home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Stenosis Pilorus

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah
Stenosis Pilorus

Definisi

Apa itu stenosis pilorus?

Stenosis pilorus adalah kondisi umum yang mempengaruhi pembukaan (pilorus) antaralambung dan usus kecil pada bayi. Pilorus adalah katup otot yang menjaga makanan di perut sampai siap untuk diteruskan ke tahap berikutnya dalam proses pencernaan. Dalam penyakit stenosis pilorus, otot‐otot pilorus menebal, menghalangi makanan untuk memasuki usus kecil bayi.

Seberapa umumkah stenosis pilorus?

Stenosis pilorus biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir dan jarang terjadi pada bayi berusia lebih dari 6 bulan. Kadang‐kadang bisa terjadi pada orang dewasa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala stenosis pilorus?

Stenosis pilorus membuat bayi muntah setelah disusui karena susu tidak bisa mengalir dariperut ke dalam usus kecil. Muntah ini lebih parah dibanding gumoh biasa dan semakin lama semakin parah. Bayi mungkin tidak mendapatkan cukup cairan tubuh karena muntah dan akhirnya mengalami dehidrasi serta kehausan. Kemungkinan bayi akan kekurangan berat badan, bahkan mungkin berat badan akan turun. Muncul benjolan di perut bayi. Benjolan ini adalah otot yang membesar. Orang dewasa hanya mengalami muntah ringan, sakit perut, perasaan kekenyangan setelah makan, atau sakit perut. Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas.Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika bayi Anda mengalami hal‐hal berikut.

  • Sering muntah setelah makan
  • Muntah berat (bukan gumoh)
  • Kurang aktif atau sering rewel
  • Jarang buang air kecil atau buang air kecil sedikit
  • Tidak menunjukkan adanya kenaikan berat badan, atau bahkan cenderung menurun

Penyebab

Apa penyebab stenosis pilorus?

Stenosis pilorus pada bayi cukup umum tetapi penyebabnya belum diketahui. Kemungkinan gen memainkan peran, karena anak‐anak yang lahir dari orangtua yang memiliki stenosis pilorus lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini. Ketika stenosis pilorus terjadi, otot pilorus membesar dan menebal dan menghalangi saluran yang membawa makanan keluar dari perut (outlet perut). Cairan dan makanan padat tidak bisa diteruskan dari perut ke usus kecil. Pada orang dewasa, stenosis pilorus dapat disebabkan oleh tukak lambung, jaringan parut setelah operasi di perut, atau tumor dekat pilorus.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk stenosis pilorus?

Anda dan bayi Anda lebih rentan terhadap penyakit ini jika terlahir sebagai laki‐laki dan memiliki keluarga (terutama ibu) yang mengidap stenosis pilorus. Bayi yang diberi antibiotik tertentu seperti eritromisin pada minggu‐minggu pertama kelahiran sebagai pereda batuk rejan (pertusis) memiliki peningkatan risiko terserang stenosis pilorus. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu yang diberi antibiotik tertentu pada akhir kehamilan juga memiliki peningkatan risiko terserang stenosis pilorus.Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena stenosis pilorus. Faktor‐faktor tersebut hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi kepada dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk stenosis pilorus?

Bayi dengan stenosis pilorus memerlukan pembedahan. Selama operasi (disebutpiloromiotomi), otot yang besar dan tebal itu akan dipotong. Bayi akan disuntikkan sebuah cairan lewat pembuluh darah hingga pascaoperasi. Biasanya bayi baru bisa kembali makan setelah 6 hingga 8 jam. Obat semacam aspirin ringan dapat diberikan untuk pereda rasa nyeri. Orang dewasa pun perlu melakukan operasi dan pengobatan untuk kondisi yang menyebabkan stenosis. Kadang‐kadang, otot pilorus dapat dibuka tanpa harus menjalani operasi (disebut endoscopic balloon dilation). Dalam prosedur ini, dokter menempatkan sebuah tabung dengan balon di ujungnya melalui mulut dan masuk ke perut. Balon akan mengembang dan membesar dan membuat pilorus terbuka. Baik bayi maupun orang dewasa biasanya akan membaik setelah operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk stenosis pilorus?

Dokter dapat membuat diagnosis berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan, dokter akan mencoba merasakan benjolan di perut. Dokter akan melakukan barium x‐ray atau USG. Tes ini dilakukan untuk mengambil gambar dari dalam tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stenosis pilorus?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi stenosis pilorus.

  • Kompres dengan air hangat ke bagian sayatan bekas operasi jika bayi Anda tampak tidak nyaman.
  • Hubungi dokter jika bayi Anda terus muntah, berat badannya turun, tampak terlalu lelah, atau tidak buang air besar selama 1 sampai 2 hari.
  • Hubungi dokter jika bayi Anda merasa sakit, muncul bengkak, kemerahan, pendarahan, atau kekurangan cairan di sekitaran lokasi sayatan. Juga hubungi dokter jika bayi Anda mengalami demam setelah operasi.
  • Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan dokter Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012.
United States National Library of Medicine. 2016. https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000970.htm Accessed January 18th, 2016
Mayo Clinic. 2016. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pyloric-stenosis/home/ovc-20163855?p=1 Accessed January 18th, 2016

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 22/09/2016
x