Aldosteron

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu aldosteron?

Tes aldosteron digunakan untuk mengukur tingkat aldosteron (hormon yang dibuat oleh kelenjar adrenal) dalam darah. Aldosteron berperan dalam mengatur tingkat natrium dan kalium dalam tubuh. Dengan adanya aldosteron, tekanan darah serta keseimbangan cairan dan elektrolit dalam darah dapat terjaga.

Hormon ginjal, renin, merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan aldosteron.  Kenaikan kadar aldosteron dan renin yang tinggi dapat terjadi ketika tubuh sedang mencoba untuk menghemat cairan dan garam (natrium). Berbeda halnya ketika ada tumor, tingkat aldosteron akan tinggi sementara tingkat renin akan rendah.

Kapan saya harus menjalani aldosteron?

Tes ini dapat dilakukan apabila:

  • terdapat gangguan cairan dan elektrolit
  • kesulitan dalam mengontrol tekanan darah
  • tekanan darah rendah setelah berdiri (orthostatic hypotension)

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani aldosteron?

Pada dasarnya, kadar aldosteron dalam sampel darah dapat berubah tergantung posisi Anda ketika darah diambil. Untuk menghindarinya, dokter mungkin akan melakukan tes urin (24 jam) dan bukan tes darah.Apabila Anda memiliki kelenjar adrenal yang terlalu aktif atau kelainan pertumbuhan adrenal, kadar potasium juga dapat diuji.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani aldosteron?

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini. Namun, apabila Anda menjalani serangkaian tes aldosteron dalam darah, dokter akan memberi instruksi sebagai berikut:

  • konsumsi makanan dengan jumlah natrium normal (2.300 mg per hari) selama 2 minggu sebelum tes. Hindari makanan yang sangat asin, seperti daging bakon, sup dan sayuran kaleng, buah zaitun, kaldu, kecap, dan makanan ringan seperti keripik kentang atau pretzel. Apabila Anda sedang menjalani diet rendah garam, pastikan Anda memberit ahu dokter karena diet rendah garam bisa meningkatkan kadar aldosteron
  • hindari konsumsi black licorice (akar manis) selama 2 minggu sebelum tes

Selain itu, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi, baik yang menurut resep dokter atau tidak. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi hasil temuan lab.

Bagaimana proses aldosteron?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani aldosteron?

Setelah menjalani tes, Anda dapat kembali pulang. Biasanya, hasil tes akan keluar dalam 2 sampai 5 hari. Anda akan diberi instruksi lebih lanjut oleh dokter. Tes aldosteron sering dilakukan bersama dengan tes lain, seperti tes renin. Biasanya, tes dilakukan untuk mendiagnosis kelebihan maupun kekurangan produksi aldosteron.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Kadar aldosteron dalam sampel darah dapat berubah tergantung posisi Anda ketika darah diambil. Kadar aldosteron darah akan lebih tinggi jika Anda berdiri atau duduk selama 2 jam sebelum tes.

Normal:

Kisaran normal untuk tes darah aldosteron  dapat bervariasi tergantung laboratorium yang Anda pilih. Kisaran yang tertulis disini merupakan gambaran rentang hasil yang dapat diterima. Dokter akan memeriksa hasil tes dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil tes. Diskusikan dengan dokter apabila ada pertanyaan seputar hasil tes Anda.

Aldosteron dalam darah
 Anak-anakRemajaDewasa
Posisi berdiri atau duduk

5–80 nanogram per desiliter (ng/dL) atau 0.14–2.22nmol/L

4–48 ng/dL atau 0.11–1.33 nmol/L7–30 ng/dL atau 0.19–0.83 nmol/L
Posisi berbaring3–35 ng/dL atau 0.08–0.97 nmol/L2–22 ng/dL atau 0.06–0.61 nmol/L3–16 ng/dL atau 0.08–0.44 nmol/L

Pertumbuhan berlebih dari sel-sel normal di kelenjar adrenal (disebut hiperplasia adrenal) atau tumor kelenjar adrenal memengaruhi kelenjar adrenal dan menyebabkan kondisi yang disebut aldosteronisme primer. Penyakit tertentu seperti gagal jantung, sirosis, atau penyakit ginjal juga dapat menyebabkan kadar aldosteron tinggi. Namun keadaan ini merupakan respon normal dari kelenjar adrenal. Penyakit ini menyebabkan aldosteronisme sekunder.

Tingkat Aldosteron dan Renin
AldosteronRenin
Hiperaldosteronisme Primer (Conn’s syndrome)TinggiRendah
Hiperaldosteronisme SekunderTinggiTinggi

Abnormal

Indeks naik

Peningkatan kadar aldosteron disebabkan oleh:

  • tumor pada kelenjar adrenal (Conn’s syndrome)
  • penyakit ginjal
  • penyakit hati
  • gagal jantung
  • dehidrasi
  • preeklampsia (tekanan darah tinggi pada masa kehamilan)

Gejala tingkat aldosteron tinggi di antaranya tekanan darah tinggi, kram dan lemah otot, mati rasa atau kesemutan pada tangan, dan rendahnya tingkat kalium dalam darah.

Indeks turun

Penyakit Addison dan beberapa jenis penyakit ginjal dapat menyebabkan kadar aldosteron menjadi rendah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit