Orang yang Punya Diabetes Harus Waspada Dengan Risiko Kena Hipertensi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mungkin Anda bertanya-tanya apa hubungannya diabetes alias kencing manis dengan hipertensi yang ditandai dengan tensi darah di atas 140/90 mmHG. Namun nyatanya, dua “penyakit” ini saling berhubungan erat, dan mungkin muncul secara bersamaan pada satu tubuh. Adanya diabetes menyebabkan hipertensi sulit diobati, sementara tekanan darah tinggi membuat dampak diabetes jadi lebih berbahaya. Mengapa diabetes dan hipertensi biasa terjadi bersamaan? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Kenapa diabetes dan hipertensi bisa muncul bersamaan?

Gula darah tinggi adalah biang dari berbagai macam penyakit kronis, termasuk hipertensi. Jika Anda menderita diabetes dan Anda tidak mengontrol penyakit Anda, Anda lebih mungkin untuk mengalami tekanan darah tinggi. Kenapa?

Diabetes yang terus dibiarkan tanpa pengobatan lama-lama menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan peningkatan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak ini dapat meningkatkan risiko pembuluh darah menyempit karena tersumbat hingga akhirnya mengeras. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Aliran darah yang kencang dari jantung jadi terhambat karema tidak semuanya bisa melewati pembuluh yang sempit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah. Inilah yang menyebabkan tekanan darah lama-lama meningkat kalau Anda punya diabetes.

Efek resistensi insulin akibat diabetes itu sendiri juga dapat menyebabkan hipertensi. Resistensi insulin membuat tubuh tidak merespon hormon insulin dengan baik, sehingga gagal menyerap gula dalam darah (glukosa) untuk dijadikan energi atau simpanan lemak. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan lemak tubuh. Penumpukan lemak dalam tubuh bisa mengganggu kerja sistem saraf, termasuk sinyal yang mengatur tekanan darah.

Selain itu, resistensi insulin memicu ketidakseimbangan kadar garam dan kalium yang menyebabkan peningkatan volume cairan tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan penyempitan arteri, yang lama-lama menaikkan tekanan darah hingga berisiko hipertensi.

Diabetes dan hipertensi penyebabnya sama

Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah dua “penyakit” dengan faktor risiko utama yang kurang lebih sama, yaitu pola makan buruk, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan minum minuman keras berlebihan. Terlebih, data telah menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih dari satu bungkus rokok sehari lebih mungkin untuk minum miras dibanding mereka yang tidak merokok.

Semua elemen dari gaya tidak hidup sehat ini sama-sama membuat pembuluh darah menyempit dan jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah. Gaya hidup tidak sehat juga dapat mengacaukan produksi hormon dan enzim tubuh, termasuk produksi insulin. Padahal, insulin juga berperan penting untuk membantu mengatur tekanan darah. 

Maka, tak heran jika risiko Anda untuk mengalami hipertensi meningkat kalau diabetes Anda tidak ditangani dengan baik. Begitu juga sebaliknya. Tekanan darah tinggi juga bisa memicu/memperburuk diabetes. 

Diabetes dan tekanan darah tinggi bisa makin parah dengan sendirinya

Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkendali pada diabetesi dapat berpotensi bahaya, termasuk kerusakan pembuluh darah kapiler. Kerusakan kapiler bisa mengganggu kerja ginjal untuk mengatur tekanan darah, yang mana akan meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

Di sisi lain, orang yang punya tekanan darah tinggi juga dapat berisiko mengalami diabetes karena peningkatan tensi bisa memengaruhi produksi insulin dari pankreas. Kerusakan pankreas dan hormon insulin yang tidak bekerja dengan baik dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak gula darah. Peningkatan gula darah berlebihan berisiko menimbulkan gejala diabetes.  

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, peluang Anda untuk mengalami resistensi insulin bisa mencapai 50 persen. Resistensi insulin adalah kondisi yang umum ditunjukkan oleh orang-orang diabetes.

Seberapa umum hipertensi pada penderita diabetes?

Data besar dari studi pada diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa:

  • 5% dari pasien diabetes memiliki tekanan darah tinggi dalam 10 tahun
  • 33% memiliki tekanan darah tinggi dalam 20 tahun
  • 70% memiliki tekanan darah tinggi pada usia 40

Dalam penelitian diabetes tipe 2, data menunjukkan bahwa hampir 75% dari pasien dengan masalah ginjal (komplikasi umum) juga memiliki tekanan darah tinggi. Lalu, pada pasien dengan diabetes tipe 2 tapi yang tidak ada masalah ginjal, tingkat risiko mengalami tekanan darah tinggi adalah sekitar 40%. Jadi, secara keseluruhan jika dirata-ratakan, penderita diabetes di semua rentang usia  sekitar 35% juga memiliki tekanan darah tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca