Apakah Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kurang tidur adalah masalah yang sering dikeluhkan banyak orang. Kondisi ini bisa terjadi ketika Anda lembur bekerja atau karena faktor lainnya. Namun, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan. Kondisi ini disebut-sebut dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga berisiko menyebabkan hipertensi. Benarkah demikian? Mengapa kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi?

Alasan kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi

Tidur merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap orang. Dengan tidur, tubuh Anda beristirahat dan memulihkan energi agar siap untuk berakivitas keesokan harinya.

Namun, agar mendapat manfaat tersebut, Anda perlu memiliki tidur yang cukup dan berkualitas. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam dalam semalam setiap harinya. Bila kurang dari waktu tersebut, risiko munculnya penyakit akan semakin mudah.

Salah satu kondisi kesehatan yang bisa muncul karena kurang tidur adalah hipertensi. Bahkan, bagi yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kurang tidur bisa menyebabkan kondisinya semakin parah, sehingga gejala hipertensi bisa mungkin muncul.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut, seseorang yang tidurnya kurang dari tujuh jam dalam semalam berisiko lebih besar mengalami hipertensi. Pasalnya, selama tidur, tekanan darah cenderung menurun. Adapun bila memiliki tidur yang bermasalah dan kurang, tekanan darahnya akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Kurang tidur menyebabkan stres

jam tidur setelah melahirkan

Kurang tidur juga bisa menyebabkan stres. Adapun stres merupakan salah satu penyebab hipertensi yang umum terjadi.

Sebuah studi yang dilakukan Sleep Medicine Institute dari University of Pittsburgh menemukan bahwa stres dapat memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung Anda. Stres karena kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 10 poin. Fakta ini ditemukan setelah melakukan penelitian yang melibatkan 20 orang dewasa yang sehat.

Kondisi ini bisa terjadi karena, saat Anda kurang tidur, kemampuan tubuh Anda dalam mengatur hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin, menjadi berkurang. Pada akhirnya, hal ini bisa menyebabkan produksi hormon stres yang berlebih pada tubuh.

Hormon stres, yaitu adernalin dan kortisol, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Saat diproduksi secara berlebih, hormon adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung, sedangkan hormon kortisol dapat meningkatkan gula atau glukosa dalam darah Anda. Adapun kedua kondisi tersebut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah akibat stres karena kurang tidur ini memang hanya terjadi sementara. Ketika tidur Anda sudah kembali berkualitas, tekanan darah Anda bisa kembali ke kondisi yang normal. 

Namun, stres yang kronis bisa menimbulkan kondisi yang serius. Begitupun bila kondisi kurang tidur Anda sudah parah. Kurang tidur yang terus menerus terjadi dan dalam waktu yang lama bisa meningkatkan tekanan darah secara permanen dan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Adapun bagi yang telah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kondisi ini bisa memperburuk hipertensi Anda dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi hipertensi

Oleh karena itu, bila Anda mengalami kurang tidur, sebaiknya Anda segera mencari tahu penyebabnya. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk dapat mengatasi kondisi tersebut sehingga Anda pun dapat mencegah hipertensi terjadi.

Berbagai masalah tidur yang bisa menyebabkan darah tinggi

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan kurang tidur, hingga menimbulkan tekanan darah tinggi. Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Berikut adalah penyebab yang mungkin terjadi:

1. Obstructive sleep apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas beberapa saat ketika tidur. Ini merupakan gangguan tidur yang serius. Gangguan ini dapat terjadi sampai 30 kali dalam satu jam, saat Anda tidur pada malam hari. Akibatnya, kualitas tidur Anda menjadi buruk dan waktu tidur Anda menjadi kurang. Anda pun kurang berenergi dan produktif pada hari berikutnya.

Penelitian menunjukkan, orang yang mengidap obstructive sleep apnea ringan hingga sedang, memiliki risiko tinggi terkena diabtes dan hipertensi. Pada hipertensi, umumnya kondisi ini disebut dengan hipertensi sekunder, yaitu jenis hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Jika tak diobati, OSA dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, gagal jantung, serta serangan jantung pada kemudian hari.

Gangguan ini biasanya memengaruhi orang paruh baya. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada siapapun di segala usia, terutama orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Insomnia

insomnia tanda hamil muda

Kondisi lain yang bisa menyebabkan seseorang kurang tidur dan berakibat pada darah tinggi adalah insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit untuk tertidur atau bangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur.

Insomnia umumnya disebabkan oleh kondisi kejiwaan atau medis tertentu, kebiasaan tidur yang buruk, mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein, atau merokok.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan insomnia kronis berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Penelitian ini melibatkan 200 orang dengan insomnia kronis (terjadilebih dari enam bulan) dan hampir 100 orang yang tidak mengalami insomnia.

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa seseorang dengan insomnia kronis, yang membutuhkan waktu lebih dari 14 menit untuk tertidur, memiliki risiko tiga kali lipat terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki tidur normal. Namun, studi ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Gangguan tidur ini bisa terjadi pada siapapun. Namun, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada wanita karena siklus menstruasi atau menopause, berusia di atas 60 tahun, memiliki gangguan mental atau kondisi medis fisik tertentu, stres, dan bekerja pada malam hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Hipertensi dan atrial fibrilasi berhubungan erat terhadap kualitas kesehatan. Cari tahu langkah cerdas bagaimana cara mencegah hipertensi dan dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi
Hipertensi, Kesehatan Jantung 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Mendengarkan Suara Hujan Bikin Mengantuk?

Saat hujan, paling enak memang tidur di balik selimut. Apalagi sambil mendengarkan suara hujan. Tapi kenapa, sih, suara hujan itu enak didengar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit