Stres dan Cemas Berlebihan Bisa Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah mendengar bahwa respons emosional, seperti stres dan cemas, berhubungan dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Stres dan cemas disebut-sebut bisa menyebabkan hipertensi. Selain itu, kondisi penderita hipertensi juga disebut-sebut bisa semakin parah bila mengalami stres dan cemas. Benarkah hal tersebut? Bagaimana penjelasan medisnya soal hal ini?

Apa hubungan antara stres dan cemas dengan tekanan darah?

Stres merupakan suatu perasaan yang tegang dan tertekan secara emosional dan fisik. Kondisi ini bisa terjadi karena peristiwa atau pemikiran tertentu yang membuat Anda frustasi, marah, atau gugup.

Stres juga bisa berlanjut meski peristwa yang menyebabkan stres hilang. Kondisi ini yang kemudian disebut dengan kecemasan atau cemas.

Dilansir dari MedlinePlus, stres merupakan reaksi tubuh terhadap suatu ancaman, tantangan, tuntutan, atau permintaan tertentu. Reaksi ini bisa bersifat positif, seperti membantu Anda menghindari ancaman yang berbahaya atau mendorong Anda untuk mencapai target tertentu yang menantang.

Namun, stres dan cemas juga bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik Anda, termasuk pada kenaikan tekanan darah. Lalu, bagaimana stres bisa memengaruhi tekanan darah?

Jantung dan pembuluh darah merupakan dua elemen penting dalam menyediakan nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Namun, aktivitas kedua elemen ini juga terhubung dengan respon tubuh terhadap stres.

Saat stres terjadi, tubuh Anda melepaskan hormon stres, yaitu adrenalin, kortisol, dan norepinefrin, yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan kontraksi otot jantung yang lebih kuat.

Selain itu, pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung pun melebar sehingga meningkatkan jumlah darah yang dipompa. Adapun peningkatan jumlah darah dapat pula meningkatkan tekanan darah pada seseorang.

Dilansir dari Mayo Clinic, pelepasan hormon stres, terutama kortisol, pun dapat meningkatkan gula (glukosa) dalam aliran darah. Hal ini juga berperan dalam kenaikan tekanan darah pada seseorang.

Meski demikian, respons tubuh akibat stres ini hanya berlangsung sementara. Detak jantung, pembuluh darah, dan tekanan darah Anda akan kembali normal setelah hormon stres tersebut menghilang. 

Apakah stres dan cemas bisa menyebabkan hipertensi jangka panjang?

Meski hanya terjadi sementara, stres dan cemas juga bisa menjadi salah satu penyebab hipertensi jangka panjang. Hal ini terjadi bila stres dan rasa cemas yang Anda rasakan terus menerus terjadi dan pada waktu yang lama. Kondisi ini disebut juga dengan stres kronis.

Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan oleh State Medical Society of Wisconsin menyebut, stres tidak langsung menyebabkan hipertensi. Namun, hal ini bisa terjadi bila Anda mengalami kenaikan tekanan darah secara berulang akibat stres.

Selain itu, hipertensi juga bisa terjadi bila Anda memiliki lebih dari satu faktor penyebab stres. Adapun faktor-faktor penyebab stres yang bisa memengaruhi tekanan darah berupa, pekerjaan, lingkungan sosial, hipertensi jas putih, ras, atau tekanan emosional. Selain itu, stres karena kurang tidur juga bisa menyebabkan hipertensi.

Di sisi lain, stres dan cemas juga bisa menimbulkan kebiasaan yang buruk, yang juga akan memengaruhi tekanan darah. Biasanya, saat stres, seseorang kerap melampiaskannya dengan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Adapun hal-hal tersebut merupakan faktor risiko dan penyebab hipertensi yang paling umum terjadi, terutama pada jenis hipertensi esensial atau primer.

Selain itu, beberapa obat untuk mengobati kecemasan dan kondisi kesehatan mental lain, seperti obat antidepresan SNRI juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

Kemungkinan dapat menyebabkan pembuluh darah rusak

Naiknya tekanan darah secara tiba-tiba dan berlangsung lama akibat stres bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada pembuluh darah dan jantung. Pasalnya, hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh Anda bisa merusak pembuluh darah dan memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras.

Bila berlangsung dalam waktu yang lama, tekanan darah tinggi yang Anda derita bisa semakin parah dan Anda mungkin akan mulai merasakan berbagai gejala hipertensi, seperti sakit kepala, nyeri dada, dan lainnya. Bila sudah mengalami hal tersebut, Anda pun mungkin memerlukan obat darah tinggi untuk mengatasinya.

Pembuluh darah yang rusak akibat stres pun membuat Anda lebih berisiko mengalami komplikasi hipertensi, seperti penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda untuk menghindari stres. Bila stres terjadi pada Anda, sebaiknya segera mencari cara sehat untuk meredakannya agar tidak menyebabkan hipertensi, seperti meditasi, mendengarkan musik, atau melakukan hobi Anda.

Anda pun perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk membantu mencegah hipertensi karena faktor lainnya, seperti diet hipertensi, olahraga secara rutin, tidak merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit