Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang April 20, 2020
Bagikan sekarang

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami serangan panik yang dipicu dari trauma di masa lalu. Peristiwa yang traumatis tersebut berupa pengalaman yang sangat menyakitkan atau bahkan yang mengancam nyawa seperti kecelakaan dan peperangan. Tak hanya menyerang psikis, efek post-traumatic stress disorder juga dapat memicu masalah kesehatan fisik seperti hipertensi.

Post-traumatic stress disorder bisa picu hipertensi

PTSD atau gangguan stres pascatrauma

Terkadang, post-traumatic stress disorder bisa diikuti oleh kondisi lainnya seperti gangguan kecemasan dan depresi. Namun, sebuah studi menemukan bahwa post traumativ disorder ternyata juga berpengaruh terhadap meningkatnya tekanan darah.

Studi yang diterbitkan pada tahun 2018 tersebut menganalisa data dari 3,846 tentara Amerika Serikat yang juga terlibat dalam perang melawan Iraq dan Afghanistan. Para tantara mengalami cedera parah dan telah didiagnosis memiliki gangguan stres pasca-trauma.

Seperti yang sudah disebutkan, orang-orang yang pernah terlibat dalam perang memiliki kemungkinan untuk mengalami PTSD. Menurut data dari Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat, ada sekitar 11-20 dari 100 veteran yang bertugas di Operasi Kebebasan Iraq mengalami PTSD pada tahun tertentu.

Hal tersebut bisa terjadi karena para tantara telah dihadapkan pada berbagai peristiwa yang sarat kekerasan bahkan sebelum perang dimulai. Ketatnya didikan militer ditambah ketika berhadapan dengan medan perang yang sesungguhnya semakin menambah tingkat stres yang lalu akan berujung pada perasaan trauma.

Setelah melakukan pengamatan pada data kesehatan yang telah diambil dari pemeriksaan, tantara dengan PTSD  yang berkunjung ke dokter sebanyak satu hingga 15 kali memiliki risiko yang hampir dua kali lipat lebih tinggi terhadap hipertensi selama empat tahun terakhir daripada para tantara yang tidak didiagonisis PTSD.

Sedangkan yang melakukan kunjungan lebih dari 15 kali memiliki risiko lebih dari dua kali lipat terhadap kondisi tersebut.

Bagaimana post-traumatic stress disorder memicu hipertensi?

hipertensi sekunder

Dr. Stewart, salah satu dari tim menjelaskan bahwa cedera dan post-traumatic stress disorder memiliki peran yang hampir serupa.

Saat seseorang mengalami cedera dengan luka yang cukup parah, tubuh pun mengalami respons peradangan yang sangat besar dan butuh waktu yang lama untuk mengembalikannya pada kondisi normal.

Pada orang-orang yang mengalami gangguan stres, tingkat penanda peradangan yang muncul lebih tinggi. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh yang bisa berujung pada meningkatnya risiko hipertensi.

Teori lainnya, tubuh akan menghasilkan gelombang hormon ketika seseorang berada dalam situasi yang membuatnya stres. Dalam hal ini, orang-orang yang mengalami PTSD rentan akan serangan panik setiap teringat dengan hal-hal yang membuatnya trauma.

Pada saat itulah hormon yang dihasilkan akan membuat pembuluh darah menyempit serta membuat jantung berdetak lebih cepat.

Proses ini yang nantinya akan meningkatkan tekanan darah. Jika gejala post-traumatic stress disorder seperti serangan panik terus terjadi, tekanan darah yang selalu tinggi inilah yang memicu risiko hipertensi.

Risiko hipertensi dari PTSD juga ditemukan pada perempuan

stres ibu rumah tangga

Tidak hanya pada veteran perang, ternyata kemungkinan post-traumatic stress disorder yang bisa memicu hipertensi juga ditemukan pada sekelompok suster perempuan di Amerika Serikat.

Dari 2,709 suster yang tidak memiliki masalah dengan tekanan darah dan jantung, 925 wanita mulai menunjukkan adanya pertanda hipertensi setelah peristiwa traumatis terjadi.

Peneliti percaya bahwa gejala PTSD seperti gangguan pada pikiran, intuisi untuk langsung menghindar dari hal pengingat trauma, dan kewaspadaan yang berlebihan mungkin mendorong pada peningkatan aktivitas kardiovaskular yang bisa berujung pada hipertensi.

Meski demikian, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar melihat hubungan sebab-akibat secara langsung dari dampak PTSD terhadap tekanan darah tinggi.

Selain itu, peneliti juga perlu mengamati apakah usaha untuk mengurangi ketakutan pasca trauma dapat memperbaiki kesehatan tekanan darah pasien PTSD.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers Februari 12, 2020

5 Gangguan Kejiwaan Ini Bisa Membuat Penderitanya Tidur Berlebihan

Beberapa jenis gangguan jiwa bisa membuat Anda terjaga semalaman, tapi ada pula yang justru membuat Anda tidur berlebihan. Apa saja contohnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Gangguan Tidur November 19, 2019

4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hipertensi, Health Centers November 15, 2019

Menguak Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi Paru yang Umum

Penyebab hipertensi paru beragam dan umumnya dipicu oleh penyakit tertentu. Lantas, apa saja penyakit itu dan apa saja jenis hipertensi paru?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hipertensi, Health Centers September 6, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 14, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020
Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 22, 2020