Jangan Salah Mengenali, Ini Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diabetes melitus (DM) terbagi dalam dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Kedua tipe diabetes ini sama-sama ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah yang melebihi batas normal. Padahal, penting bagi Anda mengetahui perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 karena penanganannya pun berbeda.

Perbedaan umum diabetes tipe 1 dan tipe 2

Cara Menghindari Risiko Hipoglikemia dan Hiperglikemia Bagi Diabetesi yang Berpuasa

Perbedaan mendasar dari DM tipe 1 dan 2 terletak pada kondisi yang menyebabkan kenaikan gula darah. Meski ada pula perbedaan dari segi pengobatan dan waktu kemunculan gejala. 

Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin yang bertugas membantu penyerapan gula dalam darah menjadi energi. Sementara pada kondisi diabetes tipe 2, kadar gula darah yang naik diakibatkan kurang optimalnya produksi atau penyerapan insulin oleh tubuh. 

Berikut merupakan perbedaan secara umum diabetes tipe 1 dan tipe 2 berdasarkan penyebab, gejala, pengobatannya:

1. Perbedaan penyebab DM tipe 1 dan 2

Perbedaan paling mendasar antara diabetes tipe 1 dan 2 adalah penyebabnya. Penyebab diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun. Kondisi ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Seperti yang dijelaskan oleh U.S. National Library of Medicine, pada kasus diabetes tipe 1, sistem imun tubuh merusak sel-sel beta dalam pankreas. Sel beta bertugas menghasilkan hormon insulin.

Akibatnya, produksi hormon insulin dalam pankreas menurun atau bahkan berhenti total. Padahal, insulin merupakan hormon yang berperan penting dalam proses metabolisme perubahan glukosa menjadi energi. Insulin membantu sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi.

Belum diketahui mengapa sel imun tubuh bisa menyerang sel beta pankreas. Namun, faktor-faktor seperti genetik, riwayat penyakit keluarga, dan infeksi virus tertentu diduga memengaruhi kondisi ini.

Berbeda dengan tipe 1, diabetes tipe 2 disebabkan oleh hilangnya kemampuan tubuh dalam merespons insulin. Kondisi penyebab diabetes ini dikenal sebagai resistensi insulin.

Pankreas masih tetap memproduksi insulin, hanya saja sel tubuh tidak lagi sensitif alias kebal dengan keberadaan hormon. Akibatnya, insulin tidak bisa bekerja maksimal untuk membantu penyerapan glukosa. Terjadilah penumpukan gula dalam darah.

Penyebab resistensi insulin juga belum dapat dijelaskan dengan pasti, tapi kondisi ini berkaitan erat dengan faktor risiko diabetes, seperti kelebihan berat badan (obesitas), jarang bergerak atau berolahraga, dan pertambahan usia.

2. Perbedaan tipe diabetes berdasarkan usia penderita

Sebagian besar kasus diabetes tipe 1 telah terdeteksi pada masa anak-anak hingga remaja. Itu sebabnya kondisi ini disebut juga diabetes pada anak. Sementara itu, diabetes tipe 2 umumnya adalah orang berusia di atas 30 tahun.

Akan tetapi, usia memang tidak bisa menjadi acuan pasti untuk mengenali perbedaan diabetes tipe 1 dan 2. Pasalnya, diabetes tipe 1 juga bisa dialami oleh orang dewasa. Begitu pun dengan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan berisiko tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2.

3. Perbedaan tipe diabetes dari kemunculan gejala

Secara garis besar, tidak ada perbedaan gejala yang dialami penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua penyakit ini relatif menunjukkan gejala yang sama.

Gejala diabetes yang paling umum dialami adalah sering buang air kecil, mudah lapar dan haus, gangguan penglihatan, dan luka yang sulit sembuh.

Perbedaan yang terlihat adalah waktu awal kemunculan serta seberapa cepat gejala berkembang. Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul lebih kentara dan cepat dalam waktu beberapa minggu.

Sebaliknya, kemunculan gejala diabetes tipe 2 terjadi secara perlahan. Di awal kenaikan gula darah, bahkan gejala tidak tampak jelas. Sebagian besar pasien diabetes tipe 2 baru mengetahui penyakitnya ketika tidak sengaja melakukan pemeriksaan diabetes.

4. Perbedaan pengobatan DM tipe 1 dan 2

Meski sama-sama bertujuan menjaga gula darah dalam kadar normal, terdapat perbedaan signifikan terkait rencana pengobatan diabetes tipe 1 dan 2.

Oleh karena diabetes tipe 1 disebabkan oleh rusaknya sel-sel penghasil insulin, mereka membutuhkan suntik insulin untuk menggantikan hormon insulin yang hilang. Pengobatan diabetes tipe 1 akan sangat bergantung dengan insulin, tidak bisa mengandalkan obat atau perubahan gaya hidup saja.

Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1

Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 yang tidak memiliki gangguan produksi hormon insulin tidak selalu membutuhkan pengobatan insulin.

Pengobatan diabetes untuk tipe 2 lebih mengarah kepada perubahan pola hidup yang lebih sehat. Caranya dengan memperhatikan asupan makanan untuk diabetes dan menajalani olahraga secara rutin.

Konsumsi obat diabetes bahkan tidak diperlukan jika diet dan pola hidup sehat berhasil menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Namun, seseorang dengan diabetes tipe 2 mungkin membutuhkan injeksi insulin, apabila terjadi kegagalan fungsi sel beta pada pankreas.

Kondisi resisten insulin pada penderita diabetes tipe 2 bisa berbahaya bagi kesehatan pankreas. Semakin banyak produksi insulin berarti semakin banyak kerja bagi pankreas. Seiring waktu, sel beta di pankreas bisa “kelelahan” sampai akhirnya berhenti memproduksi insulin secara bersamaan.

Rangkuman

Untuk lebih mudahnya, Anda bisa melihat tabel di bawah ini untuk lebih memahami perbedaan antara diabetes tipe 1 dan 2.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Meski telah mengetahui bedanya, terkadang tetap saja sulit untuk memastikan jenis diabetes yang Anda alami. Itu sebabnya, langkah terbaik tetaplah berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Hasil diagnosis, baik tes autoantibodi maupun uji HbA1C dapat menentukan secara lebih pasti jenis diabetes yang mungkin Anda alami.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Hiperinsulinemia adalah kondisi tubuh yang memiliki kadar insulin terlalu tinggi. Kenapa hiperinsulinemia bisa memicu risiko kanker?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Diabetes membuat sistem imun alias daya tahan tubuh seseorang menurun drastis. Akibatnya, 4 infeksi ini mudah sekali menyerang penderita diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 1 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Buah untuk Diabetes

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
cek atau tes gula darah

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Diet pasien diabetes

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit