home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Kondisi dan Penyakit yang Jadi Penyebab Sesak Napas

Berbagai Kondisi dan Penyakit yang Jadi Penyebab Sesak Napas

Banyak yang mengira kalau sesak napas itu sudah pasti gejala penyakit asma, padahal belum tentu. Masalah pernapasan ini bisa diakibatkan oleh banyak hal lainnya. Maka, orang yang tidak punya asma pun bisa saja mengalami sesak napas. Yuk, cari tahu beragam kondisi yang bisa jadi penyebab sesak napas di bawah ini.

Penyebab sesak napas yang muncul tiba-tiba

Sesak napas dapat muncul tiba-tiba, terjadi sementara, dan mereda dengan cepat. Kondisi ini disebut juga sebagai sesak napas akut, membuat penderitanya merasakan seolah terikat di bagian dadan dan seperti tercekik.

Dikutip dari Mayo Clinic, sebagian besar penyebab sesak napas adalah karena ada masalah pada jantung dan paru-paru. Masalah atau gangguan ini terjadi karena karbondioksida tidak terproses dengan baik.

Pada kebanyakan kasus, sesak napas akut akan hilang ketika faktor pemicunya hilang, atau disembuhkan dengan pengobatan yang sesuai dengan penyebab sesak napas.

Berikut berbagai penyebab sesak napas akut yang sering muncul secara tiba-tiba:

1. Tersedak

Ketika tersedak karena menelan atau kemasukan benda asing ke dalam saluran napas, akibatnya Anda kesulitan bicara dan sesak napas. Usahakanlah sebisa mungkin untuk batuk demi mengeluarkan benda yang tersangkut di tenggorokan.

2. Pilek

penyebab sesak napas

Hidung yang tersumbat lendir atau malah terus-terusan berair (meler) dapat menjadi penyebab Anda merasa sesak napas saat sedang pilek. Pasalnya, lendir pilek akan menghalangi jalan keluar masuknya udara.

3. Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida. Gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

Karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, tapi sangat berbahaya jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.

Setelah terhirup, karbon monoksida dapat terikat erat dalam hemoglobin dan akan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh. Sifatnya yang beracun akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan, karena tubuh justru jadi kekurangan oksigen.

Kekurangan oksigen karena terlalu banyak menghirup karbon monoksida dapat menjadi penyebab sesak napas, nyeri dada, pusing, serta mual dan muntah. Semakin lama Anda menghirup gas tersebut, semakin buruk pula gejala yang dirasakan.

4. Alergi

asma alergi bulu binatang

Tanpa disadari, alergi juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak napas. Hampir segala jenis alergi, mulai dari alergi makanan, bulu binatang, debu, hingga reaksi alergi yang dipicu perubahan suhu, dapat menimbulkan reaksi alergi yang berupa sesak napas.

Reaksi alergi sebenarnya tidak membahayakan. Namun, beberapa orang dapat mengalami komplikasi parah jika tidak segera ditangani. Kondisi ini disebut dengan syok anafilaksis.

5. Tamponade jantung

Tamponade jantung adalah kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung (perikardium) dan otot jantung. Kondisi ini memberikan tekanan yang sangat kuat pada jantung sehingga mengganggu kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Kurangnya pasokan darah ke jantung dan seluruh tubuh dapat menjadi penyebab sesak napas. Kondisi ini pun bisa menyebabkan berbagai gejala lain seperti napas pendek, dada yang terasa penuh dan tertekan, dan rasa sakit yang terpusat pada dada bagian kiri.

Jika tidak segera ditangani, tamponade jantung dapat menyebabkan syok, gagal jantung, kegagalan fungsi organ lainnya, bahkan kematian.

6. Pneumonia

gejala gagal jantung

Pneumonia atau infeksi pada paru-paru juga dapat menjadi penyebab Anda mengalami sesak napas. Infeksi bakteri, virus, dan jamur merupakan penyebab utama seseorang bisa mengalami pneumonia. Akibatnya, sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen, sehingga gejala sesak napas dapat terjadi.

7. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru. Dalam banyak kasus, emboli paru disebabkan karena adanya gumpalan darah beku di arteri yang mengalir ke paru-paru dari kaki.

Gumpalan juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya, seperti panggul, lengan, atau jantung (trombosis vena dalam).

Kondisi ini membuat aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas. Kedua kondisi ini tak jarang juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak napas atau susah bernapas.

8. Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah sebuah kondisi di mana ada pengumpulan udara yang mengalir di antara paru-paru dan dinding dada. Udara yang terkumpul tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-paru menjadi kolaps (mengempis).

9. Gangguan kecemasan

cemas berlebihan

Gejala sesak napas juga banyak terjadi pada penderita gangguan psikologis, terutama gangguan kecemasan. Rasa cemas membuat tubuh Anda berada pada kondisi fight-or-flight dan akhirnya memicu serangan panik. Serangan panik akhirnya membuat Anda kesulitan bernapas, mual, hingga merasa ingin pingsan.

Penyebab sering sesak napas dalam jangka panjang

Selain akut, sesak napas juga bisa berlangsung kronis. Artinya, sesak napas yang Anda alami bisa kambuh dan terjadi dalam jangka panjang.

Sesak napas kronis biasanya tidak muncul secara mendadak, tapi bisa berlangsung lebih lama, seperti satu bulan. Sesak napas kronis biasanya akan memburuk seiring berjalannya waktu. Selain itu, penderita akan sering mengalami gejala kesulitan bernapas walau hanya melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat.

Beberapa hal yang sering menjadi penyebab sesak napas kronis di antaranya:

1. Asma

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang paling sering menjadi penyebab sesak napas. Penyakit ini terjadi ketika saluran udara (bronkus) mengalami sehingga menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir berlebih. Kondisi penyempitan atau menegangnya bronkus disebut juga dengan bronkospasme.

2. Masalah paru-paru

Keluhan sesak napas sangat erat kaitannya dengan penyakit yang memengaruhi paru-paru. Jika fungsi paru-paru terganggu, tentu Anda tidak akan bisa bernapas selega biasanya. Beberapa penyakit paru kronis yang menjadi penyebab sesak napas, antara lain:

  • Kanker paru-paru
  • Tuberkulosis atau TBC
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Sarkoidosis
  • Hipertensi pulmonal
  • Penyakit paru interstisial

3. Hernia hiatal

cara mengatasi hernia

Hernia hiatal adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian atas lambung menonjol keluar hingga ke bagian bukaan diafragma (otot pemisah perut dengan dada).

Otot diafragma berfungsi membantu agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Jika Anda memiliki hernia hiatal, maka asam lambung jadi lebih mudah naik.

Naiknya asam lambung ke kerongkongan disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini merupkan salah satu keluhan dari maag, serta dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan, termasuk timbulnya gejala sesak napas.

4. Obesitas

Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sering mengeluhkan sesak napas. Kelebihan lemak di sekitar perut dan dada dapat membuat paru-paru Anda terhimpit sehingga jadi bekerja lebih keras untuk mengembang.

Jantung pun harus bekerja lebih berat untuk memompa darah guna bisa melewati pembuluh darah yang tersumbat kolesterol. Dampaknya, kondisi ini bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak napas.

5. Masalah jantung

jantung berdebar sampai badan gemetar

Tak hanya gangguan pada fungsi paru saja. Masalah pada organ jantung bisa jadi penyebab sesak napas. Salah satunya adalah penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner.

Masalah jantung lainnya yang bisa menjadi penyebab sesak napas meliputi:

  • Kardiomiopati
  • Aritmia
  • Perikarditis

6. Sleep apnea

cara menghilangkan ngorok secara alami

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas selama beberapa saat. Penyebab sleep apnea dibedakan berdasarkan jenisnya, yakni:

  • Obstructive sleep apnea, disebabkan karena rileksnya otot tenggorokan selama tidur sehingga mempersempit jalur pernapasan.
  • Central sleep apnea, terjadi akibat kegagalan otak dalam mengirim sinyal menuju otot-otot saluran pernapasan.
  • Complex sleep apnea syndrome, yaitu gangguan pernapasan yang terjadi ketika seseorang memiliki obstructive sleep apnea dan central sleep apnea sekaligus.

Sleep apnea tidak hanya menyebabkan sesak napas saat tidur, tapi juga membuat penderitanya sering mendengkur dan terbangun pada malam hari.

Selain itu, sleep apnea juga dapat memicu terjadinya masalah pada pembuangan karbon dioksida dari tubuh akibat gangguan pada diafragma, atau yang disebut juga dengan pernapasan paradoksal.

7. Masalah lain penyebab sesak napas

penyebab sesak napas

Sesak napas juga erat kaitannya dengan sirkulasi darah segar beroksigen yang diterima paru-paru. Jika sirkulasi darah terganggu, paru-paru tidak bisa mendapatkan cukup asupan darah segar sehingga kerjanya juga tidak akan maksimal.

Beberapa kondisi dan penyakit terkait sirkulasi darah yang dapat menjadi penyebab sesak napas adalah:

  • Anemia
  • Patah tulang rusuk
  • Epiglotitis (pembengkakan sebagian tenggorokan)
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Myasthenia gravis, yang menyebabkan kelemahan otot

Jika Anda mengalami sesak napas, jangan panik. Segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Sebaiknya juga segera berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami penyebab serta gejala sesak napas yang tidak biasa. Apalagi bila gejalanya sangat melemahkan dan mengganggu Anda dalam beraktivitas.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada banyak sekali penyebab sesak napas. Mulai dari yang ringan, seperti tersedak, hingga masalah serius pada jantung maupun paru-paru Anda.

Guna mengetahui penyebab pastinya, dokter dapat melakukan diagnosis sesak napas berupa pemeriksaan fisik, uji laboratorium, hingga tes pencitraan. Semakin cepat terdiagnosis, semakin mudah pula pengobatannya. Anda pun dapat terhindar dari sejumlah komplikasi yang berbahaya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shortness of breath – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/causes/sym-20050890

Ashton, R. (2015). Dyspnea – Cleveland Clinic: Center for Continuing Education. Retrieved June 8, 2020, from http://www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/pulmonary/dyspnea/#bib1

Shortness of Breath (Dyspnea): Possible Causes – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved June 8, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/16942-shortness-of-breath-dyspnea/possible-causes

Causes and Evaluation of Chronic Dyspnea – American Family Physician. (2012). Retrieved June 8, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2012/0715/p173.html

Berliner, D., Schneider, N., Welte, T., & Bauersachs, J. (2016). The Differential Diagnosis of Dyspnea. Deutsches Arzteblatt international113(49), 834–845. https://doi.org/10.3238/arztebl.2016.0834

Galbraith, S., Fagan, P., Perkins, P., Lynch, A., & Booth, S. (2010). Does the Use of a Handheld Fan Improve Chronic Dyspnea? A Randomized, Controlled, Crossover Trial. Journal Of Pain And Symptom Management, 39(5), 831-838. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2009.09.024


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x