home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Maag Bisa Sembuh Total dan Tidak Kambuh Lagi?

Apakah Maag Bisa Sembuh Total dan Tidak Kambuh Lagi?

Maag merupakan sindrom yang ditandai dengan gejala masalah pencernaan, mulai dari mulas, kembung, hingga mual. Berbagai cara dilakukan agar kondisi ini tidak lagi kambuh. Sayangnya, maag masih bisa terjadi. Lantas, bisakah Anda sembuh dari maag dan tidak kambuh lagi?

Bisakah sembuh dari maag?

Faktanya, maag alias dispepsia merupakan kumpulan gejala dari berbagai kondisi yang berkaitan dengan masalah pencernaan.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan gejala maag, seperti asam lambung, infeksi lambung, hingga pankreatitis.

Selain itu, gaya hidup yang kurang sehat pun berkontribusi terhadap kemunculan sakit maag, yaitu kebiasaan makan dan sering mengalami stres.

Kabar baiknya, orang yang mengalami maag bisa sembuh dengan beberapa cara tertentu. Cara-cara tersebut nantinya akan bergantung pada apa penyebab dari sakit maag.

Sebagai contoh, maag bisa diatasi dengan obat antasida atau bloker asam, seperti ranitidine atau omeprazole.

Obat-obatan yang disebutkan ini dapat meredakan gejala yang dialami, tetapi belum tentu bisa membuat Anda sembuh total.

Cara agar maag bisa sembuh

perbedaan maag dan gerd

Pada dasarnya, proses penyembuhan maag melibatkan banyak hal, tidak hanya seputar perawatannya saja.

Dokter perlu tahu apakah penyebab dari maag bisa diatasi dengan tuntas atau tidak.

Bila penyebab maag bisa diobati, otomatis gejala maag pun akan hilang.

Artinya, maag sangat mungkin sembuh total bila mendapatkan penanganan yang menyasar ke penyebabnya, tidak hanya untuk meredakan gejala.

1. Mengatasi penyebab gejala maag

Salah satu penyebab gejala maag yang paling sering terjadi yaitu refluks asam lambung (GERD).

Bila masalah pencernaan yang muncul akibat GERD, dokter akan memberikan Anda obat seperti H2 blockers dan antasida.

Meski begitu, penggunaan obat masih bisa membuat maag kembali kambuh karena asam lambung bisa saja naik lagi.

Hal ini berlaku ketika Anda mengonsumsi makanan pemicu asam lambung atau tengah dilanda stres.

Bila gaya hidup tidak dapat mengatasi GERD, Anda mungkin perlu menjalani operasi GERD.

Operasi ini dilakukan untuk mengencangkan otot bagian atas lambung agar asam lambung tidak naik. Alhasil, gejala sakit maag pun ikut hilang.

Sementara itu, sembuh total dari gejala maag akibat ulkus atau luka di lambung masih cukup memungkinkan dengan obat jenis acid-blocking.

Bila luka di lambung sembuh total, gejala maag mungkin tidak akan kembali lagi.

Selain itu, ada beberapa penyebab gejala maag muncul yang perlu Anda ketahui, seperti:

  • radang lambung (gastritis),
  • tukak lambung,
  • penyakit celiac,
  • batu empedu,
  • sembelit,
  • pankreatitis,
  • iskemia usus,
  • penyakit tiroid, hingga
  • gaya hidup tidak sehat.

2. Mencegah maag kambuh kembali

pose yoga downward facing dog

Selain mencari tahu dan mengatasi akar penyebab sakit maag, sembuh total dari maag membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Anda perlu mencegah maag kambuh kembali agar benar-benar terbebas dari sindrom masalah pencernaan ini.

Pencegahan ini biasanya dilihat berdasarkan apa yang memicu penyebab gejala sakit maag.

Sebagai contoh, GERD atau infeksi lambung bisa disebabkan oleh kebiasaan kurang baik. Itu sebabnya, gaya hidup sehat diperlukan untuk mencegah maag.

Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan agar benar-benar sembuh dari gejala sakit maag.

Konsumsi makanan berserat tinggi

Salah satu cara mencegah sakit maag kambuh kembali yaitu mulai mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Serat baik dapat membantu membersihkan usus dan melancarkan pencernaan hingga menurunkan risiko penyebab sakit maag.

Selain itu, makanan berserat tinggi membuat Anda merasa kenyang hingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Pasalnya, makan berlebihan bisa menyebabkan heartburn yang menjadi bagian dari sakit maag. Jadi, cobalah perbanyak makanan serat sehat, seperti:

  • biji-bijian utuh, seperti oatmeal dan beras merah,
  • sayuran akar, seperti wortel, bit, dan ubi jalar, atau
  • sayuran berdaun hijau, seperti asparagus, brokoli, dan kacang hijau.

Mengelola stres

Stres bisa menjadi salah satu alasan mengapa Anda tidak kunjung sembuh dari maag. Itu sebabnya, cobalah untuk mengelola stres agar gejala masalah pencernaan ini tidak datang kembali.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola stres, antara lain:

  • menciptakan lingkungan yang tenang saat makan,
  • mencoba teknik pernapasan dalam,
  • meditasi atau yoga,
  • meluangkan waktu untuk hobi, dan
  • mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Dengan begitu, Anda bisa mencegah kemunculan sakit maag yang terus-terusan mengganggu aktivitas harian.

Menghindari makanan pemicu asam lambung

Seperti yang sudah disebutkan, kenaikan asam lambung dapat memicu gejala sakit maag tidak kunjung membaik. Sementara itu, asam lambung naik dapat terjadi akibat makanan tertentu.

Maka dari itu, usahakan untuk menghindari makanan pemicu asam lambung selama proses pemulihan. Sederet makanan yang dapat memperparah sakit maag yaitu:

  • gorengan,
  • makanan cepat saji (fast food),
  • keripik kentang atau makanan ringan olahan lainnya,
  • cabai bubuk dan merica putih,
  • keju,
  • daging berlemak, seperti bacon dan sosis,
  • buah sitrus,
  • cokelat, atau
  • minuman berkarbonasi.

Intinya, orang yang mengalami sakit maag sebenarnya bisa sembuh. Namun, Anda perlu menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan mengetahui penyebab yang mendasari sindrom pencernaan ini.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gupta, E. (n.d). ​​GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn). John Hopkins Medicine. Retrieved 23 August 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn 

Indigestion – diagnosis & treatment. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 23 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/diagnosis-treatment/drc-20352215 

Rangan, V. (2021). Five lifestyle factors that can help prevent gastroesophageal reflux disease. Harvard Health. Retrieved 23 August 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/five-lifestyle-factors-that-can-help-prevent-gastroesophageal-reflux-disease-202105122454 

Newman, T. (2018). What to know about indigestion or dyspepsia. Medical News Today. Retrieved 3 July 2018, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484 

Cunha, J.P. (2018). Indigestion (Upset Stomach) Causes and Treatments. EmedicineHealth. Retrieved 3 July 2018, from https://www.emedicinehealth.com/indigestion/article_em.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 31/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan