Apa Saja Manfaat dari Rutin Cek Tekanan Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu dari penyebab kematian tertinggi di dunia. Diperkirakan terdapat 1,13 miliar orang yang menderita kondisi ini. Bahkan, hanya 1 dari 5 penderita hipertensi yang dapat mengatasi serta menjaga tekanan darah normal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mulai rutin melakukan pengecekan tekanan darah agar mendapatkan manfaat yang lebih. Lantas, apa saja manfaat dan pentingnya cek tekanan darah secara rutin untuk kesehatan Anda?

Seberapa penting mengecek tekanan darah Anda?

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer alias pembunuh diam-diam. Pasalnya, hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala pada penderitanya, tetapi bisa berujung fatal.

Menurut data World Hypertension League (WHL), lebih dari 50% penduduk di seluruh dunia (jumlahnya kira-kira 1 miliar) tak menyadari bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi.

Banyak orang yang jarang mengecek tekanan darah, sehingga tak tahu bahwa dirinya memiliki hipertensi. Bahkan, tidak sedikit pula yang belum menyadari pentingnya manfaat cek tekanan darah dalam tubuh kita.

Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar pula peluang Anda untuk terserang berbagai macam penyakit dan masalah kesehatan. Jika tekanan darah Anda meningkat, pembuluh arteri dan jantung Anda akan menegang.

Seiring dengan berjalannya waktu, ketegangan tersebut dapat mengakibatkan pembuluh darah menebal dan melemah. Hal ini menyebabkan pembuluh darah semakin sempit, sehingga darah pun lebih mudah menggumpal.

Penggumpalan darah berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi hipertensi, seperti serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, demensia, dan gangguan kesehatan lainnya.

Bahkan, dalam kasus yang jarang terjadi, pembuluh darah yang melemah dan terlalu tegang mungkin dapat pecah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kematian.

Rutin mengecek tekanan darah sangatlah penting

Melakukan cek tekanan darah dengan rutin adalah hal yang harus dilakukan setiap orang. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan manfaat, yaitu mengetahui kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda, dari hasil cek tekanan darah.

Memiliki tekanan darah normal menandakan bahwa jantung mampu memberikan suplai darah yang berisi oksigen dan makanan, ke semua organ tubuh dengan baik.

Ketika Anda cek tekanan darah, akan ada dua angka yang tertera pada hasil, yaitu sistolik yang ada di atas dan diastolik yaitu angka di bagian bawah.

  • Sistolik adalah tekanan yang dihasilkan ketika jantung berkontraksi dan mendorong darah ke pembuluh arteri. Saat ini terjadi, darah akan mengalir ke seluruh bagian tubuh.
  • Diastolik adalah tekanan yang terjadi ketika jantung beristirahat. Ketika beristirahat, jantung akan mendapatkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru.

Hasil cek tekanan darah sistolik maupun diastolik harus dipastikan dalam kisaran angka yang normal, jika tidak maka menandakan bahwa jantung Anda bekerja terlalu keras atau bahkan melambat.

Apa saja manfaat dari cek tekanan darah?

Dengan rutin mengukur tekanan darah, baik dilakukan sendiri di rumah maupun di pusat layanan kesehatan, Anda akan mendapatkan manfaat-manfaat berikut:

1. Mendeteksi adanya hipertensi

Manfaat pertama dari cek tekanan darah adalah membantu Anda mendeteksi adanya kemungkinan atau risiko hipertensi.

Anda dapat melakukan pengecekan di pusat layanan kesehatan terdekat. Namun, Anda juga bisa melakukan cek tekanan darah di rumah, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Menurut iHealth, dalam waktu 24 jam, setiap orang mengalami puncak kenaikan tekanan darah sebanyak 2 kali. Biasanya, tekanan darah akan meningkat pada pukul 6-8 pagi, serta pukul 5 sore hingga 8 malam. Tekanan darah akan naik sebanyak 30-50 mmHg selama jam-jam tersebut.

Pada jam-jam tersebut, umumnya pusat layanan kesehatan belum buka atau justru sudah tutup. Oleh karena itu, Anda dapat melakukan cek tekanan darah sendiri di rumah pada waktu tersebut agar manfaatnya lebih maksimal.

Manfaat dari cek tekanan darah sendiri pada jam-jam tersebut adalah membantu dokter melihat apakah Anda memiliki risiko prehipertensi atau hipertensi.

Lalu, seberapa sering Anda perlu cek tekanan darah? Jika Anda memang dinilai berisiko mengalami hipertensi, ada baiknya Anda melakukan cek tekanan darah sebanyak 2 kali seminggu. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahuinya lebih pasti sesuai dengan kondisi Anda.

2. Membedakan antara hipertensi dan sindrom jas putih

Beberapa orang mengalami kenaikan tekanan darah hanya pada saat-saat tertentu, misalnya ketika melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan karena merasa stres atau tertekan. Kondisi kenaikan tekanan darah ini bersifat sementara dan disebut dengan sindrom jas putih.

Pada kondisi ini, manfaat yang bisa diperoleh dari cek tekanan darah secara rutin adalah membedakan apakah peningkatan tekanan darah yang Anda alami termasuk dalam hipertensi atau hanya sindrom jas putih. Pasalnya, sindrom jas putih ditemukan pada 20% pasien yang terdiagnosis dengan hipertensi. Hal ini tentunya untuk menghindari tindakan medis serta pengobatan yang tidak perlu, yang justru membahayakan Anda.

3. Mengetahui tindakan atau pencegahan yang tepat

Terkadang, beberapa orang merasa tidak perlu mengecek tekanan darahnya karena tidak memiliki gejala hipertensi dan merasa tidak ada manfaat yang bisa diperoleh.

Padahal, manfaat dari melakukan cek tekanan darah adalah Anda dapat mengetahui tindakan serta pencegahan yang sesuai, serta terhindar dari komplikasi-komplikasi kesehatan. Hal ini sangat penting, terlebih lagi jika Anda sudah punya faktor-faktor risiko hipertensi.

Dalam kasus tertentu, apabila Anda mengalami gejala-gejala umum hipertensi, dokter mungkin akan segera meresepkan obat darah tinggi. Namun, diagnosis yang paling tepat biasanya dilakukan berdasarkan faktor-faktor eksternal, seperti tekanan di lingkungan kerja, atau penyakit tertentu.

Hasil cek tekanan darah secara rutin, terutama yang dilakukan sendiri di rumah, akan digabungkan dengan faktor-faktor tersebut. Manfaat yang akan Anda peroleh adalah, dokter dapat membuat diagnosis yang lebih akurat dari hasil cek tekanan darah tersebut.

Selain itu, apabila Anda memang sudah dinyatakan dokter menderita hipertensi, cek tekanan darah secara berkala akan membantu dokter mengetahui tindakan medis yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Dikutip dari situsĀ Harvard Medical School, orang-orang yang rutin cek tekanan darah di rumah lebih bisa mengontrol tekanan darahnya. Manfaat ini tentu tidak didapat jika Anda hanya cek tekanan darah saat ke dokter saja.

Anda dapat meminta bantuan dokter atau tenaga medis lainnya untuk memilih tensimeter atau alat cek tekanan darah yang paling sesuai, serta memberikan manfaat yang lebih untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Hipertensi dan atrial fibrilasi berhubungan erat terhadap kualitas kesehatan. Cari tahu langkah cerdas bagaimana cara mencegah hipertensi dan dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi
Hipertensi, Kesehatan Jantung 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal tensi normal tekanan darah rendah tekanan darah tinggi tekanan darah ibu hamil tekanan darah wanita tekanan darah berdasarkan usia

Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit