Apakah Saya Berisiko Hipertensi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tekanan darah yang naik di atas ambang normal sudah bisa dikategorikan sebagai prehipertensi, cikal bakal hipertensi. Risiko hipertensi paling tinggi dimiliki oleh orang dewasa berusia 40-70 tahun. Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Mulai dari angka tekanan darah 115/75 mmHg, risiko serangan jantung dan stroke meningkat dua kali lipat untuk setiap peningkatan angka sistolik hingga 20 poin  dan kenaikan 10 poin pada tekanan darah diastolik.

Siapa yang memiliki risiko hipertensi paling tinggi?

Hipertensi bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, termasuk juga anak dan remaja. Namun menurut rilis media Kementerian Kesehatan Mei 2017 lalu, hipertensi banyak terjadi pada umur 35-44 tahun (6,3%), umur 45-54 tahun (11,9%), dan umur 55-64 tahun (17,2%).

Orang dewasa paruh baya dan lanjut usia memang kelompok yang memiliki risiko hipertensi paling tinggi, tapi hipertensi tidak disebabkan oleh penuaan. Hipertensi paling umum dan paling sering disebabkan oleh suatu penyakit yang mendasari, misalnya kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes yang dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. Faktor risiko hipertensi tersebut lebih sering ditemukan pada orang dengan prehipertensi dibandingkan pada mereka yang memiliki tekanan darah normal.

Apakah ada cara mencegah agar saya tidak berisiko hipertensi?

Bila Anda mengalami prehipertensi, berarti Anda berisiko hipertensi. Penderita prehipertensi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular lainnya.

Namun tergantung pada tekanan darah dan faktor risiko yang Anda miliki, Anda mungkin hanya perlu membuat beberapa penyesuaian gaya hidup.

Berikut adalah beberapa strategi untuk membantu Anda memantau dan mencegah risiko hipertensi:

1. Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sedangkan menurunkan berat badan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat mencegah hipertensi sebesar 20% pada orang yang kelebihan berat badan.

2. Olahraga teratur

Olahraga dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan juga membantu menurunkan tekanan darah. Makan banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan susu rendah lemak Studi menunjukkan tekanan darah tinggi dapat diturunkan dan dicegah dengan diet DASH. Diet ini rendah garam tapi tinggi kalium, magnesium, kalsium, protein, dan serat.

3. Kurangi makanan asin dan bersodium tinggi

Makanan tinggi sodium (garam) dapat meningkatkan tekanan darah. Makanan rendah sodium dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau dapat mencegahnya. Konsumsilah kurang dari 2.300 mg natrium harian (sekitar 1 sendok teh garam meja).

4. Hindari makanan rendah lemak, terutama emak trans dan kolesterol

Makanan tinggi lemak  (daging dan susu tinggi lemak), lemak trans (beberapa margarin, makanan ringan, dan kue-kue), dan kolesterol (jeroan, susu tinggi lemak, dan kuning telur) dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kanker.

5. Dianjurkan untuk makan makanan nabati atau vegetarian

Tambahkan makanan kedelai tinggi protein pada menu makan Anda. Tingkatkan porsi buah-buahan dan sayuran dengan menambahkan satu porsi pada suatu waktu. Anda dapat menambahkan porsi buah saat makan siang. Kemudian tambahkan porsi sayuran saat makan malam.

6. Jangan minum alkohol berlebihan

Minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Batasi minum tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria, dan satu gelas sehari untuk wanita.

Penting untuk memeriksa tekanan darah Anda secara teratur. Selalu ketahui angka tekanan darah Anda jika Anda mengidap prehipertensi. Anda dapat memantau tekanan darah Anda dengan kunjungan rutin ke dokter atau monitor tekanan darah sendiri di rumah. Atau, Anda dapat menggunakan monitor tekanan darah elektronik di apotek setempat.

Bicarakan dengan dokter mengenai tekanan darah Anda. Tanyakan apakah menu makan dan olahraga dapat membantu menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca