Sama seperti pada orang dewasa, anak-anak yang memiliki penyakit diabetes juga berisiko tinggi terkena komplikasi apabila kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik. Komplikasi diabetes pada anak dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kelak. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membantu memantau gula darah anak agar selalu berada dalam batas yang normal.

Berbagai komplikasi diabetes pada anak

1. Pertumbuhan fisik yang terhambat

tinggi anak yang ideal sesuai umur

Jika diabetes pada anak tidak dikontrol dengan baik dan dibiarkan dalam waktu lama, maka akan menyebabkan pertumbuhan fisik yang lambat, berat badan turun drastis, serta keterlambatan dalam pubertas dan pertumbuhan tulang. Gangguan pertumbuhan atau kenaikan berat badan yang buruk biasanya dicurigai sebagai gejala hipotiroidisme dan penyakit celiac.

Pemeriksaan tinggi, berat badan, dan indeks massa tubuh anak-anak secara rutin merupakan cara terbaik untuk memantau kondisi kesehatannya. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi diabetes pada anak yang bisa menghambat pertumbuhan fisiknya.

Jika ketika pemeriksaan ada penyimpangan, maka dokter bisa langsung mengevaluasi dan mengobati kondisi si kecil sesuai dengan kebutuhannya.

2. Ketoasidosis diabetik

anak sakit

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes pada anak yang serius. Kondisi ini terjadi apabila tubuh anak menghasilkan terlalu banyak asam darah (keton) tapi tidak disertai dengan asupan insulin yang cukup. Insulin dibutuhkan untuk menyerap glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi tenaga.

Ketoasidosis diabetik bisa mengancam nyawa. Risiko kematian lebih tinggi jika anak mengidap ketoasidosis diabetik berat. Pasien akan membutuhkan pemantauan secara ketat oleh dokter ahli endokrin pediatrik atau intensivists pediatrik. Karena ketoasidosis diabetik sangat berbahaya, pencegahan sangatlah penting. Pencegahan dapat dicapai dengan:

  • Mewaspadai tanda dan gejala diabetes yang tidak diobati
  • Selalu deteksi gejala sejak dini jika keluarga Anda berisiko
  • Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keton
  • Beri tahu teman, keluarga, dan pengasuh lainnya mengenai tanda dan gejala ketoasiodis diabetik dini
  • Menyadari bahwa kelalaian pemberian insulin akibat masalah psikologis dan kurangnya dana adalah penyebab paling umum dari ketoasiodis diabetik pada pasien penderita diabetes
  • Sigap hubungi dokter bila kadar glukosa darah tinggi, terutama ketika ada ketonuria (keton dalam urin) dan ketonemia (kelebihan keton dalam darah), serta bila dibarengi dengan penyakit lainnya.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah hal lain dari komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai. Terutama bila anak punya riwayat kejang-kejang hipoglikemik. Kondisi ini terjadi terjadi ketika glukosa darah turun di bawah tingkat normal secara tiba-tiba. Nah, penurunan gula darah secara tiba-tiba inilah yang dapat menyebabkan masalah serius. Salah satunya menyebabkan penurunan kognitif, alias proses berpikir anak.

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa mengalami hipoglikemia. yang paling umum adalah efek samping obat yang digunakan untuk mengobati diabetes. Jika anak menggunakan suntik insulin yang melebihi dosis atau justru terlalu banyak mengonsumsi obat diabetes, hal tersebut pada akhirnya memicu pelepasan insulin secara berlebihan. Akibatnya, kadar gula darah Anda turun terlalu rendah, sehingga terjadilah hipoglikemia.

Namun kondisi ini juga bisa terjadi meski anak sudah menggunakan suntik insulin dengan dosis yang sesuai. Biasanya ini terjadi ketika anak Anda makan terlalu sedikit, menunda makan, atau bahkan tidak makan sama sekali selama seharian.

Selain itu, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi dengan asupan makanan yang tepat juga dapat menyebabkan gula darah si kecil rendah. Sebagai tambahan, anak laki-laki dan sudah lama terkena penyakit diabetes cenderung lebih berisiko terkena komplikasi diabetes hipoglikemia.

Mengingat hipoglikemia adalah komplikasi diabetes yang serius, maka penting bagi orangtua untuk mewaspadai gejalanya. Secara umum gejala hipoglikemia dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya. Hipoglikemia ringan berkaitan dengan adrenergik ringan atau gejala kolinergik (berkeringat, pucat, jantung berdebar-debar, dan gemetar). Anak Anda juga mungkin mengalami gejala ringan neuroglycopenia (sakit kepala dan perubahan perilaku).

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca