backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Waspadai 4 Jenis Stroke yang Bisa Membahayakan Nyawa Anda

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 03/10/2023

Waspadai 4 Jenis Stroke yang Bisa Membahayakan Nyawa Anda

Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang bisa membahayakan nyawa. Penyakit ini terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu stroke hemoragik, stroke iskemik, dan stroke ringan atau transient ischemic attack. Namun, apa perbedaan dari ketiga macam stroke tersebut dan adakah jenis lainnya? Simak penjelasan lengkapnya melalui artikel di bawah ini.

Berbagai jenis stroke yang mungkin terjadi

Stroke terjadi karena adanya masalah pada pembuluh darah di otak, misalnya tersumbat atau bahkan pecah. 

Akibatnya, sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga mengalami kematian sel atau jaringan.

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, di bawah ini adalah macam-macam stroke yang mungkin terjadi beserta dengan penjelasannya. 

1. Stroke iskemik

Kelumpuhan pada satu bagian tubuh gejala stroke ringan

Stroke iskemik termasuk jenis yang paling umum terjadi di Indonesia.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, orang tua memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. 

Stroke jenis ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang menyumbat aliran darah dan oksigen menuju otak

Akhirnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi yang kemudian perlahan akan mati. Stroke iskemik terbagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut.

  • Stroke trombotik, yaitu yang terjadi akibat adanya gumpalan darah di dalam pembuluh arteri yang menyuplai darah ke otak. Ini merupakan jenis stroke yang umum dialami lansia, terutama yang memiliki kadar kolesterol tinggi, diabetes, hingga aterosklerosis
  • Stroke emboli, yaitu yang terjadi akibat gumpalan darah pada area tubuh lain, seperti jantung. Nantinya, gumpalan darah tersebut akan bergerak menuju aliran darah menuju otak.
  • Pada kebanyakan kasus, stroke iskemik terjadi secara tiba-tiba dan menunjukkan beberapa gejala, seperti di bawah ini.

    • Mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, kaki, terutama pada satu sisi tubuh. 
    • Sulit untuk berbicara. 
    • Pandangan mata kabur atau berbayang. 
    • Kesulitan berjalan. 
    • Hilangnya kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh. 
    • Sakit kepala parah secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. 

    2. Stroke hemoragik

    Jika dibandingkan dengan stroke iskemik, jenis stroke yang satu ini tergolong lebih jarang terjadi.

    Stroke hemoragik terjadi karena adanya perdarahan yang tidak terkontrol akibat kebocoran atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak. 

    Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada jaringan sekitar otak. Bila tekanannya terlalu tinggi atau terlalu lama, tekanan tersebut dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan kerusakan permanen.

    Sama halnya dengan stroke iskemik, macam stroke yang satu ini juga terbagi ke dalam dua tipe, yaitu sebagai berikut. 

    • Perdarahan intraserebral, yaitu yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah di suatu area otak. Kondisi ini dipicu oleh tekanan darah tinggi, mengonsumsi alk0hol, serta penggunaan obat-obatan terlarang.
    • Perdarahan subarachnoid, yaitu yang terjadi karena pembuluh darah antara otak dan membran arachnoid pecah. Kondisi ini biasanya terjadi karena aneurisma atau malformasi arteri-vena.

    Meski lebih jarang terjadi daripada jenis iskemik, stroke hemoragik lebih berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian.

    Mengingat gejala stroke ini dapat muncul tanpa peringatan, berikut ini adalah beberapa tanda-tandanya yang perlu diwaspadai. 

    • Kelemahan tubuh yang terjadi secara tiba-tiba. 
    • Mati rasa atau kelumpuhan pada salah satu tubuh. 
    • Kesulitan berbicara
    • Tidak dapat mengontrol pergerakan bola mata. 
    • Kejang.
    • Kehilangan kesadaran diri. 
    • Sakit kepala hebat yang muncul secara tibat-tiba. 

    3. Stroke ringan (transient ischemic attack)

    stroke berulang

    Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan memang sedikit berbeda dari jenis stroke lainnya.

    Penyebab dari TIA adalah aliran darah menuju ke otak yang tersumbat karena adanya penumpukan plak (aterosklerosis) pada pembuluh arteri. 

    Tanda dan gejala awal transient ischemic attack mirip dengan gejala yang ditemukan pada awal stroke, seperti berikut ini. 

    • Kelemahan, mati rasa, atau kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki, tetapi biasanya pada satu sisi tubuh. 
    • Bicara cadel atau sulit dipahami. 
    • Kehilangan penglihatan di salah satu atau bahan kedua mata. 
    • Vertigo. 
    • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh. 

    Beberapa gejala tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba, tetapi hanya bersifat sementara atau tidak lebih dari 24 jam. Pada beberapa kasus pun, stroke jenis ini akan terjadi dalam beberapa menit. 

    Meski demikian, bukan berarti Anda bisa menyepelekan salah satu jenis stroke ini. Apalagi, TIA sering kali menjadi awal atau tanda dari jenis stroke lainnya.

    Oleh sebab itu, Anda harus segera melakukan penanganan stroke jika mengalami kondisi ini.

    Nantinya, dokter juga mungkin akan memberikan cara pencegahan terhadap stroke atau bahkan dapat membantu meringankan risiko Anda mengalami jenis stroke yang lebih berat.

    Ubah gaya hidup untuk mencegah stroke!

    • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi.
    • Rutin berolahraga.
    • Berhenti merokok.
    • Menjaga tekanan darah tetap normal.
    • Menurunkan kadar kolesterol.
    • Menurunkan kadar gula darah.
    • Mengelola stres dengan baik.

    4. Stroke mata

    Meski tidak termasuk tiga jenis stroke yang paling utama, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Stroke mata terjadi karena buruknya sirkulasi pada pembuluh darah yang menyuplai bagian depan saraf optik.

    Kondisi ini menyebabkan suplai darah ke mata berkurang dan suplai nutrisi dan oksigen pun  menurun. Akhirnya, jaringan saraf akan rusak dan memicu terjadinya kehilangan penglihatan.

    Tidak hanya itu, bila pembuluh darah pada retina tersumbat, cairan dari pembuluh darah tersebut dapat bocor ke retina dan menyebabkan pembengkakan yang dapat membuat retina mengalami kerusakan.

    Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan penglihatan bahkan kebutaan secara permanen.

    Oleh sebab itu, jangan sepelekan kondisi yang terjadi pada mata. Jika Anda merasakan adanya masalah pada mata, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

    Itulah beberapa jenis atau macam stroke yang mungkin terjadi. Perlu diingat, bila Anda atau orang terdekat  mengalami gejala-gejala awal stroke, sebaiknya segera periksakan kondisi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 03/10/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan