Makan Makanan Pedas, Sebenarnya Sehat Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lidah orang Indonesia kebanyakan menyukai makanan pedas. Tidak mengherankan jika kebiasaan makan makanan pedas ini sangat sulit untuk dihilangkan. Namun perlu Anda ketahui, meskipun memberikan manfaat kesehatan, makanan pedas yang dikonsumsi berlebihan tentu akan memiliki dampak yang tidak baik untuk tubuh.

Lantas, apa saja manfaat makanan pedas bagi tubuh dan apa ruginya untuk Anda jika terlalu banyak makanan pedas?

Apa saja manfaat makanan pedas bagi kesehatan tubuh Anda?

Selain menambah cita rasa makanan dan nafsu makan seseorang, makanan pedas sering kali disebut bisa membuat tubuh Anda sehat. Rasa pedas dan sensasi panas yang dihasilkan cabai sebenarnya disebabkan oleh senyawa kimia aktif dalam cabai yang disebut capsaicin.

Tidak hanya menggugah selera Anda, makanan pedas juga memiliki manfaat bagi tubuh Anda. Apa saja manfaat makanan pedas bagi kesehatan?

1. Meningkatkan metabolisme tubuh

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sensasi panas dari capsaicin mendorong kinerja metabolisme tubuh melonjak hingga lima persen. Peningkatan kerja metabolisme tubuh akan menghasilkan pembakaran lemak hingga 16 persen. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa capsaicin memiliki efek termogenik yang dapat membuat tubuh membakar ekstra kalori selama dua puluh menit setelah makan.

2. Baik untuk kesehatan jantung

Makanan pedas bisa meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini karena capsaicin dalam cabai efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Vitamin A dan C yang terkandung dalam cabai mampu memperkuat dinding otot jantung, sensasi hangat dari capsaicin dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Capsaicin juga dapat membantu mencegah pembekuan darah.

Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang makan makanan pedas hampir setiap hari menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen. Mereka yang makan makanan pedas hanya dua kali seminggu menurunkan risiko kematian hingga 10 persen, dibanding orang-orang yang makan makanan pedas hanya satu kali seminggu. Hal ini dikaitkan dengan rendahnya kematian akibat kanker,  penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.

3. Membantu pengobatan kanker

Menurut American Association for Cancer Research, senyawa capsaicin disinyalir memiliki kemampuan untuk memperlambat beberapa jenis kanker. Peneliti juga menemukan bahwa capsaicin mampu membunuh 80 persen kanker prostat. Capsaicin juga disebut bermanfaat dalam membantu pengobatan kanker payudara, pankreas, dan kandung kemih.

Namun, jangan berlebihan makan makanan pedas

Apakah Anda pernah tidak sengaja kecipratan kuah bakso atau soto yang pedas? Jika iya, pasti Anda mengerti bagaimana perihnya mata Anda. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

Seperti yang dilansir dari Womens Health, makanan pedas bisa mengiritasi kulit Anda terutama dibagian bibir. Jika Anda mengonsumsi makanan pedas berlebihan, kulit di bibir Anda akan merasakan perih. Penting juga bagi Anda untuk  mencuci tangan setelah Anda membuat atau mengonsumsi makanan pedas.

Tidak hanya itu, mengonsumsi makanan pedas menjelang waktu tidur bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang membuat Anda hampir pasti kesulitan untuk tidur nyenyak. Bahkan jika Anda termasuk orang yang bisa makan makanan pedas tanpa harus merasa sakit perut sambal dan makanan pedas dikaitkan dengan panjangnya waktu terjaga di malam hari dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat tidur pulas, hal ini karena capsaicin mempengaruhi pola tidur dengan mengubah suhu tubuh Anda.

Apa yang harus dilakukan jika Anda kepedasan?

Untuk menghilangkan rasa kepedasan itu, sebuah penelitian di New Mexico State University Chile Pepper Institute seperti yang dilansir Medical Daily menemukan cara cepat yang bisa dilakukan yaitu dengan minum susu. Dalam studinya, peneliti menemukan bahwa protein dalam susu bisa menggantikan senyawa kimia yang membuat cabai terasa pedas dan menimbulkan sensasi panas serta terbakar.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ingin terus terlihat awet muda hingga bertahun-tahun ke depan? Hindari makanan yang ada di dalam artikel ini jika tidak ingin tampak cepat tua!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 1 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makan Pedas Saat Hamil Picu Keguguran?

Banyak ibu yang ngidam makan pedas selama kehamilan. Tapi, ada mitos yang menyebutkan bahwa makan pedas saat hamil berisiko keguguran. Apa benar?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Bila Anda telah melewati waktu makan, sehingga perut kosong dan keroncongan, sebaiknya hindari makan makanan pedas maupun asam. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Ini Manfaat Obat Kumur untuk Para Pecinta Makanan Pedas

Apa Anda tahu jika makanan pedas dapat berdampak negatif pada gigi? Temukan alasannya dan manfaat obat kumur untuk bantu mengatasi hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
manfaat obat kumur
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 16 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

gemar makan ikan

Benarkah Rutin Makan Ikan Turunkan Risiko Stroke dan Gagal Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tangan panas

3 Trik untuk Hilangkan Rasa Panas di Tangan Akibat Mengolah Cabai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa saja penyebab maag

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit