Prehipertensi adalah tanda peringatan bahwa Anda mungkin akan mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda berisiko mengalami hipertensi alias tekanan darah tinggi di kemudian hari, Anda dinamakan memiliki prehipertensi.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan gagal ginjal. Tekanan darah tinggi memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dirawat dengan menu makan tertentu, perbaikan gaya hidup, dan obat-obatan.

Mulai dari 115/75 mmHg, risiko serangan jantung dan stroke meningkat dua kali lipat untuk setiap peningkatan 20 poin di tekanan darah sistolik, dan setiap kenaikan 10- poin di tekanan darah diastolik pada orang dewasa, berusia 40-70.

Siapa yang berisiko prehipertensi?

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, lebih dari 25% penduduk Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita tekanan darah tinggi maupun prehipertensi. Penderita prehipertensi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular lainnya. Faktor pemicu risiko seperti seperti kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes, lebih sering ditemukan pada orang dengan prehipertensi dibandingkan pada mereka yang memiliki tekanan darah normal.

Apakah prehipertensi akibat dari penuaan?

Anda mungkin bertanya-tanya apakah tekanan darah tinggi terjadi karena penuaan, tetapi para ahli mengatakan tidak.

Beberapa populasi di seluruh dunia mengalami hanya sedikit kenaikan tekanan darah karena penuaan. Di beberapa bagian Meksiko, Pasifik Selatan, dan bagian lain dunia, penduduknya memiliki asupan garam yang sangat rendah dalam pola makan sehari-hari. Di daerah ini, kenaikan tekanan darah yang berkaitan dengan usia lebih sedikit dibandingkan dengan Amerika Serikat yang mengonsumsi banyak garam dan sodium.

Apakah ada pengobatan untuk prehipertensi?

Prehipertensi merupakan tanda peringatan. Ini berarti bahwa Anda berisiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi. Tergantung pada tekanan darah dan faktor risiko yang Anda miliki, Anda mungkin hanya perlu membuat beberapa penyesuaian gaya hidup. Berikut adalah beberapa strategi untuk membantu Anda memantau  prehipertensi:

  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sedangkan menurunkan berat badan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat mencegah hipertensi sebesar 20% pada orang yang kelebihan berat badan.

  • Olahraga teratur

Olahraga dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan juga membantu menurunkan tekanan darah.

  • Makan banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan susu rendah lemak

Studi menunjukkan tekanan darah tinggi dapat diturunkan dan dicegah dengan diet DASH. Diet ini rendah sodium dan tinggi kalium, magnesium, kalsium, protein, dan serat.

  • Kurangi makanan garam/sodium

Makanan tinggi sodium (garam) dapat meningkatkan tekanan darah. Makanan rendah sodium dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau dapat mencegahnya. Konsumsilah kurang dari 2.300 mg sodium harian (sekitar 1 sendok teh garam meja).

  • Makan makanan rendah lemak, lemak trans dan kolesterol

Makanan tinggi lemak  (daging dan susu tinggi lemak), lemak trans (beberapa margarin, makanan ringan, dan kue-kue), dan kolesterol (jeroan, susu tinggi lemak, dan kuning telur) dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kanker.

  • Makan makanan nabati atau vegetarian

Tambahkan makanan kedelai tinggi protein pada menu makan Anda. Tingkatkan porsi buah-buahan dan sayuran dengan menambahkan satu porsi pada suatu waktu. Anda dapat menambahkan porsi buah saat makan siang. Kemudian tambahkan porsi sayuran saat makan malam.

  • Jangan minum berlebihan

Minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Batasi minum tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria, dan satu gelas sehari untuk wanita.
Penting untuk memeriksa tekanan darah Anda secara teratur. Selalu ketahui angka tekanan darah Anda jika Anda mengidap prehipertensi. Anda dapat memantau tekanan darah Anda dengan kunjungan rutin ke dokter atau monitor tekanan darah sendiri di rumah. Atau, Anda dapat menggunakan monitor tekanan darah elektronik di apotek setempat.

Bicarakan dengan dokter mengenai tekanan darah Anda. Tanyakan apakah menu makan dan olahraga dapat membantu menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca