home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jenis-jenis Stroke yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

Jenis-jenis Stroke yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat membahayakan nyawa. Penyakit ini terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu stroke hemoragik, stroke iskemik, dan stroke ringan atau bisa juga Anda sebut sebagai transient ischemic stroke (TIA). Lalu, apa perbedaan dari ketiga jenis stroke tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Berbagai jenis stroke yang mungkin terjadi

Kelumpuhan pada satu bagian tubuh gejala stroke ringan

1. Stroke iskemik

Stroke iskemik atau stroke sumbatan termasuk jenis yang paling umum terjadi pada masyarakat Indonesia. Umumnya, jenis stroke yang satu ini bisa terjadi karena adanya gumpalan darah yang menyumbat aliran darah dan oksigen menuju otak. Sel-sel otak perlahan mulai mati dalam hitungan menit akibat kekurangan oksigen dan nutrisi.

Stroke ini terbagi ke dalam dua tipe:

a. Stroke trombotik

Stroke trombotik adalah jenis stroke iskemik yang terjadi akibat adanya penggumpalan darah. Gumpalan darah ini terbentuk pada pembuluh darah arteri yang menyuplai darah menuju otak. Ini merupakan jenis stroke yang umum pada lansia, khususnya yang memiliki kadar kolesterol tinggi, aterosklerosis, atau diabetes.

Terkadang, gejala dari jenis stroke ini muncul secara tiba-tiba. Bahkan, tidak jarang stroke trombotik terjadi saat Anda sedang tidur atau pada pagi hari. Meski begitu, kondisi ini juga bisa terjadi secara bertahap, dalam kurun waktu beberapa jam atau beberapa hari.

Stroke trombotik biasanya diawali dengan munculnya serangan stroke ringan atau transient ischemic attacks (TIA). Kondisi ini bisa bertahan kurang lebih selama 24 jam, dan sering menjadi pertanda bahwa Anda akan mengalami stroke. Meski lebih ringan, gejala dari TIA tidak jauh berbeda dengan gejala stroke pada umumnya.

b. Stroke emboli

Sedikit berbeda dengan stroke trombotik, jenis stroke iskemik yang satu ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang terbentuk pada area tubuh lain. Nah, gumpalan darah tersebut kemudian bergerak menuju ke aliran darah menuju otak.

Biasanya, stroke emboli mengakibatkan terjadinya serangan jantung atau operasi jantung dan sering kali muncul tanpa adanya tanda dan gejala yang bisa Anda waspadai. Meski begitu, sekitar 15% penderita stroke emboli biasanya mengalami atrial fibrilasi.

Kondisi tersebut merupakan salah satu jenis penyakit aritmia atau gangguan irama jantung. Biasanya, atrial fibrilasi terjadi pada bilik jantung bagian atas. Saat itu, area jantung tersebut berdetak secara abnormal sehingga Anda perlu memeriksakan kondisi ke dokter.

2. Stroke hemoragik

Jika dibandingkan dengan stroke iskemik, jenis stroke yang satu ini tergolong lebih jarang terjadi. Penyebab stroke hemoragik umumnya adalah pecahnya saluran darah yang terdapat pada bagian dalam tengkorak, hingga terjadi perdarahan sampai ke otak.

Pada saat itu, sel-sel dan jaringan otak tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang memadai. Belum lagi, hal tersebut menyebabkan tekanan di sekitar jaringan otak, hingga muncul iritasi dan pembengkakan. Jika tidak mendapatkan penanganan, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak.

Sama halnya dengan stroke iskemik, jenis stroke yang satu ini juga terbagi ke dalam dua tipe:

a. Intraserebral hemoragik

Jenis stroke hemoragik yang satu ini biasanya terjadi karena tekanan darah tinggi. Perdarahan pada otak bisa muncul secara tiba-tiba dan terjadi sangat cepat. Biasanya, tidak ada tanda atau gejala yang mendahului perdarahan.

Alhasil, kondisi tersebut bisa menyebabkan perdarahan menjadi sangat parah. Jika sudah demikian, koma dan kematian bisa tak terelakkan lagi. Oleh sebab itu, demi mencegah jenis stroke yang satu ini, Anda perlu mengontrol tekanan darah dengan baik.

b. Hemoragik subarachnoid

Jenis stroke yang satu ini merupakan akibat dari perdarahan yang muncul antara otak dan membran yang menyelubungi otak pada ruang subarachnoid. Biasanya, salah satu tipe dari stroke hemoragik ini terjadi karena aneurisma atau malformasi arteri-vena. Namun, hal kondisi ini juga bisa terjadi karena trauma.

Aneurisma sendiri adalah melemahnya dinding arteri sehingga rentan pecah. Kondisi ini mungkin sudah ada sejak Anda lahir. Namun, bisa jadi Anda mengalaminya karena aterosklerosis atau tekanan darah tinggi.

Sementara itu, malformasi arteri-vena adalah penyakit bawaan yang menyebabkan terjadinya hubungan abnormal antara pembuluh arteri dan vena. Biasanya, kondisi ini terjadi pada otak atau tulang belakang. Tidak ada penyebab pasti dari kondisi ini, tetapi kondisi ini sering kali terjadi secara turun-temurun.

Jika tak segera mendapatkan penanganan, aneurisma dan malformasi arteri-vena bisa menyebabkan Anda mengalami jenis penyakit serius yang satu ini.

3. Stroke ringan (transient ischemic attack)

Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan memang sedikit berbeda dari jenis stroke lainnya. Penyebab dari TIA adalah aliran darah menuju ke otak yang tersumbat tapi hanya dalam kurun waktu sebentar, biasanya tidak lebih dari lima menit.

Meski demikian, bukan berarti Anda bisa menyepelekan salah satu jenis stroke ini. Apalagi, TIA sering kali menjadi awal atau tanda dari jenis stroke lainnya. Oleh sebab itu, Anda harus segera melakukan penanganan stroke jika mengalami kondisi ini.

Risiko mengalami jenis stroke lainnya setelah mengalami TIA sangatlah besar. Kemungkinan tersebut bertahan hingga 90 hari setelah mengalami stroke ringan ini. Kurang lebih 9-17 persen pasien yang mengalami TIA akan mengalami jenis stroke lain dalam kurun waktu tersebut.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui jika mengalami stroke ringan, yaitu:

  • Stroke ringan merupakan salah satu peringatan bahwa Anda mungkin akan mengalami stroke di kemudian hari.
  • Meski disebut stroke ringan, TIA termasuk kondisi darurat, sama halnya dengan jenis stroke lainnya.
  • Gejala stroke pada umumnya sama, sehingga Anda mungkin tidak bisa membedakan gejala stroke iskemik, hemoragik, maupun ringan.
  • Sama halnya dengan stroke sumbatan, gumpalan darah juga bisa menyebabkan TIA.

Lebih cepat menyadari dan mengatasi stroke dapat membantu meringankan risiko Anda mengalami jenis stroke yang lebih berat lagi. Jika Anda mengalami TIA, segera periksakan kondisi ke dokter. Nanti, dokter akan membantu melakukan pencegahan terhadap stroke lainnya.

4. Stroke mata

Meski tidak termasuk tiga jenis stroke yang paling utama, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Menurut Penn Medicine, penyebab terjadinya stroke mata adalah sirkulasi pada pembuluh darah yang buruk. Hal ini kemudian menyebabkan tekanan pada saraf mata.

Meski stroke mata dapat menyebabkan penyumbatan total pada pembuluh darah yang menuju ke saraf mata, kondisi ini lebih sering disebabkan oleh kurangnya tekanan pada jaringan mata. Tekanan darah tinggi mungkin saja mengubah tekanan pada mata dan darah yang mengalir menuju mata pun berkurang.

Jika nutrisi pada saraf mata dan suplai oksigen berkurang, jaringan saraf bisa mengalami kerusakan yang berujung pada kebutaan. Oleh sebab itu, jangan sepelekan kondisi yang terjadi pada mata. Jika Anda merasakan adanya masalah pada mata, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk memastikan ada atau tidak adanya masalah pada kesehatan mata Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri