Alami Sesak Napas Saat Berbaring? Mungkin Masalah Kesehatan Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah merasa tiba-tiba sesak napas saat berbaring? Mungkin Anda mengalami orthopnea. Orthopnea adalah masalah pernapasan yang bisa terjadi pada siapa saja dan bisa menimbulkan kondisi kesehatan serius. Sebenarnya, apa itu orthopnea ya? Apa yang menjadi penyebab sesak napas saat tiduran ini?

Apa itu orthopnea?

Orthopnea adalah suatu gejala kesulitan bernapas yang terjadi ketika seseorang berbaring telentang. Biasanya, ketika berbaring Anda akan susah bernapas hingga batuk dan suara mengi muncul. Gejala sulit bernapas akan langsung membaik ketika berubah posisi menjadi duduk ataupun berdiri.

Kondisi ini dapat menyulitkan seseorang orang untuk terlelap sehingga mereka harus tidur dengan posisi duduk atau dapat diatasi dengan meletakan dada dan kepala menjadi lebih tinggi ketika berbaring dengan menambah tumpukan bantal. Meskipun hanya gejala, orthopnea merupakan pertanda penting dari memburuknya penyakit jantung.

Kenapa saya bisa sesak napas saat berbaring?

Sesak napas saat berbaring bisa disebabkan karena pembagian kadar cairan di dalam tubuh. Ketika Anda berbaring, cairan di dalam tubuh akan berkumpul di area dada sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah paru.

Nah, kondisi ini akan menyebabkan gangguan pada paru ketika bernapas. Jika Anda tidak memiliki riwayat penyakit jantung, biasanya kondisi ini tidak akan menimbulkan masalah apapun.

Namun, lain hal bila Anda pernah mengalami serangan jantung atau punya riwayat penyakit jantung, penumpukan cairan di area dada akan membuat jantung tidak cukup kuat memompa darah ke seluruh tubuh saat posisi berbaring. Akibatnya tekanan dalam pembuluh darah paru meningkat dan menyulitkan Anda untuk bernapas.

Seseorang yang punya penyakit paru juga dapat mengalami orthopnea. Penyakit paru yang diderita akan menyebabkan lendir diproduksi terlalu banyak. Banyak cairan di paru akan menyulitkan pertukaran gas oksigen dengan karbon dioksida pada kantung kecil paru (alveoli). Akibatnya jumlah oksigen yang didapatkan kurang dan tubuh pun tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Maka itu, Anda pun sulit bernapas saat berbaring.

Orthopnea juga cenderung dialami oleh orang yang memiliki kondisi:

  • Gagal jantung kongestif
  • Edema paru
  • Bronkitis
  • Asma
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Infeksi pneumonia yang serius
  • Penumpukan cairan di sekitar paru (pleural effusion)
  • Penumpukan cairan di sekitar rongga abdomen
  • Paralisis pada diagframa (gangguan otot pernapasan)
  • Mengalami tidur apnea
  • Tidur ngorok
  • Penyempitan rongga napas akibat pembengkakan kelenjar tiroid
  • Mengalami gangguan kecemasan dan gangguan yang berkaitan dengan stres,

Selain itu, obesitas dapat menyebabkan orthopnea. Memang, obesitas tidak berhubungan dengan penumpukan cairan, tapi banyaknya lemak di bagian perut juga akan berpengaruh pada kerja paru.

Apa yang terjadi jika saya punya orthopnea?

Tak hanya sesak napas saat berbaring, Anda juga akan merasakan nyeri di sekitar dada. Hal ini lagi-lagi diakibatkan karena kerja jantung yang terganggu. Selain itu, orthopnea juga menyebabkan seseorang mengalami:

  • Kelelahan
  • Merasa mual
  • Perubahan nafsu makan
  • Peningkatan detak jantung
  • Batuk dan suara mengi terus-menerus.

Bagaimana mendiagnosis orthopnea?

Sebenarnya sangat mudah untuk mengenali kondisi ini. Biasanya orang yang mengalami orthopnea akan langsung kesulitan bernapas sesaat setelah ia berbaring. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan sinar X atau CT-scan di area dada, untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru.
  • Pemeriksaan electrocardiogram, berperan untuk mengukur sinyal elektrik dari jantung dan memeriksa fungsi jantung.
  • Pemeriksaan echocardiogram, pencitraan jantung dengan ultrasound dan memeriksa ada atau tidaknya gangguan pada jantung.
  • Pemeriksaan fungsi paru, dilakukan dengan pengukuran napas oleh sebuah mesin untuk menilai fungsi baru.
  • Pemeriksaan gas arteri, dilakukan untuk menentukan jumlah kadar oksigen yang berada di dalam darah.
  • Pemeriksaan darah, merupakan pengambilan sampel darah dan digunakan untuk memeriksa berbagai kondisi lainnya.

Apa saja perawatan yang harus dijalani ketika memiliki orthopnea?

Sesak napas saat berbaring bisa langsung diatasi dengan cara mengubah posisi, biarkan bagian atas tubuh menjadi lebih tinggi sedikit daripada bagian bawah. Namun, jika kondisi ini terus mengganggu, dokter akan meresepkan obat antiradang, steroid, diuretik, vasolidator serta obat lain yang mengurangi tumpukan lendir di dalam paru. Jika memungkinkan penanganan jantung juga dapat dilakukan dengan tindakan pembedahan.

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler. Salah satu contohnya adalah dengan olahraga teratur dan menerapkan program diet untuk mengurangi berat badan, khususnya pada individu yang mengalami obesitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sesak Napas

Sesak napas atau dispnea adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas. Terdapat berbagai macam hal yang bisa menyebabkan sesak napas.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

Tidak semua pengidap asma perlu pakai inhaler. Anda mungkin juga membutuhkan jenis obat semprot asma yang berbeda dengan pengidap asma lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 4 Desember 2019 . Waktu baca 11 menit

Daftar Makanan yang Direkomendasikan dan yang Harus Dibatasi Penderita Asma

Tidak banyak yang tahu bahwa apel dan pisang termasuk makanan terbaik untuk penderita asma, tapi tidak dengan kubis atau kol. Kenapa bisa begitu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 30 November 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

angina adalah

Angina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Sarcoidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
napas pendek setelah makan

4 Penyakit yang Membuat Anda Sering Sesak Napas Setelah Makan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi tersedak

Saat Bayi Tersedak, Ketahui Penyebab, Cara Menolong, dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit