10 Penyebab Dada Terasa Sesak Meskipun Tidak Sedang Berolahraga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika tiba-tiba dada terasa sesak seperti diremas padahal tidak baru saja berolahraga, hal pertama yang mungkin tebersit dalam benak adalah serangan jantung. Tapi tak selalu demikian. Ada begitu banyak hal yang bisa menyebabkan dada sesak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda lebih dulu mempelajari berbagai alasan yang mungkin menyebabkan dada terasa sesak.

Apa saja penyebab dada terasa sesak?

Dada sesak dapat menyulitkan Anda untuk menghirup atau mengembuskan udara dari paru-paru. Akibatnya, Anda jadi sulit untuk bernapas.

Sebelum terburu-buru panik, Anda sebaiknya mengamati terlebih dulu rasa sesak yang Anda rasakan. Apakah sensasi sesaknya mengganggu, tapi masih terbilang ringan? Ataukah rasa sesak yang Anda rasakan begitu kuat menekan dada sampai membuat Anda kepayahan menjalani hari?

Mengenali perbedaan gejala yang muncul sangat penting karena dapat membantu dokter mencari tahu penyebab sebenarnya dari sesak yang Anda rasakan.

Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang mungkin menjadi penyebab di balik rasa sesak di dada:

1. Gangguan pencernaan

Dada sesak dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti refluks asam lambung (GERD). Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa makanan bisa kembali naik ke atas kerongkongan yang menyebabkan dada terasa panas terbakar dan rasa asam tajam di mulut.

Sensasi dada sesak dan perut mulas dari refluks asam lambung ini bisa terasa mirip dengan serangan jantung. Ini karena jantung dan esofagus (kerongkongan) letaknya berdekatan dan memiliki jaringan saraf yang sama.

Gangguan pencernaan bisa terjadi karena pola makan yang buruk, stres, atau kebiasaan merokok dan minum miras. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kelebihan kafein dan makanan pedas atau berlemak.

2. Asma

Asma adalah salah satu penyebab dada terasa sesak yang paling umum. Jika sesak yang Anda rasakan diikuti oleh suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan batuk-batuk (terutama di malam hari), kemungkinan besar ini adalah pertanda asma.

Asma erat kaitannya dengan penyakit bawaan sejak kecil, tapi orang dewasa yang sama sekali tidak memiliki riwayat asma juga bisa kena serangan asma untuk pertama kali di usia dewasa.

Asma menyebabkan saluran udara membengkak dan menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.

3. Serangan panik atau kecemasan

Dada terasa sesak tiba-tiba tapi tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat bisa menandakan gejala serangan kecemasan atau serangan panik.

Umumnya, serangan panik atau kecemasan akan mengakibatkan seseorang mengalami hiperventilasi. Hiperventilasi adalah kondisi saat Anda menghirup banyak oksigen dan mengembuskan napas dengan cepat dan pendek dalam satu waktu.

Hal ini menyebabkan kadar karbon dioksida merosot drastis dalam tubuh sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah segar ke paru-paru dan otak. Ketika ini terjadi, maka Anda akan merasa sesak dan “melayang”.

Untuk mengatasi dada sesak akibat serangan panik, cobalah untuk menenangkan diri Anda.

4. Angina

Angina adalah penyebab dada terasa sesak karena otot jantung tidak menerima cukup asupan darah yang kaya oksigen.

Gejala angina yang paling umum adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas kuat-kuat. Anda juga mungkin akan merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuh—bahu, leher, lengan, rahang, dada, atau punggung.

Kondisi ini dapat dipicu oleh olahraga berat atau stres, dan akan mereda dengan istirahat. Meski begitu, angina bukanlah suatu penyakit. Ini adalah salah satu gejala dari masalah jantung yang mendasari, biasanya penyakit jantung koroner.

5. Emboli paru

Gejala emboli paru biasanya terjadi secara tiba-tiba. Emboli paru paling sering disebabkan oleh trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah di pembuluh vena.

Penyumbatan yang menyebabkan emboli paru paling sering dimulai di kaki atau panggul. Ketika gumpalan bergerak menuju paru, vena di paru-paru jadi tersumbat yang kemudian bisa menimbulkan masalah pernapasan serius.

Emboli paru menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat. Ini akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.

6. Tuberkulosis

Tanda dan gejala tuberkulosis biasanya berkembang secara perlahan, bisa bulanan hingga tahunan, dan seringnya dikaitkan dengan kondisi lain.

Ketika bakteri penyebab TB menyerang paru, TB paru biasanya menyebabkan batuk kronis (terus-menerus) yang dapat menghasilkan dahak berwarna putih di pagi hari—bisa kuning atau hijau, tapi kasusnya sangat jarang.

Gejala umum lainnya dari TB adalah dada yang terasa sesak. Gejala ini mungkin muncul sebagai akibat dari efusi pleura—penggenangan cairan di antara selaput pembungkus paru dan lapisan pelindung dinding dada.

7. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

PPOK dapat menyebabkan batuk kronis yang mengeluarkan dahak, suara mengi (napas berbunyi), sesak napas, dan gejala lainnya.

Dada terasa sesak akibat PPOK disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan saluran napas. Dada sesak dapat menyulitkan paru-paru untuk mendapatkan atau mengeluarkan udara, sehingga lebih sulit untuk bernapas.

8. Bronkiektasis

Kerusakan jalan napas awal yang menyebabkan bronkiektasis sering dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, tanda dan gejalanya bisa tidak muncul bulanan hingga bahkan bertahun-tahun setelah Anda mulai mengalami infeksi paru berulang.

Beberapa gejala bronkiektasis yang dapat muncul, antara lain:

  • batuk berdahak kronis yang terjadi setiap hari selama bulanan atau tahunan
  • dahak muncul dalam jumlah besar, berlendir, dan mungkin mengandung nanah
  • sesak napas dan suara mengi
  • nyeri dada
  • clubbing finger (daging di bawaah kuku tangan dan kaki jadi menebal)

Bronkiektasis yang parah dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius, seperti kegagalan pernapasan yang mengakibatkan Anda megap-megap (napas sesak, tersendat, dan pendek-pendek sambil membuka mulut).

Bronkiektasis yang sudah amat parah dan tidak terobati dapat mengakibatkan Anda mengalami gagal jantung.

Tanda dan gejala gagal jantung yang paling umum adalah dada terasa sesak atau kesulitan bernapas, kelelahan, dan bengkak pada seluruh tungkai kaki dan vena di leher.

9. Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia bisa bervariasi dari ringan sampai berat. Hal itu tergantung dari banyak faktor, seperti jenis kuman penyebab infeksi dan usia serta kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Pneumonia seringnya datang tiba-tiba, menyebabkan serangkaian gejala yang mirip dengan flu dan pilek, tetapi bertahan lebih lama—demam, menggigil, dan batuk berdahak (pada kasus yang lebih parah, bisa disertai nanah).

Infeksi paru ini juga menyebabkan nyeri dada pleuritik. Artinya, Anda memiliki peradangan atau iritasi pada lapisan paru yang menyebabkan dada terasa sesak dan sakit tajam saat Anda bernapas, batuk, atau bersin.

10. Kanker paru

Sebagian besar kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala apa pun sampai tumor ganasnya telah menyebar. Akan tetapi, beberapa orang dengan kanker paru awal juga bisa menunjukkan gejala.

Menurut situs American Cancer Society, gejala yang paling umum dari kanker paru adalah:

  • batuk kronis yang tidak sembuh-sembuh atau makin parah (mengeluarkan ludah atau dahak berdarah atau berwarna karat)
  • dada terasa sesak yang makin parah saat bernapas panjang, batuk, atau tertawa
  • suara serak
  • berat badan turun drastis dan tidak selera makan
  • sesak napas
  • lemah, letih, lesu
  • memiliki infeksi seperti bronkitis dan pneumonia yang tidak menghilang atau terus kambuhan
  • suara mengi

Jika Anda segera pergi ke dokter begitu mencurigai gejalanya, kanker mungkin bisa terdiagnosis pada tahap awal yang akan jauh lebih mudah untuk diobati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Atrial Myxoma

Atrial Myxoma adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 29 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Pernapasan pada Anak, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya

Penyakit pernapasan pada anak adalah kondisi yang sangat umum dialami si kecil. Agar tidak panik, orangtua perlu mengetahui jenis dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Kondisi Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Melahirkan adalah soal pertaruhan hidup dan mati ibu. Banyak kondisi kritis selama persalinan yang menjadi penyebab ibu meninggal setelah melahirkan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Komplikasi Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

angina adalah

Angina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
stenosis katup mitral adalah

Stenosis Katup Mitral (Penyempitan Katup Mitral)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Regurgitasi katup mitral adalah

Regurgitasi Katup Mitral

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
kostokondritis adalah

Kostokondritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit