Apa itu penyakit kuning?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit kuning?

Penyakit kuning atau sakit kuning bisa disebut juga dengan jaundice atau ikterus. Penyakit kuning adalah keadaan kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning yang disebabkan karena tingginya kadar bilirubin.

Bilirubin dibentuk dari pemecahan sel darah merah. Tubuh biasanya mengeluarkan bilirubin melalui hati. Karena hati pada bayi baru lahir belum matang (imatur), terkadang bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh mengeluarkannya, sehingga menyebabkan terjadinya penyakit kuning.

Seberapa umumkah penyakit kuning?

Penyakit kuning adalah penyakit yang umum. Seringnya penyakit ini dialami bayi baru lahir, namun dapat terjadi juga pada anak-anak yang sudah lebih besar. Penyakit kuning biasanya dapat membaik dengan sendirinya dan hilang dalam beberapa hari. Dalam beberapa kasus tertentu, penyakit kuning juga bisa jadi gejala dari suatu penyakit tertentu. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit kuning?

Gejala yang paling khas dari penyakit kuning adalah kulit dan sklera mata penderita berwarna kuning. Gejala lainnya dapat berupa:

  • Bagian dalam mulut berwarna kuning
  • Urin berwarna gelap atau coklat seperti teh
  • Feses berwarna pucat seperti dempul

Catatan: jika bagian putih mata Anda tidak kuning, Anda mungkin bukan terkena penyakit kuning. Kulit Anda dapat berubah menjadi warna kuning – oranye jika Anda mengonsumsi beta karoten berlebih yaitu pigmen oranye pada wortel.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Gatal-gatal juga bisa menjadi ciri Anda terkena jaundice atau sakit kuning

Hampir kebanyakan orang yang sakit kuning akan mengalami badan gatal di samping gejala lainnya, terutama pada sore dan malam hari. Bahkan, gatal-gatal ini merupakan gejala penyakit kuning yang paling sulit dikontrol dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Gatal yang muncul di malam hari dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak.

Rasa gatal yang kita rasakan sebenarnya dipicu oleh rangsangan yang disebut pruritogen. Contohnya adalah gigitan serangga atau iritan bahan kimia. Otak kemudian menerjemahkannya sebagai sensasi gatal. Sebagai respons dari rasa gatal, kita akan menggaruk atau mengusap daerah tersebut untuk menghilangkan iritan tersebut.

Nah, bilirubin (pigmen kuning) adalah salah satu zat pruritogen. Bilirubin terbentuk saat hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen) dipecah sebagai bagian dari proses normal daur ulang sel darah merah tua atau yang rusak.

Bilirubin dibawa dalam aliran darah menuju hati, untuk kemudian berikatan dengan empedu. Bilirubin kemudian dipindahkan melalui saluran empedu ke saluran pencernaan, sehingga bisa dibuang dari tubuh. Sebagian besar bilirubin dibuang lewat feses, sementara sisanya lewat urin.

Jika bilirubin menumpuk terlalu banyak dalam hati, bilirubin kemudian akan menumpuk terus di dalam darah dan tersimpan di bawah kulit. Hasilnya adalah badan gatal, yang umum dialami oleh orang yang sakit kuning.

Selain itu, badan gatal sebagai gejala penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh garam empedu. Garam empedu juga merupakan zat pruritogenik. Bedanya, keluhan gatal akibat garam empedu muncul sebelum warna kulit menjadi kuning. Badan gatal akibat garam empedu juga tidak menghasilkan kulit kemerahan yang terlihat bengkak.

Gejala sakit kuning pada bayi yang harus diwaspadai

Perlu diingat, meskipun bayi Anda kuning, biasanya bayi yang mengalami jaundice fisiologis tidak menimbulkan gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda kuning.

  • Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
  • Tampak sakit dan lemas.
  • Tidak mau makan.
  • Rewel dan menangis terus.
  • Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
  • Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
  • Kejang.
  • Kesulitan bernapas dan terlihat biru.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kulit Anda tampak semakin kuning
  • Kulit Anda tampak kuning di daerah perut, lengan, dan kaki
  • Bagian putih mata Anda tampak kuning
  • Anda tampak sakit atau sulit dibangunkan
  • Anda sulit menambah berat badan atau sulit makan
  • Anda mengalami gejala lainnya, seperti gatal yang parah

Pada dewasa, kulit kuning dapat merupakan gejala suatu penyakit. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit kuning?

Penyebab penyakit kuning adalah penumpukkan senyawa bilirubin. Bilirubin dapat menumpuk di darah, karena senyawa ini dibentuk dari pemecahan sel darah merah. Biasanya tubuh mengeluarkan bilirubin melalui organ hati.

Karena organ hati bayi baru lahir belum matang (immature), terkadang bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh mengeluarkannya, sehingga menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat merusak sistem saraf bayi. Kondisi ini disebut juga kernicterus. Bayi prematur lebih berisiko terkena penyakit kuning dibanding bayi cukup bulan.

Penyebab lain penyakit kuning adalah infeksi, masalah golongan darah antara ibu dan bayi, dan ASI. Kadang-kadang, ASI mengganggu kemampuan hati bayi untuk memproses bilirubin. penyakit kuning jenis ini muncul lebih lama dibanding yang lain dan dapat bertahan selama beberapa minggu.

Selain itu, pada organ hati orang dewasa mungkin akan mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat memproses bilirubin. Terkadang bilirubin tidak dapat masuk ke sistem pencernaan sehingga dibuang melalui buang air besar. Tapi dalam kasus lain, banyak bilirubin yang mencoba masuk ke hati pada saat yang bersamaan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh.

Terdapat tiga macam penyakit kuning, tergantung pada bagian tubuh yang terkena dampak dari pergerakan bilirubin tersebut. Berikut ini adalah macam-macamnya, dengan penyebab masing-masing:

1. Penyebab penyakit kuning  jenis pre-hepatik

Kondisi penyakit ini muncul ketika terjadi infeksi yang mempercepat kerusakan sel darah merah. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan peningkatan level bilirubin dalam darah, sehingga memicu penyakit kuning. Penyebab dari penyakit kuning pre-hepatik:

  • Malaria – infeksi ini menyebar dalam darah.
  • Anemia sel sabit – gangguan darah yang diturunkan di mana sel darah merah terbentuk tidak normal. Thalassemia juga dapat memicu risiko penyakit kuning.
  • Sindrom Crigler-Najjar – sindrom genetik di mana tubuh kehilangan enzim yang membantu memindahkan bilirubin dari darah.
  • Spherocytosis yang diturunkan  – kondisi genetik yang menyebabkan sel darah merah terbentuk tidak normal sehingga sel tersebut tidak dapat bertahan lama.

2. Penyebab penyakit kuning jenis post-hepatik

Kondisi penyakit ini biasanya dipicu ketika saluran empedu rusak, meradang, atau terhambat. Akibat yang ditimbulkan adalah kandung empedu tidak mampu memindahkan empedu ke sistem pencernaan. Berikut ini yang dapat menyebabkan kondisi tersebut:

  • Batu empedu – menghalangi sistem saluran empedu kanker pankreas
  • Pankreatitis atau kanker kandung empedu – peradangan pankreas, yang dapat menyebabkan pankreatitis akut (berlangsung selama beberapa hari) atau pankreatitis kronis (berlangsung selama beberapa tahun)

3. Penyebab penyakit kuning jenis intra-hepatik

Kondisi penyakit kuning ini terjadi ketika ada permasalahan di hati – contohnya kerusakan akibat infeksi atau alkohol. Hal ini mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin. Berikut ini kemungkinan penyebab dari penyakit ini:

  • Virus hepatitis A, B, C
  • Penyakit hati (kerusakan hati) yang disebabkan terlalu banyak minum alkohol
  • Leptospirosis – infeksi yang menular melalui binatang contohnya tikus
  • Demam glandular – infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr; virus ini ditemukan pada ludah orang yang terinfeksi dan menyebar melalui ciuman, batuk, berbagi peralatan makanan yang tidak dicuci
  • Penyalahgunaan obat – mengosumsi paracetamol atau ekstasi yang berlebihan
  • Primary biliary cirrhosis (PBC) – kondisi yang jarang ditemukan dan dapat menyebabkan kerusakan hati lebih lanjut
  • Sindrom Gilbert – sindrom genetik umum di mana hati memiliki masalah dalam mengurai bilirubin dalam tingkat normal
  • Kanker hati
  • Pemakaian zat yang berlebihan yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati, seperti fenol (digunakan di tempat pembuatan plastik), karbon tetraklorida (dahulu sering digunakan seperti pada proses pendinginan)
  • Hepatitis autoimun – kondisi yang jarang di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang hati

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit kuning?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kuning adalah:

  • Lahir prematur. Bayi yang lahir sebelum 38 minggu mungkin tidak mampu untuk memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Selain itu, bayi akan makan lebih sedikit serta BAB menjadi lebih jarang, sehingga semakin sedikit bilirubin yang dikeluarkan melalui feses.
  • Memar saat kelahiran. Jika bayi Anda memar akibat proses kelahiran, bayi Anda berisiko terhadap kadar bilirubin yang tinggi akibat pemecahan sel darah merah yang lebih banyak.
  • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari bayi, bayi dapat menerima antibodi melalui plasenta yang menyebabkan sel darahnya terpecah lebih cepat.
  • Pemberian ASI. Bayi yang menerima ASI, khususnya yang mengalami kesulitan perawatan atau sulit mendapat nutrisi yang cukup dari ASI, lebih berisiko menderita penyakit kuning. Dehidrasi atau konsumsi kalori rendah dapat berperan dalam terjadinya penyakit kuning. Meski begitu, karena keuntungan yang didapat dari ASI, para ahli tetap menganjurkannya. Jika Anda mencurigai si kecil terkena penyakit kuning, segera beritahu dokter.

Obat & Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit kuning?

Untuk dewasa, terapi ditujukan pada akar masalah penyebab penyakit kuning.

Untuk bayi, kebanyakan kasus tidak membutuhkan terapi. Namun saat terapi dibutuhkan, terapi terbaik yaitu fototerapi. Bayi dibaringkan telanjang di bawah lampu fluorescent. Bayi menggunakan pelindung mata selama terapi. Lampu tersebut membantu pemecahan bilirubin yang berlebih sehingga bilirubin dapat dikeluarkan dengan mudah.

Sebuah “selimut ultraviolet” juga dapat digunakan. Kadar bilirubin darah diperiksa secara teratur. Fototerapi biasanya menurunkan kadar bilirubin dalam 2 hari. Kadang-kadang, kadar bilirubin meningkat setelah fototerapi, namun hanya sementara. Warna kuning dapat bertahan beberapa hari atau bahkan 1 atau 2 minggu, walaupun kadar bilirubin sudah rendah.

Pada kasus yang jarang dengan kadar bilirubin sangat tinggi yang tidak dapat diturunkan dengan fototerapi, transfusi tukar dapat dilakukan. Terapi ini mengeluarkan darah dengan kadar bilirubin tinggi dan menggantinya dengan darah yang berbeda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit kuning?

Dokter akan melakukan pemeriksaan darah sederhana untuk memeriksa kadar bilirubin. Dokter juga akan memberikan tes bilirubin untuk mengetahui berapa jumlahnya di dalam darah. Jika Anda memiliki penyakit kuning, kemungkinan level dari bilirubin Anda akan tinggi. Beberapa tes yang mungkin dilakukan adalah tes fungsi hati, complete blood count (CBC) – dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki bukti mengidap anemia hemolitik dan biopsi hati.

Untuk dewasa, pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa penyakit lain. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit kuning adalah:

  • Panel virus hepatitis untuk mencari infeksi hati
  • Pemeriksaan fungsi hati untuk mengetahui kerja hati
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa hitung jenis yang rendah atau adanya anemia
  • Ultrasound perut
  • CT scan perut
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERC)
  • Percutaneous transhepatic cholangiogram (PTCA)
  • Kadar kolesterol
  • Waktu protombin

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit kuning?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit kuning adalah:

  • Beri makan bayi Anda sesering mungkin. Ini dapat membantu bayi Anda mengeluarkan feses lebih banyak, yang dapat mengurangi jumlah bilirubin yang diserap usus
  • Pergi ke dokter jika bayi Anda tampak terkena penyakit kuning kembali, karena ini dapat berarti ada masalah lain. Sekali penyakit kuning pada bayi baru lahir sembuh, seharusnya penyakit kuning tidak muncul kembali

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 15, 2018

Yang juga perlu Anda baca