backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

5 Penyebab Dada Terasa Nyeri Saat Makan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    5 Penyebab Dada Terasa Nyeri Saat Makan

    Jika Anda sedang membaca tulisan ini, kemungkinan besar Anda pernah merasakan dada sakit saat makan, minum, atau menelan. Nyeri dada biasanya terjadi pada bagian tengah dada, persisnya di atas lambung atau perut Anda. 

    Kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa memandang jenis kelamin atau rentang usia tertentu. Ada berbagai alasan lain mengapa dada bisa terasa sakit, terutama saat Anda menelan makanan atau minuman. Untuk mencari tahu berbagai kemungkinan penyebabnya, simak penjelasan di bawah ini.  

    Kenapa saat makan dada terasa sakit? 

    Apabila rasa nyeri muncul ketika Anda menelan makanan, kemungkinan terbesarnya adalah adanya gangguan pada kerongkongan Anda. 

    Kerongkongan, yang juga dikenal dengan istilah esofagus, menghubungkan tenggorokan Anda dengan lambung. 

    Gangguan pada organ-organ tubuh tersebut bisa menimbulkan rasa sakit yang membakar pada dada. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab nyeri dada saat makan. 

    1. Penyakit asam lambung

    Melansir Medline Plus, GERD atau yang juga dikenal dengan istilah gastroesophageal reflux disease dapat menjadi salah satu nyeri dada saat makan dan minum. 

    Saat GERD, asam lambung naik ke kerongkongan dan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri di dada, terutama setelah makan. 

    Ini terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan, melemah atau tidak berfungsi dengan baik, memungkinkan asam lambung untuk kembali ke atas. 

    GERD sering kali memburuk setelah makan, terutama jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang memicu refluks asam, seperti makanan berlemak, pedas, atau berkarbonasi.

    2. Radang pada kerongkongan 

    Radang pada kerongkongan atau esofagitis adalah penyebab umum dada sakit saat makan. Esofagitis terjadi ketika dinding kerongkongan mengalami peradangan, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti refluks asam, infeksi, iritasi kimia, atau kondisi medis tertentu.

    Esofagitis juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau virus yang menyebabkan peradangan pada kerongkongan.

    Gejala umumnya termasuk rasa sakit di dada, kesulitan menelan, dan rasa tertekan di dada setelah makan.

    3. Ulkus peptikum

    Ulkus peptikum juga dapat menjadi salah satu penyebab nyeri dada saat makan dan minum. Ini adalah luka yang terjadi pada lapisan dalam lambung, duodenum (bagian atas usus halus), atau esofagus. 

    Luka ini seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan jangka panjang dari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin. 

    Ketika seseorang dengan ulkus peptikum makan, terutama jika makanan tersebut mengiritasi luka, dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada. Sensasi ini bisa berupa rasa terbakar, nyeri, atau perasaan tercekik.

    4. Gangguan kantung empedu

    Gangguan pada kantung empedu, seperti batu empedu atau kolesistitis (radang kantung empedu), dapat menyebabkan rasa sakit di daerah dada, khususnya setelah makan.

    Batu empedu terbentuk ketika konsentrasi zat tertentu dalam empedu terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan kristalisasi dan pembentukan batu kecil atau besar di dalam kantung empedu. 

    Ketika batu empedu bergerak atau tersumbat di saluran empedu, dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam di daerah dada, terutama setelah makan makanan berlemak atau berat.

    5. Kejang esofagus

    Penyebab dada terasa sakit saat makan yang selanjutnya adalah kejang esofagus atau dikenal juga dengan dismotilitas esofagus. 

    Ini terjadi karena otot-otot esofagus dapat menyempit secara tiba-tiba saat terjadi kejang, yang dapat menyebabkan sensasi nyeri atau rasa tercekik di dada.

    Penyebab pasti dari kejang esofagus tidak selalu jelas, tetapi faktor-faktor seperti stres, konsumsi makanan tertentu (seperti makanan pedas atau panas), GERD, atau gangguan saraf bisa memicu kejang tersebut. 

    6. Akalasia

    Normalnya, otot-otot pada kerongkongan akan berkontraksi dan mengendur sesuai dengan aktivitas pencernaan. 

    Namun, pada penderita akalasia, otot kerongkongan tidak mengendur dan gerakan makanan dari kerongkongan ke lambung menjadi terhambat. 

    Hal ini lah yang menjadi penyebab kesulitan dalam menelan dan mungkin juga disertai dengan rasa nyeri di dada saat makan dan minum

    7. Asma 

    Jika seseorang memiliki asma yang tidak terkendali, serangan asma yang parah atau persisten dapat menyebabkan rasa nyeri di dada, terutama saat bernapas atau melakukan aktivitas fisik, termasuk makan dan minum.

    Selain itu, asma dan refluks asam seringkali terkait satu sama lain. Refluks asam, di mana asam lambung naik ke kerongkongan, dapat menyebabkan rasa terbakar atau nyeri di dada. 

    Jika seseorang dengan asma juga memiliki refluks asam, gejalanya mungkin lebih buruk saat makan dan minum. 

    8. Kanker esofagus 

    Penyebab nyeri dada saat makan dan minum yang selanjutnya adalah kanker esofagus. Ini adalah kondisi di mana sel-sel ganas berkembang di dalam lapisan esofagus.

    Ketika tumor berkembang, maka bisa menyebabkan berbagai gejala termasuk nyeri atau ketidaknyamanan di dada.

    Selain itu, kanker esofagus juga bisa menyebabkan iritasi dan peradangan di sekitar area tumor. Ini dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada, terutama saat makan makanan yang kasar atau berat.

    Apakah dada sakit saat makan menjadi tanda serangan jantung?

    Kadang nyeri dada saat makan sering disalahartikan sebagai serangan jantung. Rasa nyeri dari serangan jantung biasanya akan menyebar hingga ke lengan dan pundak kiri, leher, bahkan rahang. Selain itu, serangan jantung juga bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang tidak makan atau minum sesuatu. Sementara itu, nyeri dada saat makan biasanya terpicu saat Anda makan makanan pedas, berlemak, atau keras.

    Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat makan? 

    Pada dasarnya, untuk mengatasi nyeri dada saat makan perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu meredakan nyeri tersebut. 

    1. Cari tahu penyebabnya 

    Untuk mengetahui pengobatan yang tepat untuk mengatasi keluhan nyeri dada saat makan adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. 

    Oleh karena itu, bila nyeri yang terjadi pada dada ini sering terjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat. 

    2. Perubahan pola makan 

    Cara yang dapat dilakukan selanjutnya adalah berusaha menghindar makanan atau minuman yang dapat memicu atau memperparah nyeri dada, seperti makanan pedas, berlemak, asam, atau berkarbonasi. 

    Selain itu, cobalah untuk makan dalam porsi yang lebih kecil secara perlahan dan hindari untuk makan terlalu cepat. 

    3. Hindari makan sebelum tidur 

    Untuk mengurangi rasa nyeri pada dada saat makan dan minum, sebaiknya hindari untuk makan setidaknya 2–3 jam sebelum tidur. 

    Pasalnya, makan sebelum tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam dan nyeri pada dada. 

    4. Makan dalam posisi tegak 

    Cara mengatasi nyeri dada saat makan yang selanjutnya adalah dengan duduk tegak saat makan. Ini karena duduk saat makan dapat membantu makanan bergerak lebih lancar melalui kerongkongan dan mengurangi risiko nyeri dada. 

    Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi nyeri dada saat makan. Jika nyeri dada saat makan persisten atau parah, berkonsultasilah dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang sesuai.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan