Penyebab Stroke Berdasarkan Jenis dan Berbagai Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Stroke adalah kondisi kesehatan yang tergolong serius dan membutuhkan penanganan khusus, cepat, dan tepat. Penyebab stroke bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Di dalam artikel ini akan dibahas berbagai penyebab stroke berdasarkan jenisnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya.

Penyebab penyakit stroke berdasarkan jenisnya

Stroke, utamanya, terbagi ke dalam tiga jenis yaitu stroke hemoragik, stroke iskemik, dan stroke ringan atau bisa juga disebut sebagai transient ischemic stroke (TIA). Ketiga jenis stroke ini terjadi disebabkan oleh kondisi yang berbeda.

1. Stroke iskemik

Stroke iskemik atau dikenal sebagai stroke sumbatan ini termasuk jenis yang paling umum dan banyak dialami. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah menyumbat aliran darah dan oksigen menuju otak.

Gumpalan darah ini biasanya terbentuk pada arteri yang telah menyempit atau tersumbat oleh keberadaan plak. Kondisi ini disebut sebagai aterosklerosis. Pembuluh arteri mungkin saja mengalami penyempitan seiring bertambahnya usia.

Meski begitu, proses ini bisa dipercepat oleh kebiasaan, gaya hidup, atau kondisi kesehatan tertentu, seperti:

Namun, ada pula kondisi yang mungkin juga menjadi penyebab dari stroke yang satu ini, yaitu detak jantung yang tidak normal atau bisa disebut sebagai atrial fibrillation. Kondisi ini dapat menyebabkan darah yang menggumpal pada jantung menyebar dan menyumbat saluran yang seharusnya menyuplai darah ke otak.

Di sisi lain, kondisi ini juga bisa dialami oleh ibu hamil. Bahkan, kemungkinan wanita hamil mengalami stroke iskemik meningkat hingga 13 kali lipat dibanding wanita biasa.

2. Stroke hemoragik

Jika dibandingkan dengan stroke iskemik, jenis stroke yang satu ini tergolong lebih jarang terjadi. Penyebab stroke hemoragik umumnya adalah pecahnya saluran darah yang terdapat di dalam tengkorak, hingga terjadi perdarahan sampai ke otak.

Penyebab utama dari stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi yang dapat melemahkan pembuluh arteri yang terletak di dalam otak dan menyebabkan pembuluh tersebut lebih rentan untuk pecah.

Stroke ini biasanya muncul saat pembuluh darah yang terdapat di otak mengalami kebocoran atau pecah. Kondisi yang bisa memicu hal ini untuk terjadi antara lain:

  • Pembuluh darah yang tidak terkontrol.
  • Terlalu banyak mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Aneurisma.
  • Trauma.
  • Dinding pembuluh darah kekurangan protein sehingga mengalami kelemahan.
  • Stroke iskemik yang memicu terjadinya stroke hemoragik.

Kondisi lain yang tergolong jarang tapi mungkin menyebabkan perdarahan di dalam otak alah pecahnya dinding pembuluh darah yang terlalu tipis, disebut sebagai arteriovenous malformation.

3. Stroke ringan (transient ischemic attack)

Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan memang sedikit berbeda dibanding jenis stroke lainnya. Penyebab dari TIA adalah aliran darah menuju ke otak yang tersumbat tapi hanya waktu sebentar, biasanya tidak lebih dari lima menit.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui jika mengalami stroke ringan, yaitu:

  • Stroke ringan merupakan salah satu peringatan bahwa Anda mungkin akan mengalami stroke di kemudian hari.
  • Meski disebut stroke ringan, TIA termasuk kondisi darurat, sama halnya dengan jenis stroke lainnya.
  • Gejala stroke pada umumnya sama, sehingga Anda mungkin tidak bisa membedakan gejala stroke iskemik, hemoragik, maupun ringan.
  • Sama halnya dengan stroke sumbatan, gumpalan darah juga bisa menyebabkan TIA.

Lebih cepat menyadari dan mengatasi stroke dapat membantu meringankan risiko Anda mengalami jenis stroke yang lebih berat lagi. Jika Anda mengalami TIA, dokter akan membantu melakukan pencegahan terhadap stroke lainnya.

4. Stroke mata

Meski tidak termasuk tiga jenis stroke yang paling utama, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Penyebab terjadinya stroke mata adalah sirkulasi pada pembuluh darah yang buruk. Hal ini kemudian menyebabkan tekanan pada saraf mata.

Meski stroke mata dapat menyebabkan penyumbatan total pada pembuluh darah yang menuju ke saraf mata, kondisi ini ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya tekanan pada jaringan mata. Tekanan darah tinggi mungkin saja mengubah tekanan pada mata dan darah yang mengalir menuju mata pun berkurang.

Jika nutrisi pada saraf mata dan suplai oksigen berkurang, jaringan saraf bisa mengalami kerusakan yang berujung pada kebutaan.

Faktor risiko terjadinya stroke

Ada beberapa faktor risiko yang perlu Anda ketahui berkaitan dengan potensi mengalami stroke. Anda mungkin memiliki beberapa faktor di bawah ini:

1. Faktor gaya hidup

Ada beberapa gaya hidup yang perlu dihindari agar risiko mengalami stroke tidak meningkat, di antaranya:

Obesitas

Kebiasaan makan terlalu banyak dan jarang berolahraga dapat meningkatkan potensi Anda mengalami obesitas. Padahal, obesitas termasuk faktor risiko untuk berbagai kondisi kesehatan, salah satunya stroke. Jika Anda tidak ingin mengalami kondisi ini, cobalah untuk mengurangi makan makanan tak sehat dan perbanyak olahraga.

Bermalas-malasan

Kebiasaan bermalas-malasan di akhir pekan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami stroke. Pasalnya, kebiasan ini biasanya membuat Anda lebih banyak makan dan malas bergerak. Jika sudah demikian, potensi Anda mengalami obesitas pun meningkat.

Kebiasaan merokok

Tidak semua orang memahami bahayanya merokok. Padahal, di dalam bungkus rokok sudah dituliskan apa saja kemungkinan bahaya dari kebiasaan tak sehat ini. Ya, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan potensi Anda mengalami stroke. Hal ini disebabkan, saat merokok, pembuluh darah akan pecah dan tekanan darah akan meningkat.

2. Kondisi medis tertentu

Selain penyebab dari stroke, ada pula kondisi medis yang meningkatkan risiko Anda mengalaminya. Menurut Centers of Disease Control and Prevention, berikut adalah beberapa kondisi medis tersebut:

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi bisa dianggap sebagai faktor risiko penyebab stroke yang utama. Kondisi ini muncul  saat tekanan darah pada pembuluh arteri dan pembuluh darah lainnya terlalu tinggi.

Biasanya, kondisi ini tidak menunjukkan gejala apapun. Maka itu, penting untuk selalu memeriksa tekanan darah Anda agar bisa mengontrolnya.

Apabila memiliki tekanan darah tinggi, Anda bisa menurunkannya dengan perubahan gaya hidup atau penggunaan obat darah tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Penggunaan obat ini juga dapat menurunkan risiko Anda mengalami stroke.

Kolesterol tinggi

Sama halnya dengan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi juga bisa menjadi faktor penyebab stroke. Kolesterol merupakan zat lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati atau terdapat di dalam makanan tertentu.

Biasanya, organ hati akan memproduksi kolesterol sesuai dengan kebutuhan tubuh. Akan tetapi, Anda mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi karena mengonsumsi makanan yang juga memiliki kandungan kolesterol.

Jika Anda mengonsumsi kolesterol lebih banyak dari kapasitas atau kebutuhan tubuh, kelebihan kolesterol tersebut bisa menumpuk di dalam pembuluh arteri, termasuk yang ada pada otak. Kondisi ini bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, stroke, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Penyakit jantung

Penyakit jantung biasanya dapat meningkatkan risiko Anda mengalami stroke. Sebagai contoh, penyakit jantung koroner dapat meningkatkan risiko ini karena penumpukan plak pada pembuluh arteri menghambat aliran darah yang kaya akan oksigen menuju ke otak.

Penyakit jantung lainnya, seperti masalah katup jantung dan detak jantung tidak normal dapat menyebabkan penggumpalan darah yang mungkin akan pecah sehingga menjadi penyebab stroke.

Diabetes

Penyakit gula darah tinggi atau diabetes juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami stroke. Pada dasarnya, tubuh Anda tentu membutuhkan asupan gula sebagai energi. Di dalam tubuh, terdapat hormon insulin yang diproduksi pankreas untuk membantu mengubah glukosa dari makanan yang Anda konsumsi ke dalam sel-sel tubuh.

Jika Anda memiliki penyakit gula darah tinggi atau diabetes, tandanya tubuh mungkin tidak memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan. Diabetes dapat menyebabkan gula menumpuk di dalam darah dan menghambat oksigen dan nutrisi menyebar ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

3. Pertambahan usia, jenis kelamin tertentu dan faktor lain

Selain itu, ada pula faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami stroke, seperti:

  • Usia, biasanya orang yang menginjak usia 55 tahun ke atas memiliki risiko yang lebih besar.
  • Jenis kelamin, di mana laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding wanita.
  • Hormon, pengguna pil KB hormon atau yang menjalani terapi hormon memiliki risiko yang lebih besar.

Oleh sebab itu, lebih baik untuk selalu waspada terhadap kondisi yang Anda hadapi. Lakukan diagnosis untuk stroke jika Anda mengalami berbagai gejala yang mengarah kepada penyakit ini. Pelajari pula cara melakukan pertolongan pertama untuk penderita stroke agar dapat membantu orang di sekitar jika ada yang mengalami serangan stroke secara tiba-tiba.

Jika Anda mengalami kondisi ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan stroke dan terhindar dari komplikasi stroke yang lebih parah lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kostokondritis

Kostokondritis adalah penyakit yang menyerang tulang rawan. Cari tahu apa obat, penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Tanda Anda Sudah Terlalu Banyak Minum Obat

Obat biasanya dikonsumi guna mengobati penyakit. Meski begitu, Anda harus tetap hati-hati akan bahaya terlalu banyak minum obat. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Septic Arthritis

Septic arthritis adalah infeksi yang menimbulkan rasa sakit di persendian. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab hingga pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat masuk angin

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit