Apa itu maag?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sakit maag?

Maag adalah kondisi yang biasanya digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan karena gangguan pencernaan. Dengan kata lain, istilah maag sebenarnya tidak ada dalam kamus medis, alias bukanlah suatu penyakit khusus.

Selama ini istilah maag biasanya dipakai untuk menunjukkan beragam keluhan mengenai masalah pencernaan. Meliputi mual, muntah, perut kembung, sakit perut, maupun dada yang terasa nyeri seolah terbakar (heartburn).

Maag bisa dialami oleh siapa saja, tapi gejala gangguan pencernaan yang dialami oleh setiap orang tidak selalu sama. Selain itu, frekuensi munculnya maag yang dialami oleh setiap orang pun bisa berbeda-beda. Ada yang cukup sering mengalaminya, tapi ada juga yang sangat jarang.

Meski bukan suatu penyakit khusus, tapi hadirnya maag dan berbagai gangguan pencernaan lainnya tidak boleh dianggap ringan. Sebab tidak menutup kemungkinan, kondisi ini bisa menjadi tanda sekaligus risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih parah.

Seberapa umumkah sakit maag?

Oleh karena maag hanya berupa kumpulan gejala dari gangguan pencernaan, tentu kondisi ini cukup umum dialami banyak orang. Meski cukup umum, jangan khawatir. Anda dapat mengurangi risiko terserang kondisi ini dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala sakit maag?

Gejala umum yang biasanya muncul ketika seseorang mengalami maag adalah sebagai berikut:

  • Sakit perut.
  • Perut kembung karena penumpukan jumlah gas.
  • Mual dan muntah.
  • Perut terasa panas.
  • Muncul rasa tidak nyaman di perut bagian atas.
  • Mengalami sensasi seperti terbakar di bagian ulu hati yang bisa mengalir sampai ke dada.
  • Mudah bersendawa.
  • Mudah merasa kenyang padahal baru makan beberapa suap, atau setelah makan makanan dalam porsi normal.
  • Merasa sangat kekenyangan setelah makan, yang biasanya bisa berlangsung cukup lama.
  • Timbul rasa asam di mulut.

Bahkan terkadang, maag atau masalah pencernaan yang menandakan adanya suatu penyakit tertentu bisa membuat Anda mengalami heartburn.

Heartburn adalah timbulnya rasa atau sensasi seperti panas seperti terbakar di bagian tengah dada, yang dapat menyebar sampai ke leher dan punggung. Kondisi yang tentu membuat tubu tidak nyaman tersebut, biasanya mulai terasa saat sedang makan, maupun setelah selesai makan.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Oleh karena maag bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang mendasarinya, jangan tunda untuk memeriksakan kondisi ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Muntah sering dan parah, atau ada darah dalam muntahan Anda
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Kesulitan saat menelan makanan maupun minuman
  • Sakit dada
  • Mata dan kulit berwarna kuning
  • Sulit bernafas
  • Dada terasa panas
  • Tubuh terasa lemas

Bukan hanya itu. Kondisi sakit maag kadang bisa memburuk sewaktu-waktu, tergantung keparahannya. Maka itu, penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis ketika tanda dari sakit maag semakin parah, seperti:

  • Napas tersengal, susah bernapas, keringat mengucur deras, hingga nyeri dada yang menjalar sampai ke rahang, leher, atau lengan.
  • Dada terasa nyeri saat sedang beraktivitas maupun ketika mengalami stres.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda.

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab sakit maag?

Sakit maag tidak dianggap sebagai penyakit sesungguhnya, alias hanya sebatas kumpulan dari berbagai gejala atas suatu penyakit lainnya. Itu sebabnya, kondisi gangguan pencernaan ini memiliki banyak kemungkinan penyebab di baliknya.

Pertama-tama, coba telaah kembali gaya hidup yang selama ini Anda lakukan. Pasalnya, mungkin saja kemunculan gangguan pencernaan ini memang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur. Berikut adalah berbagai penyebab umum sakit maag akibat gaya hidup:

  • Porsi makan yang terlalu banyak
  • Makan terlalu cepat
  • Terlalu sering makan makanan pedas dan asin
  • Terlalu sering minum minuman beralkohol
  • Banyak minum minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cokelat
  • Gemar minum minuman bersoda atau berkarbonasi lainnya
  • Merokok
  • Kecemasan dan stres
  • Kebiasaan makan mendekati waktu tidur

Namun selain itu, sakit maag yang menyerang sistem pencernaan ini juga bisa dikarenakan beragam penyakit. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kondisi tersebut yakni:

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung. Sebuah kondisi saat asam lambung mengalir naik ke kerongkongan Anda, sehingga berisiko mengiritasi dan bahkan merusak kerongkongan.
  • Peradangan lambung (gastritis), yakni adanya peradangan atau pembengkakan pada lapisan kulit dalam lambung.
  • Irritable bowel syndrome (IBS), yakni iritasi usus disertai dengan kontraksi tidak teratur pada bagian usus besar.
  • Infeksi perut, yang biasanya disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.
  • Tukak lambung, yakni luka tipis atau lubang yang muncul di dinding perut Anda.
  • Kanker perut.
  • Penyakit celiac, yakni ketika tubuh menganggap senyawa di dalam gluten sebagai suatu ancaman. Gluten adalah jenis protein yang biasanya ada di dalam biji-bijian seperti gandum.
  • Batu empedu.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Obesitas, yang berisiko meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengalami gangguan pencernaan.

Selain itu, ternyata beberapa jenis obat-obat tertentu juga bisa menyebabkan sakit maag, seperti:

  • Aspirin dan golongan obat penghilang rasa sakit atau NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi).
  • Obat yang memiliki kandungan nitrat di dalamnya, biasanya untuk mengobati hipertensi.
  • Estrogen dan pil KB.
  • Obat steroid.
  • Beberapa jenis antibiotik.
  • Obat untuk penyakit tiroid

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami sakit maag?

Sakit maag adalah kondisi yang sangat umum terjadi di masyarakat, dan dapat dialami oleh siapa pun. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tidak perduli berapa usia dan apa jenis kelaminnya.

Bahkan, kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan bisa sangat mempengaruhi kesehatan pencernaan. Selain beberapa penyakit dan penyebab potensial yang disebutkan di atas, beberapa hal lainnya dapat meningkatkan risiko maag, meliputi:

  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  • Stres dan kelelahan
  • Masalah lainnya pada sistem pencernaan

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin timbul dari sakit maag?

Pada dasarnya, gangguan pencernaan yang satu ini tidak selalu menimbulkan efek komplikasi yang parah. Hanya saja, sakit dan keluhan yang ditimbulkan dari maag ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, karena membuat Anda merasa tidak nyaman hingga malas makan.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga kalau kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi. Biasanya, hal ini terjadi karena sakit maag tersebut disebabkan oleh penyakit lain. Ambil contohnya, GERD, radang lambung, dan lain sebagainya.

Beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit lain yang menyebabkan maag adalah sebagai berikut:

1. Penyempitan kerongkongan (esophageal stricture)

Penyempitan kerongkongan ditandai dengan munculnya luka atau peradangan pada bagian bawah kerongkongan, karena kenaikan asam lambung. Selain kerongkongan, lapisan sensitif pada lambung alias mukosa juga mengalami iritasi.

Iritasi tersebut bisa memengaruhi kondisi kerongkongan, dengan membentuk jaringan parut. Kehadiran jaringan parut tersebut yang pada akhirnya membuat jalur masuk makanan menjadi menyempit.

2. Susah menelan makanan

Orang yang mengalami penyempitan kerongkongan biasanya disertai dengan keluhan susah saat menelan makanan. Alhasil, makanan justru tersangkut di tenggorokan, sehingga tak jarang menyebabkan munculnya nyeri dada.

3. Luka terbuka di kerongkongan

Luka terbuka yang muncul di kerongkongan ini disebabkan oleh naiknya asam lambung yang sudah tergolong parah. Akibatnya, kerongkongan bisa berdarah, sakit, dan membuat susah atau tidak nyaman saat menelan.

Bahkan, keparahan asam lambung yang naik ke kerongkongan, bisa mengakibatkan perubahan pada jaringan yang melapisi kerongkongan. Perubahan tersebut bisa berujung pada peningkatan risiko kanker esofagus (kerongkongan).

4. Stenosis pilorus

Stenosis pilorus terjadi ketika kenaikan asam lambung mengakibatkan timbulnya iritasi jangka panjang pada lapisan pencernaan. Pilorus adalah sebuah jalur yang ada di antara lambung dan usus kecil.

Stenosis pilorus akan membuat bagian pilorus pada sistem pencernaan tersebut menyempit. Akhirnya, makanan tidak dapat dicerna dengan baik.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sakit maag?

Pengobatan yang diberikan dokter bertujuan untuk mengurangi gejala maag, sekaligus membantu memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Dengan demikian, pemberian obat resep dokter biasanya tergantung pada masalah pencernaan yang mendasarinya.

Berikut berbagai pilihan obat untuk membantu memulihkan sakit maag:

1. Antasida

Antasida bekerja dengan cara melawan efek buruk dari kenaikan asam lambung. Contoh obat ini meliputi Alka-Seltzer, Maalox, Rolaids, Riopan, dan Mylanta.

Antasida biasanya direkomendasikan sebagai salah satu perawatan yang paling awal untuk mengobati sakit maag atau gangguan pada pencernaan.

2. Proton pump inhibitor (PPI)

Esomeprazole (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec, Zegerid), pantoprazole (Protonix), rabeprazole (Aciphex), dan dexlansoprazole (Dexilant) adalah jenis obat PPI.

Obat penghambat pompa inhibitor ini bisa dibeli bebas maupun diperoleh melalui resep dokter, sesuai dengan keluhan yang Anda alami.

Obat PPI dapat membantu menurunkan kadar asam lambung, serta ditujukan bagi Anda yang sering mengalami heartbun akibat GERD.

3. H-2 receptor antagonists (H2RAs)

Obat H-2 receptor antagonists bertugas untuk menurunkan kadar asam lambung, dan dapat bertahan lebih lama ketimbang obat antasida. Namun jika dibandingkan dengan antasida, kerja obat H2RAs ini cenderung lebih lambat.

Contoh kelompok obat ini meliputi Zantac, Tagamet, Pepcid, dan Axid, yang bisa dibeli bebas (OTC) maupun dengan dosis yang lebih tinggi melalui resep dokter.

4. Prokinetik

Prokinetik adalah jenis obat yang berguna untuk mempercepat pengosongan perut dan membantu memperkuat otot bagian bawah kerongkongan. Obat ini biasanya bisa didapatkan atas anjuran dari dokter.

5. Antibiotik

Obat-obatan antibiotik hanya akan diberikan jika sakit maag dipicu oleh penyakit yang berasal dari bakteri H. pylori. Antibiotik akan membantu melawan bakteri penyebab gangguan pencernaan tersebut.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis sakit maag?

Mula-mula, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala, pola makan, dan riwayat medis terlebih dahulu. Demi memastikan kondisi apa yang sebenarnya sedang Anda alami, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Jika perlu, mungkin dibutuhkan beberapa tes untuk lebih memastikan kondisi Anda, serta mengetahui penyakit lain yang menyebabkan sakit maag. Berikut pilihan pemeriksaan untuk memastikan sakit maag:

  • Tes pencitraan, seperti x-ray atau rontgen, USG perut, atau CT-scan. Tujuannya untuk memeriksa kemungkinan adanya penyumbatan maupun masalah pencernaan lainnya.
  • Tes untuk memeriksa keberadaan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).  Tes ini bisa dilakukan tergantung pada tingkat keparahan Anda dan faktor lainnya. Namun, pemeriksaan yang satu ini lebih banyak ditujukan bagi pengidap tukak lambung. Tes termasuk tes antigen tinja, tes napas, atau juga tes darah.
  • Endoskopi. Tes ini dilakukan untuk memeriksa adanya masalah pada saluran pencernaan bagian atas, terutama pada pasien yang tidak menanggapi pengobatan biasanya. Caranya dengan memasukkan tabung tipis panjang dengan kamera ke dalam perut untuk mengetahui secara rinci.
  • Tes fungsi hati. Organ hati memproduksi empedu (cairan pencernaan yang digunakan untuk memecah lemak). Adanya masalah pada organ hati dapat mengurangi produksi empedu, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi maag?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan pencernaan:

  • Makan makanan hanya dalam porsi yang sesuai.
  • Usahakan untuk selalu makan tepat waktu.
  • Perhatikan menu makanan yang dimakan, jangan terlalu pedas, asin, dan berlemak.
  • Cobalah untuk makan secara perlahan.
  • Cobalah untuk menghentikan atau mengurangi merokok.
  • Jaga berat badan agar tetap sehat.
  • Kurangi jumlah asupan kopi, minuman ringan, dan asupan alkohol.
  • Diskusikan dengan dokter Anda untuk mengganti obat-obatan yang mengiritasi lapisan lambung, seperti NSAID dan aspirin.
  • Kelola stres dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pencegahan

Apa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit maag?

Jika tidak ingin mengalami sakit maag, sebaiknya patuhi beberapa aturan pencegahan sebagai berikut:

  • Hindari makan larut malam atau tidak tepat waktu.
  • Makan dalam porsi secukupnya dan tidak terlalu berlebihan.
  • Makan makanan pedas dan berlemak dalam porsi yang cukup.
  • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol.
  • Perhatikan jumlah minuman berkafein yang Anda konsumsi, jangan terlalu banyak.
  • Jangan memaksa langsung berolahraga dalam keadaan perut penuh setelah makan.
  • Jangan langsung berbaring atau tidur setelah makan, sebaiknya beri jeda sekitar 2-3 jam.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 11, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca