home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Stroke dapat mempengaruhi begitu banyak kemampuan Anda, mulai dari penglihatan dan cara bicara, hingga gerakan kaki dan kemampuan koordinasi. Kondisi stroke, tidak seperti kebanyakan masalah neurologis lainnya, biasanya terjadi relatif secara tiba-tiba dan cepat. Itu sebabnya penting melakukan tes evaluasi stroke, agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Mengapa perlu mendiagnosis stroke dengan cepat?

Salah satu keterampilan yang paling penting bagi seorang ahli saraf atau anggota dari tim perawatan stroke adalah kemampuan untuk membedakan dengan cepat dan akurat perbedaan antara stroke dan masalah neurologis lainnya yang tidak begitu serius.

Bahkan, sebelum tes pencitraan canggih dikembangkan, dokter bisa dengan tepat menentukan jika pasien mengalami stroke dalam beberapa menit. Dengan kemajuan pencitraan dan tes medis, mahasiswa kedokteran modern sudah diajarkan bagaimana metode mengidentifikasi lokasi spesifik dari stroke di otak.

Selain pencitraan, ada juga berbagai tes medis yang digunakan dalam evaluasi stroke. Beberapa pemeriksaan ini dapat membantu menentukan apakah ada masalah kesehatan lain yang perlu diperhatikan selain stroke. Sebagian juga digunakan untuk membantu memandu pengobatan medis yang aman setelah stroke, terutama pengobatan dengan obat pengencer darah.

Tes tersebut digunakan untuk membantu mencari tahu apakah ada masalah medis lain selain stroke yang gejalanya mirip dengan stroke. Tidak semua penderita stroke memerlukan semua tes ini, kebanyakan pasien hanya perlu beberapa tes saja.

Apa tes medis yang digunakan untuk evaluasi stroke?

Berikut adalah daftar dari beberapa tes medis yang mungkin Anda butuhkan jika Anda memiliki stroke atau perlu dievaluasi untuk adanya stroke.

Tes darah

Tes darah dapat mengevaluasi faktor risiko tertentu atau konsekuensi dari stroke.

  • CBC (Complete Blood Count) atau pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan ini dapat membantu mengukur apakah ada masalah pada sel-sel darah, elektrolit tubuh, atau apakah ada peradangan atau infeksi.
  • Tes waktu PT/PTT prothrombin/thromboplastin parsial. Pemeriksaan ini mengukur waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Tes ini sangat penting dalam memonitor pengobatan dengan cara pengenceran darah secara darurat yang kadang-kadang digunakan untuk pengobatan stroke.
  • Pemeriksaan kolesterol/lipid. Sebuah analisis yang cermat dari kadar lemak dan kolesterol dapat membantu menilai risiko penyakit pembuluh darah.

Tes darah khusus

Tes tertentu seperti homosistein, lupus antikoagulan, faktor rheumatoid, antibodi anti-nuklir, dan tes lainnya dapat diminta ketika ada kecurigaan dari penyakit autoimun atau penyakit umum lainnya.

  • Cek gula darah sebagai tes evaluasi stroke dapat menentukan apakah seseorang memiliki diabetes yang tidak diobati, yang merupakan faktor risiko stroke.
  • Tes hemoglobin A1C dapat mengungkapkan apakah penderita stroke telah memiliki gula darah tinggi selama beberapa bulan terakhir.
  • Pemeriksaan atau tes gas arteri darah mengukur oksigen dan karbon dioksida dalam darah yang dapat membantu menilai fungsi jantung dan paru-paru.

Analisis urin

  • Tes glukosa dalam urin. Jika ditemukan glukosa dalam urin, ini merupakan tanda diabetes.
  • Toksisitas obat. Banyak penggunaan obat-obatan terlarang dapat menyebabkan stroke terutama kokain dan methamphetamine. Beberapa obat tidak selalu menyebabkan stroke, tetapi dapat menggangu penilaian terhadap orang lain dan caravberpikir, membuat perilaku pasien seolah-olah dia mengalami stroke.

Tes khusus

  • EKG mengevaluasi fungsi jantung dan dapat mengungkapkan apakah ada serangan jantung atau kelainan irama jantung
  • Tes cairan serebrospinal dapat menentukan apakah ada infeksi akibat cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Tes ini bisa juga menunjukkan karakteristik sclerosis ganda yang mungkin meniru gejala stroke.
  • evoked potentials adalah tes yang mengukur aktivitas listrik di otak. Tes ini dapat memberikan petunjuk untuk membantu dalam diagnosis sclerosis ganda.
  • EEG. Tes ini adalah tes gelombang otak yang mengevaluasi aktivitas listrik. Dapat menunjukkan apakah ada kejang, yang mungkin awalnya menyerupai dengan gejala stroke. Perubahan karakteristik EEG yang menyertai stroke sering mengalami perubahan.
  • EMG. Sebuah tes saraf dan otot yang digunakan untuk mengevaluasi neuropati, yang mungkin menyerupai gejala stroke.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ropper, Allan, Samuels, Martin, Klein, Joshua, Principles of Neurology, 10th Edition, McGraw-Hill, 2014

Warnecke, T., Teismann, I., Meimann, W., Oelenberg, S., Zimmermann, J., Krämer, C., … & Dziewas, R. (2008). Assessment of aspiration risk in acute ischaemic stroke—evaluation of the simple swallowing provocation test.Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry79(3), 312-314.

Dambinova, S. A., Khounteev, G. A., Izykenova, G. A., Zavolokov, I. G., Ilyukhina, A. Y., & Skoromets, A. A. (2003). Blood test detecting autoantibodies to N-methyl-D-aspartate neuroreceptors for evaluation of patients with transient ischemic attack and stroke. Clinical Chemistry49(10), 1752-1762.

Ridker, P. M. (2003). C-reactive protein a simple test to help predict risk of heart attack and stroke. Circulation108(12), e81-e85.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 03/03/2021
x