Berbagai Penyebab Hipertensi yang Harus Anda Ketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Kasus hipertensi di seluruh dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, begitu ungkap laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tren ini pun juga tercermin di Indonesia. Data teranyar Riskesdas Kemenkes menunjukkan bahwa kasus hipertensi di Tanah Air meningkat dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1 persen pada akhir tahun 2018. Namun, bukan berarti hipertensi sama sekali tidak bisa dicegah. Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini di masa depan dengan mengetahui berbagai penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Beda penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi primer dan sekunder

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi jika hasil tes memperlihatkan tensi lebih tinggi dari 140/90 mmHg.

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis hipertensi atau tekanan darah tinggi yang ada, yaitu hipertensi primer dan sekunder.

Penyebab hipertensi primer

Hipertensi primer (esensial) adalah kondisi tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebab spesifiknya. Sebanyak 95 persen orang yang punya tensi tinggi termasuk dalam kategori ini. Kebanyakan orang yang memiliki hipertensi jenis ini tidak akan merasakan gejala yang berarti.

Hipertensi primer dapat dialami oleh semua kalangan usia, tapi paling sering terjadi pada usia paruh baya. Para ahli menduga bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab utama hipertensi primer. Namun, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi penyebab dan faktor risiko hipertensi ini. Di antaranya:

1. Kebanyakan makan garam

manfaat garam

Garam adalah faktor utama penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi yang berasal dari luar tubuh. Memang, apa hubungan antara garam dan penyebab hipertensi?

Garam tidak sepenuhnya jahat. Namun jika porsinya berlebihan, garam dapat menyebabkan penumpukan natrium alami dalam tubuh. Kelebihan natrium ini akan memberatkan kerja ginjal untuk membuang sisa cairan limbah dalam tubuh. Akibatnya, terjadilah retensi cairan yang dapat menjadi penyebab tekanan darah meningkat dalam pembuluh, sehingga hipertensi berisiko muncul.

Terlalu banyak makan garam juga lama-lama akan menyebabkan dinding arteri melemah. Sementara di waktu yang bersamaan sekaligus menyebabkan penumpukan plak dalam dinding pembuluh arteri. Arteri yang melemah ini akan jadi semakin sempit, yang membuat tekanan darah pun makin naik dan menjadi penyebab hipertensi.

Asupan garam tidak hanya berasal dari tambahan garam meja atau garam masak saja. Garam atau natrium yang berisiko menjadi penyebab hipertensi dapat ditemukan dalam bentuk lain, misalnya dalam makanan kemasan, makanan cepat saji (fast food), dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, kebanyakan orang yang ingin mencegah atau berisiko hipertensi akan disarankan dokter untuk membatasi asupan garamnya. Salah satu langkahnya adalah menghindari makanan-makanan penyebab hipertensi tersebut.

Penelitian yang dimuat dalam  Journal of Human Hypertension tahun 2002 menyatakan, mengurangi porsi garam (dalam bentuk apa pun) dari 10 gram menjadi 6 gram per hari menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Mengurangi garam juga dapat menurunkan risiko kematian akibat stroke hingga 14% dan 9 persen risiko kematian akibat penyakit jantung koroner dari komplikasi hipertensi.

Bahkan meski sudah terkena dan sudah rutin minum obat penurun tensi, pengidap hipertensi juga tetap harus mengurangi asupan garamnya agar terhindar dari penyebab komplikasi hipertensi.

2. Stres

krisis identitas

Kata orang, stres berkepanjangan dapat menjadi penyebab hipertensi. Ternyata anggapan ini bukan mitos belaka.

Stres memang membuat tensi darah Anda meningkat sebesar 30-40% dari hitungan normalnya. Sebab saat stres otak melepaskan hormon kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung. Hormon-hormon ini juga menyempitkan diameter pembuluh darah.

Efek peningkatan tensi akibat stres cenderung terjadi sementara. Namun, tekanan darah yang meningkat secara tiba-tiba meski hanya sebentar tetap saja berbahaya. Bahkan sama bahayanya dengan tekanan darah tinggi kronis yang bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, gangguan jantung, dan penyakit ginjal.

Terlebih, stres yang dibiarkan terus dapat memicu perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Stres seringkali membuat Anda “ngidam” merokok, minum-minuman keras, atau bahkan makan berlebihan. Nah, pada akhirnya hal-hal tersebutlah yang menjadi penyebab tensi semakin naik dan gejala hipertensi pun muncul.

Jadi jika Anda merasa stres atau cemas setiap hari, sebaiknya mulai cari cara yang sehat untuk melampiaskan penat agar terhindar dari risiko serta penyebab hipertensi.

3. Malas gerak

Apa benar orang malas cenderung iq tinggi?

Malas gerak alias mager merupakan penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi yang sering dianggap remeh. Detak jantung dari orang yang mager biasanya cenderung cepat. Ini menjadi penyebab jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah, yang akhirnya berimbas pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi.

Jadi, jangan lagi beralasan tidak punya waktu untuk olahraga kalau ingin menghindari hipertensi. Mulai olahraga itu sebenarnya mudah. Tidak perlu langsung memilih olahraga yang berat-berat, kok!

Mulai perlahan dengan olahraga ringan, yang penting teratur setiap hari. Misalnya, jalan kaki, naik-turun tangga saat di kampus atau kantor ketimbang naik eskalator atau lift. Sewaktu jalan-jalan di mal, jangan hanya diam di eskalator. Panjat tangganya seolah Anda naik tangga biasa.

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur telah lama diketahui efektif untuk menjaga tensi darah tetap stabil. Pada akhirnya, rutin berolahraga membantu menjauhkan Anda dari penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi.

4. Obesitas

bahaya obesitas

Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Bahkan kedua hal ini dinilai sebagai penyebab hipertensi yang paling sering terjadi.

Anda tergolong kelebihan berat badan kalau indeks massa tubuh Anda di atas 23. Sedangkan Anda tergolong obesitas kalau indeks massa tubuh Anda di atas 25. Cek dulu berapa indeks massa tubuh Anda dengan kalkulator IMT di sini. Tingginya angka IMT Anda dapat menjadi indikator penyebab hipertensi. Bagaimana bisa?

Semakin berat massa tubuh Anda, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini tentu menjadi penyebab kerja jantung lebih keras dari biasanya, sehingga tekanan darah lama-lama akan naik dan hipertensi pun tidak dapat dihindari.

5. Merokok

Merokok juga merupakan salah satu penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi yang paling umum. Hal ini tidak lagi mengagetkan karena peringatannya sudah tertera secara terang-terangan pada setiap bungkus rokok, bahwa rokok adalah penyebab hipertensi.

Rokok sudah terbukti dapat membuat tekanan darah langsung meningkat tajam setelah isapan pertama. Khususnya tekanan darah sistolik meningkat jadi sebanyak 4 milimeter air raksa (mmHg).

Ini karena kandungan zat-zat berbahaya di dalamnya, seperti nikotin, dapat memicu terjadinya vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah. Apabila pembuluh darah menyempit, tekanan darah pun dapat meningkat.

Pada akhirnya, peningkatan tekanan darah akibat rokok akan menjadi penyebab kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah penderita hipertensi. Perokok aktif yang punya tensi tinggi berisiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular terkait komplikasi hipertensi. Sebut saja stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Risiko komplikasi ini bahkan tetap lebih tinggi ketika dibandingkan dengan pengidap hipertensi kronis yang tidak merokok. Maka dari itu, ayo berhenti merokok dari sekarang!

6. Minum minuman keras

manfaat alkohol dan minuman keras

Penyebab lain dari hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah miras. Berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan minum miras berlebihan dalam jangka panjang dapat menyumbang peningkatan risiko hipertensi.

Jika Anda sudah terdiagnosis punya tensi tinggi dari awal, kebiasaan “minum-minum” dapat memperburuk gejalanya.

Bagaimana alkohol bisa menjadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi? Alkohol dapat menyempitkan pembuluh darah jika dikonsumsi secara berulang dalam dosis tinggi. Lama-kelamaan, menenggak miras berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan organ vital lain yang memengaruhi tekanan darah.

Agar tensi bisa tetap dalam rentang normal dan terhindar dari faktor risiko penyebab hipertensi, konsumsilah miras sewajarnya. Mengurangi konsumsi alkohol dilaporkan membantu menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 3 mmHg.

Pria dan wanita dewasa yang sehat (tidak berisiko dan tidak punya penyakit apa pun) dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari tiga unit alkohol dalam sehari. Namun, batasan ini tidak boleh diartikan “bisa diminum setiap hari” atau “boleh diminum sekaligus dalam satu hari”.

Maksimal batas yang dibolehkan dalam seminggu adalah empat belas unit alkohol. Berilah jeda 2-3 hari di antaranya mana Anda tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Penyebab hipertensi sekunder

Dalam beberapa kasus, masalah medis lain yang sudah lebih dulu menyerang bisa jadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini dinamakan dengan hipertensi sekunder. Penggunaan obat-obatan tertentu juga berpotensi menjadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi jenis sekunder.

Hipertensi sekunder cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat menjadi penyebab tekanan darah melonjak lebih tinggi dibanding hipertensi primer.

Berikut beberapa kondisi dan obat-obatan yang bisa jadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi sekunder:

1. Sleep apnea

efek obat tidur alami susah tidur obat tidur apotek

Gangguan pernapasan saat tidur, atau yang dikenal dengan obstructive sleep apnea, menyebabkan napas Anda berhenti untuk sementara.

Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami penurunan kadar oksigen di dalam darah. Apabila hal ini terjadi, fungsi jantung dan pembuluh darah dapat terganggu, sehingga tekanan darah pun meningkat.

Tidak hanya menyebabkan tekanan darah naik, sleep apnea juga meningkatkan risiko Anda mengalami serangan jantung, stroke, dan detak jantung tidak beraturan (palpitasi).

2. Masalah ginjal

gejala ginjal bermasalah

Ternyata, ginjal yang bermasalah juga dapat menjadi penyebab tekanan darah Anda tinggi. Kondisi ini biasanya disebut dengan hipertensi renal. Bagaimana bisa masalah ginjal menjadi penyebab hipertensi?

Hipertensi akibat masalah ginjal terjadi ketika pembuluh darah pada ginjal menyempit (stenosis).

Ketika ginjal tidak mendapatkan asupan darah yang cukup, ginjal akan mengira tubuh Anda mengalami dehidrasi. Maka itu, ginjal merespon dengan melepas hormon yang memicu tubuh untuk menahan garam dan air pada tubuh.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan cairan berlebih pada pembuluh darah, sehingga menjadi penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Penyempitan pembuluh darah pada arteri ginjal biasanya disebabkan oleh atheroscleroris, atau pengerasan arteri. Penyakit ini juga umumnya menjadi penyebab serangan jantung dan stroke. Akan tetapi, penyebab dari pengerasan arteri sendiri masih belum diketahui.

3. Adanya tumor pada kelenjar adrenal

cara mengobati sakit perut setelah makan pedas

Salah satu penyebab hipertensi lainnya adalah kelainan pada kelenjar adrenal Anda. Kelenjar adrenal adalah organ kecil yang terletak di dekat ginjal Anda. Fungsi kelenjar tersebut adalah memproduksi aldosteron, epinephrine, dan norepinephrine, yaitu hormon-hormon yang berperan dalam mengatur tekanan darah.

Jika terdapat tumor, kelenjar adrenal akan memproduksi hormon lebih banyak. Peningkatan hormon tersebut berpotensi menjadi penyebab melonjaknya tekanan darah Anda, sehingga hipertensi dapat terjadi.

Selain itu, Anda juga mungkin akan merasakan tanda-tanda dan gejala lain, seperti pusing, keringat berlebih, detak jantung semakin cepat, serta mudah muncul memar pada beberapa bagian tubuh.

4. Masalah pada tiroid

jenis kanker tiroid

Menurut situs American Family Physician, kelenjar tiroid yang bermasalah juga sering kali dikaitkan sebagai penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sekitar 3% pasien penderita tekanan darah tinggi juga terkena penyakit hipotiroidisme.

Bagaimana bisa masalah tiroid menjadi penyebab hipertensi? Jadi, kelenjar tiroid adalah organ yang menghasilkan hormon-hormon pengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, berat badan, dan lain sebagainya.

Hipotiroidisme sendiri merupakan suatu kelainan di mana kelenjar tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup untuk tubuh.

Tidak hanya hipotiroidisme, produksi hormon berlebih pada tiroid atau hipertiroidisme juga ternyata berpotensi menjadi penyebab tekanan darah Anda menjadi tinggi dan hipertensi pun muncul.

5. Diabetes

cara cek gula darah di rumah

Penyakit lain yang dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi adalah diabetes melitus, yang juga mencakup diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestasional.

Tubuh penderita diabetes tidak memiliki insulin yang cukup untuk memproses gula di dalam tubuh, atau insulin yang terdapat di dalam tubuh mengalami kelainan.

Insulin sendiri adalah hormon yang membantu tubuh memproses gula dari makanan menjadi energi. Apabila insulin bermasalah, gula tidak dapat diproses oleh sel-sel tubuh, sehingga akan menumpuk di dalam pembuluh darah dan berisiko menjadi penyebab hipertensi.

Jika terjadi penumpukan gula di dalam darah, kemungkinan terjadi komplikasi kesehatan pun semakin besar, termasuk kerusakan pada pembuluh darah dan ginjal. Pembuluh darah dan ginjal yang rusak berpotensi menjadi penyebab kenaikan tekanan darah atau hipertensi.

Kondisi kesehatan lainnya yang dapat penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah:

  • Cacat bawaan di pembuluh darah
  • Obat-obatan tertentu, seperti pil KB, flu, dekongestan, pereda nyeri dan beberapa obat resep
  • Obat-obatan ilegal, seperti kokain dan amfetamin
  • Kehamilan

Faktor risiko yang menjadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi

Istilah “faktor risiko” itu sendiri sebetulnya bukan penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi secara langsung. Faktor risiko adalah kebiasaan, kondisi, dan hal-hal serupa yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit.

Oleh sebab itu, semakin banyak faktor risiko penyebab hipertensi yang Anda miliki, semakin besar pula peluang Anda kena tekanan darah tinggi.

Faktor risiko hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu yang tidak bisa diubah dan dapat diubah. Beberapa faktor risiko penyebab hipertensi yang tidak bisa diubah termasuk:

  • Usia. Semakin bertambah usia, pembuluh darah kita semakin kaku, tidak elastis lagi. Akibatnya, tekanan darah pun semakin meningkat. Meski tekanan darah tinggi paling umum pada orang dewasa, namun anak-anak juga berisiko. Penyebab hipertensi pada anak kebanyakan karena masalah dengan ginjal atau jantung. Namun, beberapa kebiasaan gaya hidup tak sehat juga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada anak.
  • Riwayat hipertensi dalam keluarga. Bila orangtua, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya punya tekanan darah tinggi, Anda jadi lebih berisiko terserang tekanan darah tinggi.
  • Jenis kelamin. Hingga mencapai usia 64 tahun, pria lebih rentan kena tekanan darah tinggi daripada wanita. Sedangkan pada usia 65 tahun ke atas, wanita yang lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi.

Sementara faktor risiko penyebab hipertensi yang masih bisa diubah termasuk:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Kurang gerak
  • Pola makan
  • Kecanduan alkohol
  • Stres
  • Merokok
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti NSAID, pil KB, obat flu, dan lain sebagainya

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 2, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca