home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Kerja Tes Fungsi Hati untuk Mendeteksi Risiko Kerusakan Hati

Cara Kerja Tes Fungsi Hati untuk Mendeteksi Risiko Kerusakan Hati

Tes fungsi hati adalah tes darah yang digunakan untuk kepentingan diagnosis dan screening fungsi organ hati. Serangkaian tes ini mengukur enzim yang dilepaskan sel-sel hati dalam menanggapi kerusakan atau penyakit. Simak selengkapnya berikut ini.

Apa saja yang diperiksa selama tes fungsi hati?

Tes fungsi hati biasanya terdiri dari enam tes terpisah yang dilakukan pada sampel darah tunggal. Serangkaian tes ini meliputi sebagai berikut.

1. Alanine aminotransferase (ALT)

Enzim yang disebut ALT dilepaskan dari sel-sel hati. Pada umumnya, ALT juga terdapat dalam aliran darah tetapi dalam kadar yang rendah. Rentang normal kadar ALT dalam darah yaitu antara 5 – 60 IU/L (International Units per Liter).

ALT bisa bocor ke pembuluh darah ketika ada suatu penyakit pada hati atau ada sel-sel hati yang rusak atau mati. Peningkatan ALT dalam darah dapat dipicu oleh semua jenis hepatitis (akibat virus, alkoholik, atau dipicu obat).

Selain itu, syok atau toksisitas obat juga dapat meningkatkan kadar ALT.

Terlepas dari seberapa banyak kadar ALT yang ada dalam darah, peradangan atau kematian sel hati hanya dapat dipantau dengan biopsi hati.

Meskipun kadar ALT dalam pembuluh darah merupakan pengukuran kuantitatif langsung, salah satu bentuk tes fungsi hati ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan hati atau perkembangan penyakit.

2. Aspartate aminotransferase (AST)

AST yaitu enzim mitokondria yang terdapat pada organ jantung, hati, otot, ginjal, dan otak. Dalam banyak kasus kerusakan hati, kadar ALT dan AST meningkat dengan perbandingan sekitar 1:1. Rentang normal kadar AST dalam aliran darah yaitu 5 – 43 IU/L.

3. Alkaline phosphatase (ALP)

ALP terdapat di banyak jaringan tubuh (usus, ginjal, plasenta, dan tulang) dan diproduksi pada saluran empedu dan selaput sinusoidal hati. Jika saluran empedu tersumbat, kadar ALP akan meningkat.

ALP akan meningkat jika terjadi sirosis, sclerosing cholangitis, dan kanker hati. Kondisi seperti penyakit tulang, gagal jantung kongestif, dan hipertiroidisme juga dapat menyebabkan tingginya kadar ALP yang tidak terduga.

Peningkatkan kadar ALP bisa disebabkan oleh masalah hati jika kadar enzim gamma-glutamyl transferase (GGT) juga mengalami peningkatkan. Rentang normal kadar ALP dalam darah yakni antara 30 – 115 IU/L.

4. Bilirubin

Bilirubin merupakan cairan berwarna kuning yang terdapat dalam aliran darah dan diproduksi pada organ hati oleh sel-sel darah merah yang mati karena usia.

Hati menyaring sel-sel darah merah tua dari aliran darah dalam proses modifikasi kimiawi yang disebut konjugasi. Sel-sel ini kemudian dilepaskan ke empedu, lalu disalurkan dan sebagian diserap kembali ke dalam usus.

Kadar bilirubin dapat meningkat karena berbagai penyakit, termasuk penyakit hati. Jika hati mengalami kerusakan, bilirubin bisa bocor ke dalam aliran darah dan memicu penyakit kuning (jaundice).

Penyakit kuning yaitu kondisi menguningnya mata dan kulit yang disertai dengan urin gelap dan feses berwarna terang. Penyebab dari meningkatnya kadar bilirubin meliputi:

  • virus hepatitis,
  • penyumbatan saluran empedu,
  • sirosis hati, serta
  • penyakit hati lainnya.

Tes bilirubin total sebagai bagian dari tes fungsi hati berfungsi mengukur jumlah bilirubin dalam pembuluh darah. Total kadar bilirubin yang normal berkisar antara 0,20 – 1,50 mg/dl (milligram per deciliter).

Tes bilirubin langsung (bilirubin direct) mengukur bilirubin yang diproduksi pada organ hati. Kadar normal bilirubin langsung berkisar antara 0,00 – 0,03 mg/dl.

5. Albumin

Albumin yaitu protein yang paling banyak terdapat dalam aliran darah dan diproduksi oleh hati. Pemeriksaan albumin dalam rangkaian tes fungsi hati merupakan yang termudah, paling dapat diandalkan dan tidak mahal.

Hati yang tidak menghasilkan cukup protein dengan fungsi yang tepat dapat menyebabkan kadar albumin yang rendah.

Pada awalnya, kadar albumin biasanya normal dalam penyakit hati kronis sampai pada akhirnya sirosis dan/atau penyakit hati lainnya menjadi cukup serius dan mencegah produksi protein oleh hati.

Selain itu, malnutrisi, beberapa penyakit ginjal, dan kondisi lainnya yang lebih langka dapat menyebabkan penurunan kadar albumin. Albumin mempertahankan volume darah di pembuluh vena dan arteri.

Jika kadar albumin menurun secara drastis, cairan bisa bocor dari aliran darah ke jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan di pergelangan dan telapak kaki. Rentang normal kadar albumin dalam darah yaitu 3,9 – 5,0 g/dl (gram/deciliter).

6. Total Protein (TP)

TP merupakan salah satu bagian dari tes fungsi hati yang mengukur albumin dan semua protein lainnya dalam aliran darah, termasuk antibodi yang membantu melawan infeksi.

Berbagai alasan yang berbeda bisa menyebabkan peningkatan atau penurunan kadar protein yang tidak normal, misalnya penyakit hati, penyakit ginjal, kanker darah, malnutrisi, atau pembengkakan tubuh yang tidak normal.

Kadar normal protein dalam aliran darah berkisar antara 6,5 – 8,2 g/dl.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Liver function tests. http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liver-function-tests/basics/definition/prc-20012602. Accessed February 7, 2017.


Take the Mystery Out of Your Liver Tests. http://www.liversupport.com/take-the-mystery-out-of-your-liver-tests/. Accessed February 7, 2017.

Liver Function Tests. http://www.webmd.boots.com/a-to-z-guides/liver-function-tests. Accessed June 21, 2017.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 2 hari lalu
x