Tanda dan Gejala Kanker Hati (Liver) yang Penting Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sel kanker dapat tumbuh di mana saja, termasuk pada hati atau liver. Jika kondisi ini tidak segera diatasi dengan pengobatan untuk kanker hati, sel kanker bisa terus merusak jaringan di sekitarnya. Sayangnya, banyak orang yang tidak sadar memiliki penyakit ini. Sampai saat ini, belum ada tes kesehatan yang tersedia khusus untuk mendeteksi kanker hati. Anda sebaiknya mengetahui apa saja tanda dan gejala kanker hati sejak dini.

Kenali tanda dan gejala-gejala kanker hati (liver)

penyebab sirosis hati

Hati adalah organ penting yang tugasnya menyaring dan membersihkan darah dari zat berbahaya, mencerna lemak, membuat protein, serta menyimpan glikogen sebagai sumber energi. Nah, organ ini terdiri dari berbagai sel. Jika sel hati bekerja atau tumbuh secara tidak normal, kanker hati bisa terjadi.

Kanker hati terjadi akibat sel kanker menyerang langsung organ hati (kanker hati primer) maupun akibat penyebaran sel kanker pada jaringan lain yang sudah mencapai hati (metastasis hati). Kanker hati primer biasanya menimbulkan gejala yang relatif lebih dini dibandingkan dengan kanker metastasis.

Menurut Stanford Health Care, gejala kanker hati terbagi dua jenis, yaitu gejala kanker hati primer dan gejala kanker hati sekunder (metastatis). Di antaranya adalah:

Gejala kanker hati primer

Ciri-ciri atau gejala kanker hati biasanya tidak muncul hingga tumor berukuran cukup besar, sehingga mendorong atau bertabrakan dengan liver atau organ tubuh lainnya. Namun, hal tersebut mungkin baru terjadi setelah bulanan ataupun tahunan setelah kanker terbentuk.

Biasanya, gejala kanker hati yang terbentuk di dalam organ ditandai dengan:

1. Mual dan muntah

Salah satu gejala hepatoma atau kanker liver yang mungkin muncul adalah mual dan muntah. Hal ini bisa terjadi tanpa pemicu sebelumnya. Oleh sebab itu, jika Anda tiba-tiba merasa mual dan ingin muntah tanpa sebab, mungkin sudah saatnya untuk memeriksakan kondisi ke dokter.

2. Terjadi pembengkakan

Salah satu gejala yang mungkin muncul pada pasien kanker hati adalah munculnya pembengkakan. Bukan di sembarang tempat, pembengkakan ini muncul di perut kanan bagian atas.

Hal ini menandakan bahwa organ liver atau hati Anda membengkak dan berukuran lebih besar. Selain menyebabkan pembengkakan, gejala kanker liver ini juga dapat menimbulkan rasa sakit yang akan dialami oleh pasien.

3.  Sakit kuning

Perubahan warna kulit, bagian putih mata, dan kuku yang menguning adalah gejala umum dari penyakit kuning (jaundice). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan garam empedu di kulit karena hati sudah tidak berfungsi dengan baik.

Biasanya gejala ini muncul disertai dengan munculnya rasa gatal di kulit. Selain itu, beberapa orang dengan kondisi ini mengalami perubahan warna urine menjadi pucat atau keputihan.

Bila dilihat secara keseluruhan, gejala kanker liver ini hampir serupa dengan kanker empedu (kolangiokarsinoma). Hanya saja, gejala jaundice akan muncul lebih dulu pada orang yang memiliki kanker empedu.

4. Perdarahan

Salah satu ciri atau gejala dari kanker hati primer ini adalah terjadinya perdarahan. Kondisi ini bisa ditunjukkan dengan mudahnya tubuh Anda mengeluarkan darah di saat-saat tertentu.

Sebagai contoh, Anda mengalami muntah darah, muncul banyak lebam pada tubuh, keluar banyak darah padaluka yang tidak parah, atau gusi dan gigi berdarah saat menggosok gigi.

5. Benjolan di perut

Munculnya benjolan keras atau pembengkakan di area bawah tulang rusuk bagian sisi kanan, menjadi awal tanda kanker hati. Benjolan ini kadang tidak menimbulkan rasa sakit, tapi akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika rasa sakit muncul di area perut kiri atas, itu artinya kanker hati sudah menyebabkan limpa membengkak.

Gejala kanker hati metastasis

Sementara itu, kanker liver yang terjadi akibat persebaran dari kanker yang terjadi di organ tubuh lainnya mungkin ditunjukkan dengan kondisi yang sedikit berbeda, tapi dengan gejala yang sedikit mirip dengan sebelumnya, termasuk:

1. Berat badan turun drastis

Pasien kanker liver yang terjadi karena kanker di organ tubuh lainnya menyebar bisa ditandai dengan hilangnya berat badan yang cukup signifikan. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan.

2. Penumpukan cairan

Gejala kanker hati yang mungkin muncul akibat metastatis adalah adanya penumpukan cairan atau ascites di dalam perut. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa kembung, sehingga memicu rasa mual dan muntah yang mungkin Anda alami.

Selain itu, hal ini juga dapat mengganggu nafsu makan penderita kanker hati, sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan terjadi penurunan berat badan secara drastis.

Selain menimbulkan gangguan pencernaan, cairan yang terus menumpuk bisa memasuki paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan, seperti napas tersengal-sengal.

3. Kelelahan

Kelelahan merupakan gejala umum yang dialami semua pasien kanker. Namun, kelelahan akibat penyakit kanker berbeda dengan kelelahan biasa yang akan hilang jika Anda sudah beristirahat. Kelelahan akibat kanker biasanya menetap selama 6 hingga 12 bulan.

4. Payudara membesar pada pria, testis mengecil atau gejala langka lain

Pada kasus tertentu, kanker liver dapat menimbulkan gejala langka, seperti ginekomastia (payudara pria membesar), testis mengecil dan hipoglikemia (gula darah rendah). Kondisi tersebut terjadi karena fungsi hati untuk memproduksi hormon-hormon tertentu mengalami gangguan.

Gejala-gejala yang telah disebutkan memang perlu perhatian. Meski begitu, tidak semua pasien kanker ini mengalami gejala atau tanda tersebut.

Bahkan ada yang baru menyadari kondisi kesehatannya saat stadium kanker hati sudah ada pada tahapan yang cukup parah. Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dini terhadap penyakit kanker hati.

Selain itu, hindarilah berbagai penyebab kanker hati dan jika Anda memiliki risiko dari penyakit ini, cobalah untuk menurunkan faktor risiko yang dimiliki. Dengan begitu, Anda telah melakukan upaya pencegahan terhadap kanker hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, ini berarti Anda terinfeksi virus hepatitis B (HBV) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tumor Karsinoid

Tumor karsinoid adalah penyakit kanker yang berawal dari tumor. Yuk, pahami lebih dalam seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kanker PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors)

Salah satu jenis kanker yang menyerang otak, disebut kanker PNET. Kanker ini kerap terjadi pada anak laki-laki. Berikut informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap mengenai PET Scan, Mulai dari Manfaat Hingga Risiko

PET scan adalah pemeriksaan medis untuk mendeteksi penyakit tertentu dengan melihat fungsi jaringan atau organ. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Tes Kesehatan 20 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
kanker timus

Kanker Timus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hairy cell leukemia atau leukemia sel berambut

Leukemia Myeloid Akut

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pencegahan hepatitis

9 Upaya Pencegahan Hepatitis yang Perlu Dimulai dari Sekarang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit