home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Terbukti Ampuh dan Cepat

6 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Terbukti Ampuh dan Cepat

Sesak napas adalah salah satu keluhan yang paling umum. Kondisi ini menyebabkan dada terasa sangat nyeri seperti dililit tali yang begitu kuat. Napas juga terasa lebih pendek dan kadang disertai bunyi “ngik-ngik”. Kalau sudah begini, bagaimana cara mengatasi sesak napas yang cepat?

Cara mengatasi sesak napas dengan cepat

Cara mengatasi sesak napas untuk setiap orang mungkin tidak sama. Namun, ada beberapa langkah-langkah sederhana yang dapat Anda cepat lakukan agar bisa kembali bernapas lega.

Berikut pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sesak napas:

1. Bernapas lewat hidung dan mulut

minyak kelapa untuk bibir

Bernapas lewat mulut adalah cara sederhana dan cepat untuk mengatasi sesak napas. Menarik dan membuang napas lewat mulut memungkinkan Anda mengambil udara lebih banyak, sehingga setiap embusan napas Anda lebih dalam dan efektif. Membuang napas lewat mulut juga dapat membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

Namun, melegakan pernapasan dengan cara ini tidak bisa sembarangan. Berikut cara bernapas lewat mulut untuk mengatasi gejala sesak napas.

  • Lemaskan otot bahu dan leher Anda.
  • Perlahan-lahan ambilah napas dari hidung tahan selama beberapa detik.
  • Kerucutkan bibir seolah-olah Anda akan bersiul bersiul.
  • Buang napas secara perlahan lewat mulut.

Anda dapat menggunakan cara ini kapan saja setiap kali mengalami sesak napas. Terutama setiap kali habis mengangkat benda berat, naik tangga, membungkuk, dan lain sebagainya.

2. Duduk di kursi

duduk nyaman saat ambeien

Cara mengatasi sesak napas lainnya adalah dengan duduk di kursi. Istirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan Anda.

Ketika dada mulai terasa sesak, segera cari kursi dan duduk dengan kedua kaki mantap memijak ke lantai.

Condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan siku di atas kedua lutut. Anda juga bisa menopang dagu Anda dengan kedua tangan. Pastikan otot leher dan bahu Anda tetap rileks. Kemudian ambil napas dalam pelan-pelan lewat hidung, dan embuskan secara perlahan.

3. Merebahkan kepala di meja

cara mengatasi sesak napas
Sumber: CheatSeat

Jika sesak napas kambuh saat Anda sedang duduk berhadapan meja, segera rebahkan kepala di atasnya sebagai cara mengatasi masalah ini. Bagi beberapa orang, posisi duduk seperti ini dinilai lebih nyaman untuk mengatur napas.

Berikut panduannya:

  • Duduk di kursi dengan kaki menapak di lantai dan posisi badan menghadap meja.
  • Lipat kedua tangan di atas meja dan rebahkan kepala pada lengan Anda
  • Atur napas pelan-pelan lewat hidung, atau bisa juga lewat mulut sampai terasa lebih lega

Anda juga bisa menggunakan benda-benda empuk yang ada di sekitar sebagai bantalan kepala.

4. Berbaring

HIV mudah lelah

Banyak orang yang mengalami sesak napas ketika sedang tertidur. Selain membuat tidak nyaman, hal ini juga dapat mengurangi kualitas tidur Anda.

Maka ketika Anda terbangun karena merasa sesak napas, dalam keadaan masih di atas kasur segera atur posisi badan jadi berbaring telentang sebagai cara mengatasi masalah ini.

Sangga kepala dengan bantal agar posisi kepala lebih tinggi dari jantung. Selipkan guling atau bantal tebal di bawah lutut Anda. Pastikan punggung tetap dalam posisi lurus dan kedua tangan lurus di sisi badan.

Posisi rebahan ini membantu melebarkan saluran udara yang terhambat, sehingga Anda jadi bisa bernapas lega.

5. Pakai kipas angin

mengatasi kepanasan saat puasa

Penelitian dari Journal of Pain and Symptom Management melaporkan, aliran udara sejuk dapat membantu melancarkan pernapasan. Nah, Anda bisa mengarahkan kipas angin atau kipas angin portable (genggam) ke wajah Anda sebagai cara mengatasi sesak napas.

6. Minum obat

obat cara mengatasi sesak napas

Bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu, minum obat bisa jadi cara terbaik untuk mengatasi sesak napas.

Pilihan obat sesak napas beberapa di antaranya inhaler, nebulizer, bronkodilator, hingga obat minum. Namun, setiap jenis obat ini akan diberikan tergantung pada penyebab sesak napas yang Anda alami. Maka, diskusikan dengan dokter untuk mengetahui mana jenis obat yang terbaik buat kondisi Anda.

Dalam banyak kasus, orang yang punya riwayat penyakit asma lebih mungkin untuk mengalami sesak napas ketika gejalanya kambuh. Maka dari itu, orang dengan asma harus selalu membawa inhaler atau obat minum ke mana pun mereka pergi.

Bisakah mengatasi sesak napas dengan obat herbal?

obat herbal kanker esofagus

Manfaat obat herbal untuk mengatasi sesak napas sebetulnya belum dapat dipastikan. Sebaiknya, Anda berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mengonsumsinya serta perlu tidaknya menggunakan cara ini untuk mengatasi sesak napas yang Anda alami.

Dokter dapat mengecek dan memastikan kandungan obat herbal Anda, serta melihat bagaimana kondisi ginjal dan hati Anda.

Penggunaan obat herbal secara sembarangan tidak menutup kemungkinan dapat memperburuk kesehatan tubuh Anda.

Cara pertolongan pertama mengatasi sesak napas

Tidak menutup kemungkinan Anda akan menghadapi situasi di mana ada orang lain di dekat Anda yang mengalami sesak napas. Jika hal tersebut terjadi, apa yang bisa Anda lakukan?

Usahakan untuk tetap tenang, tidak panik, hubungi tim medis. Anda juga bisa melakukan cara-cara pertolongan pertama di bawah ini untuk membantu mengatasi orang lain yang sesak napas.

1. Periksa saluran pernapasannya

Memeriksa dan memastikan bahwa saluran pernapasannya tidak tersumbat sesuatu. Untuk mengetahuinya, buka mulut orang yang mengalami kesulitan bernapas untuk dilihat apakah ada sesuatu yang lain dalam mulut atau tenggorokannya yang dapat menghambat pernapasannya.

2. Periksa embusan udara di saluran pernapasannya

Perhatikan dada orang yang kesulitan bernapas, apakah masih mengembang dan mengempis atau tidak. Selain itu, periksa embusan udara yang ada di hidung dan mulut dengan menggunakan jari. Ini dilakukan untuk mengetahui tiupan napas, masih ada atau tidak. Periksa juga denyut nadi pada pergelangan tangannya.

3. Berikan bantuan pernapasan

Jika seseorang tidak dapat bernapas karena tenggelam, terkena arus listrik, terkena asap dan bahan kimia atau karena sebab yang lain namun jantungnya masih berdetak dan berdenyut, maka lakukan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut.

Namun, kalau seseorang tidak bisa bernapas karena sengatan arus listrik, sebelum menyentuh dan melakukan upaya napas buatan dari mulut ke mulut, pastikan dahulu bahwa kontak orang yang mengalami sulit bernapas dengan sumber arus listrik telah diputuskan.

4. Pindahkan ke ruang terbuka yang sirkulasi udaranya baik

Cara lain mengatasi kondisi sesak napas pada orang lain adalah pindahkan orang tersebut ke tempat yang terbuka dan terdapat udara bebas serta segar. Jangan mengerumuni orang yang tidak bisa bernapas karena hal tersebut akan menghambat sirkulasi udara di sekitarnya.

5. Periksa denyut nadinya

Jika mendapati seseorang pingsan karena hal-hal yang sudah disebut di atas, periksa apakah nadi masih berdenyut. Bila tidak ada denyut, berikan resusitasi jantung paru (CPR) dan pastikan Anda memahami cara melakukannya. Bila masih ada denyut, namun tidak bernapas, maka berikan napas buatan saja tanpa pijat jantung.

6. Memandu menarik napas dalam

Sesak napas kadang dialami oleh orang-orang yang mengalami serangan panik. Anda bisa memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi sesak napas yang dialami dengan cara membawanya ke tempat yang sepi dan punya sirkulasi udara yang baik. Pandu orang tersebut untuk bernapas perlahan-lahan, misalnya dengan menghitung satu sampai sepuluh pelan-pelan.

Usahakan untuk tidak memberikan instruksi yang terlalu berbelit atau panjang lebar. Bicaralah dengan kalimat yang sederhana dan dengan nada suara yang tenang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wahls, S. (2012). Causes and Evaluation of Chronic Dyspnea – American Family Physician. Retrieved June 9, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2012/0715/p173.html

Shortness of breath – Mayo Clinic. (2019). Retrieved June 9, 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/definition/sym-20050890

Positions to Reduce Shortness of Breath – Cleveland Clinic. (2018). Retrieved June 9, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9446-positions-to-reduce-shortness-of-breath

Relaxation techniques: Breath control helps quell errant stress response – Harvard Health Publishing. (2018). Retrieved June 9, 2020, from https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/relaxation-techniques-breath-control-helps-quell-errant-stress-response

Chang, J. S., Wang, K. C., Yeh, C. F., Shieh, D. E., & Chiang, L. C. (2013). Fresh ginger (Zingiber officinale) has anti-viral activity against human respiratory syncytial virus in human respiratory tract cell lines. Journal of ethnopharmacology145(1), 146–151. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.10.043

Nishino T. (2011). Dyspnoea: underlying mechanisms and treatment. British journal of anaesthesia106(4), 463–474. https://doi.org/10.1093/bja/aer040

Whited, L., & Graham, D. D. (2020). Abnormal Respirations. In StatPearls. StatPearls Publishing.

Galbraith, S., Fagan, P., Perkins, P., Lynch, A., & Booth, S. (2010). Does the Use of a Handheld Fan Improve Chronic Dyspnea? A Randomized, Controlled, Crossover Trial. Journal Of Pain And Symptom Management39(5), 831-838. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2009.09.024

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x