Cara Tepat Melakukan Cek Tekanan Darah di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda didiagnosa memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka Anda perlu rutin melakukan cek tekanan darah atau tensi. Cek tekanan darah dapat dilakukan di beberapa tempat, termasuk di rumah. Hal ini penting untuk dapat mengontrol tekanan darah Anda agar terhindar dari komplikasi hipertensi. Lantas, di mana saja cek tensi dapat dilakukan? Lalu, bagaimana cara mengukur tekanan darah di rumah?

Hal yang perlu penting diketahui sebelum cek tekanan darah

Tekanan darah menunjukkan seberapa keras jantung Anda bekerja ketika memompa darah melalui pembuluh arteri. Tekanan darah adalah salah satu tanda vital tubuh, selain suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan.

Ketika mengukur tekanan darah, terdapat 2 angka yang muncul di alat pengukur. Angka pertama yang biasanya muncul di atas adalah angka tekanan sistolik. Sementara itu, angka yang muncul di bagian bawah adalah tekanan diastolik.

Jadi, jika Anda melihat angka di tensimeter berada di 117/80 mmHg, tekanan sistolik Anda adalah 117, sedangkan tekanan diastolik adalah 80.

Cek tekanan darah atau tensi sebaiknya dilakukan pada saat-saat tertentu. Biasanya, dokter yang akan merekomendasikan waktu yang tepat untuk melakukan pengecekan, misalnya setelah Anda minum obat atau ketika Anda merasakan gejala hipertensi seperti pusing.

Di mana saja cek tekanan darah bisa dilakukan?

Salah satu manfaat rutin mengukur tekanan darah adalah salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah Anda. Pengukuran ini dapat dilakukan di beberapa tempat, yaitu di rumah sakit atau klinik oleh perawat atau dokter, di apotek yang memiliki alat pengukur tekanan darah digital, atau di rumah dengan alat ukur tekanan darah yang bisa Anda gunakan sendiri.

  • Cek tekanan darah di rumah sakit atau klinik

Di rumah sakit atau klinik, perawat umumnya menggunakan alat pengukur tekanan darah manual atau yang juga dikenal dengan sphygmomanometer atau tensimeter. Pengukuran ini dilakukan dengan memasang sebuah manset di pergelangan tangan atau lengan atas dan memasang stetoskop pada denyut nadi Anda.

Kemudian perawat akan memompa bola dari manset dengan satu tangan yang akan mengembangkan dan menyempitkan arteri lewat manset di lengan Anda. Ketika udara dilepaskan, bunyi pertama yang terdeteksi oleh stetoskop adalah tekanan sistolik dan ketika bunyi tersebut menghilang disebut dengan tekanan diastolik.

Sementara di apotek atau rumah, cek tensi umumnya dilakukan dengan menggunakan tensimeter digital. Namun, Anda bisa saja menggunakan tensimeter manual di rumah, tetapi Anda perlu meminta perawat untuk diajari menggunakannya.

Rutin cek tekanan darah atau tensi di rumah dengan tensimeter dapat meningkatkan keakuratan diagnosis hipertensi, dan lebih unggul dalam memprediksi prognosis daripada mengecek tekanan darah dengan cara konvensional di klinik atau rumah sakit.

Anda juga bisa menghemat lebih banyak biaya dan waktu yang harusnya dikeluarkan untuk bolak-balik konsultasi ke dokter. Dengan cara ini pula Anda jadi lebih proaktif untuk memantau tekanan darah Anda dari waktu ke waktu dan juga perawatannya.

  • Cek tekanan darah dapat dilakukan di rumah

manfaat cek tekanan darah

Menurut sebuah jurnal dari American Heart Association pada tahun 2013, orang-orang yang rutin mengecek tekanan darah sendiri di rumah akan lebih mudah mencapai target tekanan darah yang diinginkan, dibanding dengan orang yang melakukan pengukuran hanya saat sedang berkunjung ke dokter.

Mengukur tekanan darah sendiri sangat penting, terlebih lagi jika Anda memiliki penyakit kronis seperti diabetes. Selain itu, apabila tekanan darah Anda sering meningkat dan menurun, pengukuran tekanan darah sendiri di rumah berguna agar dokter dapat memantau perkembangan kondisi Anda setiap harinya.

Cara mengecek tekanan darah di rumah sebenarnya mudah. Namun sebelum mulai sendiri, sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter mengenai pemilihan alat yang tepat, untuk belajar cara menggunakannya, sekaligus memastikan apakah keakuratan tensimeter Anda sudah sesuai standar medis yang berlaku.

Langkah-langkah melakukan cek tekanan darah di rumah

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mulai cek tekanan darah sendiri di rumah:

1. Pastikan tubuh sedang rileks

Sebelum cek tekanan darah, Anda harus memastikan bahwa tubuh Anda sedang benar-benar rileks. Hindari merokok dan minum minuman yang mengandung kafein atau alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.

Akan lebih baik lagi jika Anda berolahraga 30 menit sebelum mengecek tekanan darah. Selain itu, buatlah diri Anda senyaman mungkin, seperti tidak memasang suhu yang terlalu rendah saat di ruangan ber-AC.

Duduklah dengan posisi lengan sedemikian rupa di atas meja sehingga siku berada sejajar dengan jantung Anda. Posisikan lengan sedekat mungkin dengan jantung, dan punggung Anda ditopang dengan baik oleh senderan kursi dan kedua kaki memijak lantai.

Buang air kecil dulu sebelum cek tensi. Pastikan kandung kemih Anda benar-benar kosong, karena kencing yang tidak tuntas bisa memberikan hasil pemeriksaan tekanan darah yang keliru.

2. Kenakan alat pengukur tekanan darah dengan tepat

Pasang manset alat pengukur tekanan darah di lengan Anda. Pastikan ukuran manset pas dengan lingkar lengan atas Anda untuk bisa memberikan hasil bacaan yang akurat.

Hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal. Hasil tes tekanan darah akan lebih akurat jika manset terpasang langsung di atas kulit Anda.

3. Mulai ukur tekanan darah Anda

Cek tekanan darah Anda sesuai dengan instruksi alat. Biarkan manset yang sudah kempes tetap terlilit dulu di lengan, tunggu sebentar, lalu ambil bacaan kedua.

Jika hasil bacaan keduanya dekat, ambil rata-ratanya. Jika tidak, ulangi lagi dan ambil rata-rata dari hasil tiga bacaan. Setiap kali habis cek, tulis angka atasnya (tekanan sistolik) dan angka bawahnya (tekanan diastolik).

Jangan panik jika membaca hasil tekanan darah Anda tinggi. Coba tenangkan diri sejenak, lalu ulangi lagi pengukuran tekanan darah.

Tekanan darah yang normal seharusnya berada di bawah angka 120/80 mmHg. Jika hasil bacaan masih tinggi, lakukan lagi pengecekan setelah 5 menit agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Apabila tekanan sistolik mencapai lebih dari 180 mmHg, atau tekanan diastolik melebihi 120 mmHg, Anda harus segera mencari pertolongan medis karena kondisi tersebut merupakan tanda dari krisis hipertensi.

Tips saat cek tekanan darah di rumah

Jadikan cek tensi di rumah sebagai kebiasaan Anda sehari-hari. Ini memungkinkan Anda untuk mengetahui seperti apa pola perubahan tekanan darah Anda dan apa yang mungkin memicunya, sehingga sangat membantu bagi Anda dan dokter pada kemudian hari.

Selain itu, pastikan Anda mengukur tekanan darah pada waktu yang sama setiap hari. Anda juga dapat membuat jurnal atau catatan mengenai hasil pengukuran, serta waktu Anda mengeceknya.

Rutin mengukur tekanan darah di rumah tidak lantas akan membebaskan Anda dari hipertensi. Namun, akan sangat membantu Anda agar bisa lebih memegang kendali atas kesehatan diri sendiri dan mematuhi terapi perawatan hipertensi.

Anda akan tahu kapan dan bagaimana melakukan penyesuaian gaya hidup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, serta menentukan apakah obat hipertensi Anda benar efektif atau tidak untuk mengelola gejalanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Anda ingin mencoba mendaki gunung? Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung khususnya bagi pemula agar pendakian aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit