backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

Ketahui 6 Penyebab Perut Terasa Panas dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Priscila Stevanni · Tanggal diperbarui 15/01/2024

Ketahui 6 Penyebab Perut Terasa Panas dan Cara Mengatasinya

Setelah makan makanan pedas, beberapa orang kadang merasakan panas di perut seperti perih terbakar, tepatnya di ulu hati. Gejala ini sering juga disertai rasa pahit di tenggorokan dan mulut. Nah, apa sebenarnya yang menyebabkan perut terasa panas? Benarkah pasti disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi?

Penyebab perut terasa panas

Penyebab rasa panas pada perut umumnya berasal dari kondisi yang memengaruhi fungsi lambung. Rasa panas juga bisa menjadi gejala dari berbagai gangguan pada sistem pencernaan.

Selain makanan tertentu, berikut beberapa kondisi yang kerap menyebabkan perut atau lambung panas.

1. Reaksi terhadap makanan tertentu

Makanan pedas ternyata bukan satu-satunya jenis makanan yang dapat membuat lambung terasa panas. Beberapa makanan lain bisa memengaruhi sistem pencernaan yang lebih sensitif sehingga menimbulkan rasa perih terbakar di perut.

Berikut contoh makanan yang dapat memicu rasa panas pada lambung.

  • Produk susu pada orang dengan intoleransi laktosa.
  • Gluten pada penderita penyakit celiac.
  • Buah-buahan sitrus pada penderita GERD, gastritis, dan tukak lambung.
  • Makanan berlemak pada penderita penyakit Crohn.

Minuman beralkohol juga dapat menimbulkan sensasi panas, bahkan pada orang-orang dengan sistem pencernaan yang sehat.

2. Gastritis

menghilangkan sakit perut karena makan pedas

Gastritis merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dalam lambung. Selain perut yang terasa panas, Anda mungkin juga mengalami mual, muntah, dan sakit perut.

Peradangan yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti luka lambung, perdarahan lambung, hingga kanker lambung.

Jika Anda mengalami gejala gastritis, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Asam lambung naik

Makanan yang masuk ke lambung akan melewati kerongkongan dan melalui sfingter esofageal, otot yang membatasi kerongkongan dan lambung.

Sfingter akan menutup saat makanan berpindah ke dalam lambung. Namun, jika sfingter esofageal tidak menutup sempurna, asam lambung bisa naik dan mengiritasi kerongkongan (refluks asam lambung).

Refluks yang terus terjadi sampai menimbulkan gejala seperti panas di perut, (heartburn), mual, dan rasa pahit di tenggorokan merupakan kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD).

Kenapa perut terasa panas dan kepala pusing?

  • Gejala perut panas disertai dengan kepala pusing seperti berputar (vertigo) bisa menjadi pertanda GERD. Studi dalam jurnal Medical Hypotheses menyebutkan bahwa sekitar 77% pasien GERD mengalami vertigo perifer.
  • Asam lambung dapat naik ke tenggorokan dan masuk ke tuba eustachius (saluran kecil penghubung tenggorokan dan telinga). Akibatnya, timbul gangguan pada telinga dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menyebabkan vertigo perifer.

4. Infeksi lambung

Clarithromycin

Infeksi lambung umumnya disebabkan oleh bakteri H. pylori. Bakteri ini sebenarnya hidup secara alamiah di dalam lambung dan tidak selalu menimbulkan gejala.

Gejala baru akan muncul begitu pertumbuhan bakteri sudah di luar batas wajar. Gejala utama infeksi lambung yaitu sakit perut dan rasa panas pada perut.

Banyak penderita juga mengeluhkan kepala pusing, perut kembung, sering sendawa, mual, muntah, serta penurunan berat badan secara mendadak.

5. Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome alias sindrom iritasi usus besar merupakan sekumpulan gejala gangguan pencernaan yang memengaruhi fungsi usus besar.

Penyebabnya diduga berasal dari masalah saraf yang berdampak pada kemampuan kontraksi usus besar.

IBS dapat membuat perut terasa panas dan tidak nyaman. Gejala lain yang sering menyertainya yakni diare, sembelit, perut kembung, mual, dan muntah.

Tak hanya itu, Anda mungkin juga akan lebih sering ingin buang air besar.

6. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada lapisan dalam lambung dan bagian atas usus halus.

Pembentukan luka dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, konsumsi obat pereda nyeri, kebiasaan merokok, dan terapi radiasi pada area perut.

Gejala utama dari tukak lambung adalah rasa panas pada perut. Beberapa penderita juga kerap mengeluhkan heartburn, mual, serta nyeri dada.

Luka lambung yang parah dapat menyebabkan perdarahan yang ditandai dengan feses berwarna hitam.

Cara mengatasi perut panas

letak rahim normal dan sehat

Perut yang terasa panas akibat kebiasaan makan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, tapi keluhan terkait gangguan pencernaan biasanya perlu diatasi dengan obat.

Berikut berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan sensasi panas pada lambung.

1. Tidak langsung berbaring setelah makan

Langsung berbaring setelah makan dapat memperparah rasa panas pada perut.

Jika Anda merasa ngantuk setelah makan, Anda dapat berjalan-jalan sebentar atau melakukan berbagai aktivitas ringan selama kurang lebih 30 menit. Cobalah mencuci piring atau berjalan di sekitar rumah.

Waktu yang paling baik untuk berbaring adalah dua jam setelah makan. Agar perut terasa nyaman hingga malam hari, hindari juga mengonsumsi makanan ringan sesaat sebelum tidur.

2. Mengenakan pakaian yang longgar

Ikat pinggang atau aksesori pakaian lain yang ketat dapat menekan perut sehingga memperburuk rasa panas pada ulu hati.

Kendurkan semua pakaian yang terasa ketat setelah makan atau Anda bisa berganti baju dan memakai baju yang lebih longgar.

3. Menghindari rokok, alkohol, atau kafein

Kebiasaan merokok setelah makan bisa memperparah perut yang terasa panas.

Ini karena merokok melemahkan kinerja otot lambung yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke tenggorokan. Kafein dan alkohol juga akan memberi efek yang sama.

4. Meninggikan kepala dan tubuh bagian atas saat berbaring

Meninggikan bagian atas tubuh dengan bantal sebanyak kurang lebih 10 – 15 cm saat rebahan dapat mencegah refluks asam lambung dan perut panas.

Saat tubuh bagian atas dinaikkan, gravitasi akan mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Namun, pastikan tubuh tidak menekuk sebab bisa memperparah gejala karena adanya tekanan berlebih.

5. Mengurangi makan makanan berlemak

Selain mengubah kebiasaan setelah makan, Anda juga perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak.

Asupan lemak berlebih dapat memperburuk kondisi perut yang terasa panas dan mulas.

6. Menjalani pengobatan sesuai penyebabnya

Rasa panas pada perut akibat gangguan pencernaan biasanya akan kambuh bila kondisi penyebabnya tidak diobati.

Berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda, seperti berikut ini.

  • Obat penurun asam lambung: antasida, penghambat pompa proton (proton pump inhibitor), dan H2 blocker.
  • Antibiotik: mengobati infeksi lambung akibat H. pylori. Obat ini harus diminum hingga habis untuk mencegah kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

Wajar bila perut Anda terasa panas sesekali. Rasa panas mungkin disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi atau kebiasaan buruk setelah makan.

Namun, waspadalah bila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus. Segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk menemukan penyebab dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Priscila Stevanni · Tanggal diperbarui 15/01/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan