatkan hormon lapar, yaitu ghrelin. Akibatnya, membuat nafsu makan Anda meningkat dan tak terkendali.

    Tak hanya itu, terlambat makan akan mengganggu jam biologis tubuh. Padahal, ini diperlukan untuk mengendalikan nafsu makan.

    Hal ini mengakibatkan Anda pun sering lapar dan cenderung makan berlebih.

    9. Efek samping pengobatan

    Penyebab cepat lapar bisa pula terjadi akibat efek samping obat. Berikut beberapa jenis obat yang bisa menimbulkan efek samping tersebut.

    • Antidepresan, seperti sertralin, paroxetine, dan escitalopram.
    • Steroid.
    • Antipsikotik, di antaranya haloperidol, clozapine, dan risperidone.

    Jika merasa lapar setelah makan berat dan sedang menjalani pengobatan, ada baiknya Anda berkonsultasi kepada dokter mengenai hal ini.

    Bisa jadi obat yang Anda minum benar-benar membuat mudah lapar sehingga dokter bisa memberikan obat lain.

    10. Memiliki hipertiroidisme

    Kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif bisa menjadi penyebab cepat lapar.

    Kelenjar tiroid berguna untuk mengendalikan metabolisme tubuh. Karena terlalu aktif, metabolisme tubuh pun menjadi lebih cepat daripada kondisi normal.

    Hal ini menyebabkan tubuh membutuhkan energi lebih banyak sehingga Anda terus merasa lapar.

    Tak hanya itu, metabolisme yang terlalu cepat ini membuat pasien hipotiroidisme mengalami berat badan turun secara mendadak.

    Bagaimana cara agar bisa kenyang lebih lama?

    penyebab cepat lapar

    Anda tidak harus makan lebih banyak untuk mengatasi cepat lapar. Cobalah cara berikut ini.

    1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Pastikan Anda menakar porsi makanan sesuai kebutuhan Anda. Pastikan juga memenuhi asupan protein dan lemak sehat.

    Perbanyak serat seperti kacang kedelai, buah-buahan dan sayur-sayuran. Jangan mengkonsumsi sumber karbohidrat secara berlebihan.

    2. Kurangi asupan karbohidrat sederhana

    Mengonsumsi sumber karbohidrat sederhana seperti nasi, pasta, mi, donat, kue dan biskuit akan membuat Anda gampang lapar.

    Oleh karena itu, kurangi asupannya. Siasati saja dengan mengonsumsi snack sehat tinggi protein sekitar dua jam sebelum makan.

    Protein dan serat yang tinggi pada camilan kedelai akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

    3. Tidur cukup

    Tidur yang berkualitas bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Berapa jam waktu tidur yang dianggap baik?

    Orang dewasa membutuhkan tidur 7 – 9 jam setiap hari. Sementara itu, orang tua di atas 65 tahun membutuhkan tidur 7 – 8 jam setiap harinya.

    4. Baca label nutrisi makanan sebelum mengonsumsi

    Membaca label nutrisi sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan itu sendiri.

    Dengan mengetahui informasi ini, Anda jadi bisa mengukur seberapa banyak karbohidrat, protein dan serat yang dikonsumsi.

    Penyebab cepat lapar sangat beragam, mulai dari kurang tidur, asupan gizi tidak seimbang, hingga penyakit tertentu.

    Selalu terapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan porsi yang sesuai.

    Pastikan jam makan tetap terjaga agar nafsu makan tetap terkendali.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Hunger vs. thirst: tips to tell the difference. (2018). Retrieved 25 October 2022, from https://pkdcure.org/hunger-vs-thirst/

    How a Lack of Sleep May Increase Calorie Consumption | Sleep Foundation. (2020). Retrieved 25 October 2022, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation/lack-sleep-may-increase-calorie-consumption

    Simple carbohydrates: MedlinePlus Medical Encyclopedia Image. (2022). Retrieved 25 October 2022, from https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19534.htm

    Carbohydrates. (2022). Retrieved 25 October 2022, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/carbohydrates

    Why stress causes people to overeat – Harvard Health. (2012). Retrieved 25 October 2022, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/why-stress-causes-people-to-overeat

    Moon, J., & Koh, G. (2020). Clinical Evidence and Mechanisms of High-Protein Diet-Induced Weight Loss. Journal of Obesity & Metabolic Syndrome, 29(3), 166-173. https://doi.org/10.7570/jomes20028

    Erlanson-Albertsson, C. (2010). Fat-Rich Food Palatability and Appetite Regulation. CRC Press/Taylor & Francis. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK53552/

    Salleh, S. N., Hamizi Fairus, A. A., Zahary, M. N., Raj, N. B., & Mhd Jalil, A. M. (2019). Unravelling the Effects of Soluble Dietary Fibre Supplementation on Energy Intake and Perceived Satiety in Healthy Adults: Evidence from Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised-Controlled Trials. Foods, 8(1). https://doi.org/10.3390/foods8010015

    Pot GK, Almoosawi S, Stephen AM. Meal irregularity and cardiometabolic consequences: results from observational and intervention studies. Proc Nutr Soc. 2016 Nov;75(4):475-486. https://doi.org/10.1017/S0029665116000239. Epub 2016 Jun 22. PMID: 27327128.

    When Your Weight Gain Is Caused by Medicine – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center. (2022). Retrieved 25 October 2022, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=56&contentid=DM300

    Do you have an overactive thyroid – Harvard Health. (2015). Retrieved 25 October 2022, from https://www.health.harvard.edu/womens-health/do-you-have-an-overactive-thyroid

    Hirshkowitz M, Whiton K, Albert SM, Alessi C, Bruni O, DonCarlos L, Hazen N, Herman J, Adams Hillard PJ, Katz ES, Kheirandish-Gozal L, Neubauer DN, O’Donnell AE, Ohayon M, Peever J, Rawding R, Sachdeva RC, Setters B, Vitiello MV, Ware JC. National Sleep Foundation’s updated sleep duration recommendations: final report. Sleep Health. 2015 Dec;1(4):233-243. https://doi.org/10.1016/j.sleh.2015.10.004. Epub 2015 Oct 31. PMID: 29073398.

    FDA Completes Review of Qualified Health Claim Petition for Oleic Acid. (2021). Retrieved 25 October 2022, from https://www.fda.gov/food/cfsan-constituent-updates/fda-completes-review-qualified-health-claim-petition-oleic-acid-and-risk-coronary-heart-disease

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 4 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan