home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengapa Orang Bisa Ketakutan Sampai Pingsan?

Mengapa Orang Bisa Ketakutan Sampai Pingsan?

Ketika terkejut atau merasa luar biasa takut, beberapa orang bisa tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri. Reaksi ini memang bisa bikin panik orang-orang di sekitarnya. Padahal reaksi ini cukup umum terjadi, lho. Sebenarnya bagaimana bisa seseorang pingsan karena ketakutan atau terkejut? Apakah artinya ada masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan? Ini dia ulasan lengkapnya.

Mengapa seseorang bisa pingsan karena ketakutan?

Pingsan atau hilang kesadaran juga dikenal dengan istilah medis yaitu sinkop. Penyebab pingsan adalah berkurangnya aliran darah menuju otak secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan Anda hilang kesadaran dan kendali atas tubuh Anda sendiri.

Reaksi tubuh yang ekstrem ini bisa terjadi kalau Anda menghadapi situasi yang benar-benar menegangkan, menakutkan, mengancam, atau mengagetkan. Jadi pingsan sebenarnya adalah reaksi atas emosi negatif yang berlebihan. Dalam ranah medis, pingsan yang disebabkan oleh emosi yang intens dikenal juga dengan istilah vasovagal sinkop.

Saat Anda tiba-tiba merasakan suatu emosi negatif seperti ketakutan yang luar biasa, sistem saraf dalam otak Anda jadi kacau. Padahal sistem saraf bertugas untuk mengatur berbagai fungsi organ di seluruh tubuh.

Karena gangguan sistem saraf tersebut, detak jantung jadi melambat dan pembuluh darah di kaki Anda melebar. Darah Anda pun mengalir turun ke kaki sehingga tekanan darah menurun secara mendadak. Sebab itu, otak jadi tidak mendapat asupan darah dan oksigen yang cukup. Inilah yang membuat Anda jatuh pingsan.

saat-tubuh-merasa-takut

Berbagai pemicu pingsan karena ketakutan

Cara kerja tubuh setiap orang berbeda-beda. Maka itu, pemicu pingsan karena ketakutan atau vasovagal sinkop juga ada berbagai macam. Ada yang takut melihat darah, takut ketinggian, atau takut disuntik. Bisa juga karena Anda mengidap fobia tertentu. Misalnya fobia ruang sempit dan fobia sosial.

Selain karena takut, rasa cemas, gugup, dan stres berlebihan juga bisa membuat orang pingsan tiba-tiba. Kasus ini sering dialami oleh calon pengantin yang sangat gugup dan stres menjelang hari pernikahannya. Atau ada juga orang yang begitu cemas menghadapi ujian kenaikan pangkat atau tes masuk universitas sampai pingsan.

Tanda-tanda mau pingsan karena ketakutan

Biasanya sebelum seseorang pingsan karena ketakutan ada beberapa gejala yang bisa diamati. Berikut adalah tanda-tanda mau pingsan karena takut atau kaget.

  • Kulit pucat
  • Berkunang-kunang
  • Penglihatan mengerucut atau menyempit
  • Penglihatan kabur
  • Muncul keringat dingin
  • Mual

Apakah artinya ada penyakit tertentu?

Pingsan karena ketakutan biasanya tidak menandakan gangguan kesehatan atau penyakit tertentu. Biasanya kondisi ini juga tidak membahayakan. Kecuali kalau Anda pingsan saat mengemudi atau jatuh di tangga misalnya. Anda berisiko mengalami cedera serius.

Namun, kalau Anda sudah sering pingsan karena ketakutan atau panik, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Anda mungkin saja mengidap gangguan cemas (generalized anxiety disorder). Apalagi kalau Anda pernah punya riwayat penyakit jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fight, Flight, or Faint? Why Some People Pass Out When They See Blood or Pain. http://www.iflscience.com/health-and-medicine/fight-flight-or-faint-why-some-people-pass-out-when-they-see-blood-or-feel-pain/ Diakses pada 3 Juli 2017.

Understanding Fainting – The Basics. http://www.webmd.com/brain/understanding-fainting-basics#1 Diakses pada 3 Juli 2017.

Anxiety and Fainting: http://www.calmclinic.com/anxiety/symptoms/fainting Diakses pada 3 Juli 2017.

When the lights suddenly go out. http://www.health.harvard.edu/heart-health/when-the-lights-suddenly-go-out. Diakses pada 3 Juli 2017.

Vasovagal syncope. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vasovagal-syncope/home/ovc-20184773 Diakses pada 4 Juli 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 06/09/2017
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri