home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tak Perlu Panik, Begini Cara Tepat Menolong Orang yang Pingsan

Tak Perlu Panik, Begini Cara Tepat Menolong Orang yang Pingsan

Pingsan bisa terjadi akibat kondisi ringan seperti kelelahan atau dehidrasi. Meskipun pasien bisa kembali sadar setelah pingsan, bukan bearti Anda boleh membiarkannya begitu saja. Pada kondisi yang serius, pingsan bisa menandakan serangan jantung atau kerusakan serius pada otak. Oleh karena itu, pertolongan pertama pada orang pingsan bisa menjadi upaya efektif menyelamatkan nyawanya.

Langkah pertolongan pertama pada orang pingsan

Cek nadi

Pingsan membuat seseorang kehilangan kesadaran dalam beberapa saat.

Berdasarkan American Heart Association, pingsan disebabkan oleh melambatnya aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga otak kekurangan suplai oksigen.

Cara tepat menolong orang yang pingsan adalah memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.

Berbagai kondisi medis bisa menyebabkan menurunnya suplai darah ke otak, mulai dari tekanan darah yang terlalu rendah, serangan panik, penyakit jantung, hingga benturan keras dari benda tumpul di kepala.

Namun, terkadang sulit bagi Anda untuk mengetahui secara langsung penyebab seseorang pingsan.

Meski begitu, Anda tetap bisa melakukan pertolongan pertama untuk mencegah risiko yang fatal.

Berikut berbagai langkah pertolongan pertama untuk membantu orang yang pingsan.

1. Cek kondisi pernapasan

Cara pertama dalam menolong orang yang pingsan adalah segera cek pernapasannya dengan memeriksa denyut nadi dan melihat pergerakan dada serta perut.

Jika tidak ada tanda-tanda pernapasan, segera hubungi ambulans atau bawa orang yang pingsan ke unit gawat darurat fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kondisi pasien yang pingsan dalam keadaan tidak bernapas biasanya terjadi akibat kondisi serius, seperti serangan jantung, kecelakaan lalu lintas, atau cedera kepala.

Apabila terdapat perdarahan luar, Anda bisa mencari kain steril dan menekan bagian luka untuk menghentikan perdarahan selama menunggu bantuan medis.

Jika memungkinkan, Anda juga bisa membantu memberikan napas buatan.

2. Baringkan tubuh pasien

Bila orang tersebut masih bernapas, segera baringkan tubuhnya pada tempat datar dan dalam posisi pemulihan (recovery position).

Untuk melakukannya, Anda bisa mengikuti cara pertama menolong orang pingsan berikut ini.

  1. Miringkan kepala pasien ke samping dan pastikan wajahnya tidak terhalangi.
  2. Posisikan salah satu tangan tegak lurus dengan dada dan tangan lain menekuk ke arah wajah.
  3. Angkat salah satu kaki (yang terletak lebih jauh dari posisi Anda) hingga membentuk sudut 90 derajat.
  4. Biarkan kaki yang dekat Anda dalam keadaan lurus.
  5. Miringkan tubuh pasien ke depan sehingga tangan yang menekuk berada tepat di bawah kepala dan kaki yang membentuk sudut berada di atas kaki yang lurus.

3. Coba bangunkan

Jika pasien kelihatan berkeringat, longgarkanlah bagian pakaian yang ketat dengan membuka kancing kemeja atau melepaskan jaket. Coba dinginkan tubuhnya dengan kipas atau sejukkan suhu ruangan.

Langkah selanjutnya adalah mencoba membangunkan orang yang pingsan dengan cara berikut.

  • Menggoyangkan tubuhnya.
  • Memanggil dengan suara keras.
  • Memberi rangsangan di kulit dengan menepuk-nepuk pipi atau mencubit.
  • Meletakkan benda yang sangat dingin seperti es pada kulit wajah.
  • Memberikan wewangian menyengat ke arah hidung.

4. Biarkan pasien beristirahat

Jika akhirnya pasien mulai sadar kembali, biarkan ia berbaring untuk beberapa saat. Setelah itu, bantu pasien untuk duduk dan berikan air putih jika pasien merasakan gejala dehidrasi.

Temanilah sampai ia benar-benar pulih dan segar kembali. Segera cari bantuan medis jika setelah sadar pasien mengalami hal-hal berikut:

  • bibir atau wajahnya kebiruan,
  • detak jantung tidak teratur atau lambat,
  • nyeri dada,
  • kesulitan bernapas, dan
  • terlihat kebingungan atau linglung.

Kapan harus segera mencari pertolongan medis?

Cara yang tepat menangani orang pingsan yang tidak menunjukkan tanda-tanda pernapasan adalah dengan mencari bantuan medis sesegera mungkin.

Namun, cek juga apakah ada cedera atau luka serius pada tubuhnya. Anda harus segera menghubungi rumah sakit jika seseorang yang pingsan tersebut:

  • Terbentur kepalanya seperti saat jatuh dari ketinggian.
  • Pingsan lebih dari sekali dalam sebulan.
  • Sedang hamil atau memiliki kondisi jantung atau penyakit serius lainnya.
  • Mengalami gejala yang tidak biasa, seperti nyeri dada, sesak napas, bingung, penglihatan kabur, atau sulit berbicara.

Segera lakukan ini saat Anda merasa mau pingsan

Jika hendak pingsan, biasanya seseorang mengalami gejala tertentu terlebih dulu, seperti mengantuk, linglung, mual, atau badan lemas.

Saat mengalami gejala sebelum pingsan tersebut, segera lakukan langkah pertolongan pertama berikut.

  • Berbaring atau duduk dan merilekskan badan.
  • Taruh kepala di antara kedua kaki saat duduk.
  • Meminta bantuan orang lain untuk mengambilkan air putih.
  • Minum obat jika perlu.

Anda perlu segera memperoleh penanganan medis apabila kondisi tidak membaik setelah beristirahat, terutama jika mengalami reaksi kesulitan bernapas, detak jantung tidak teratur, dan tubuh lemas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Runser, L., Gauer, R., & Houser, A. (2017). Syncope: Evaluation and Differential Diagnosis. American Family Physician, 95(5), 303-312. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2017/0301/p303.html

Shen, W. K., Sheldon, R. S., Benditt, D. G., Cohen, M. I., Forman, D. E., Goldberger, Z. D., … & Yancy, C. W. (2017). 2017 ACC/AHA/HRS guideline for the evaluation and management of patients with syncope: executive summary: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Journal of the American College of Cardiology70(5), 620-663. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000499

American Heart Association. (2021). Syncope (Fainting). Retrieved 27 April 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/symptoms-diagnosis–monitoring-of-arrhythmia/syncope-fainting

U.S. National Institute of Health. (2020). Syncope | Fainting. Retrieved 27 April 2021, from https://medlineplus.gov/fainting.html

Cleveland Clinic. (2021). Syncope: Symptoms, Causes, Treatments. Retrieved 27 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17536-syncope

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.