Apa Itu Kulit Kering?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kulit kering?

Kulit kering adalah masalah yang terjadi saat lapisan kulit paling atas (epidermis) tidak terhidrasi dengan baik. Akibatnya, kulit terlihat seperti bersisik, mengelupas, bahkan hingga pecah-pecah.

Dalam istilah medis kulit kering disebut juga dengan xerosis. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, tapi paling umum terjadi pada kaki dan tangan.

Siapa pun bisa terkena kondisi kulit yang satu ini. Namun, orang yang lebih tua biasanya cenderung lebih rentan mengalami kulit kering. Ini karena lansia mengalami penurunan jumlah minyak sebagai pelumas alami kulit.

Kulit yang mengering akan cenderung lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan. Jika kulit Anda kering terlalu parah dan tidak dirawat, ada sederet komplikasi yang mengintai. Mulai dari infeksi bakteri, eksim, hingga retakan kulit yang berdarah.

Namun, kondisi ini tentu saja dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kulit kering?

Kulit kering dapat menyebabkan gejala dan ciri sebagai berikut:

  • Sensasi kulit yang mengencang, terutama setelah mandi atau berenang
  • Kulit yang terasa dan terlihat kasar
  • Gatal (pruritus)
  • Kulit mengelupas
  • Kulit bersisik
  • Kulit pecah-pecah dengan garis yang tipis
  • Kulit berwarna keabuan pada orang dengan kulit berwarna gelap
  • Kemerahan
  • Pecah-pecah dalam dan bisa sampai berdarah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya kulit yang kering mudah diatasi dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan. Namun, Anda perlu segera pergi ke dokter jika:

  • Kondisi kulit tak kunjung membaik meski sudah dirawat
  • Kulit kering disertai kemerahan pada permukaannya
  • Kulit sangat kering dan terasa gatal hingga mengganggu tidur
  • Memiliki luka terbuka atau infeksi akibat goresan pada kulit yang terlalu kering
  • Area kulit yang bersisik dan mengelupas sudah terlalu luas

Jangan sepelekan berbagai tanda ini apalagi jika sampai mengganggu kegiatan Anda sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab kulit kering?

Biasanya kulit yang kering disebabkan oleh berbagai faktor seperti:

Iklim

Kulit akan berada dalam kondisi paling keringnya pada musim dingin, saat suhu dan kadar kelembapan udara menurun.

Selain itu, iklim panas dengan kelembapan rendah juga bisa membuat kulit mengering karena dehidrasi.

Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari dalam iklim apa pun bisa membuat kulit mengalami kekeringan. Pasalnya, sinar UV mampu menembus jauh ke bawah permukaan kulit hingga mengurangi kadar minyak alami.

Mandi air panas

Kebiasaan mandi dan berendam air panas terlalu lama bisa membuat kulit menjadi bersisik. Ini karena air panas bisa menghilangkan minyak alami kulit dan menghilangkan kelembapannya.

Oleh karena itu, jangan berlama-lama mandi meski memang enak. Hhindari juga menggunakan air yang terlalu panas.

Sabun dan deterjen yang keras

Sabun dan deterjen yang keras memiliki berbagai zat dan kandungan yang bisa menghilangkan kelembapan kulit. Sabun mandi batangan biasanya mengandung bahan pembersih yang disebut dengan surfaktan. 

Surfaktan merupakan zat pembersih yang memiliki pH basa. Produk-produk yang memiliki pH basa atau alkali bisa mengganggu lapisan kulit luar dan mencegah kulit melindungi dirinya sendiri dengan benar. Akibanya, yang muncul justru kekeringan dan iritasi kulit.

Tidak minum cukup air

Aturan minum air delapan gelas per hari bukan sekadar mitos belaka. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan cukup cairan untuk bekerja dengan baik. Kurang minum air bisa membuat kulit menjadi kering dan tidak bercahaya.

Menggunakan obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu seperti obat jerawat bisa membuat kulit wajah mengelupas dan mengalami kekeringan. Adapun berbagai obat jerawat yang menimbulkan efek samping ini yaitu retinol, asam glikolat, asam salisilat, dan benzoil peroksida.

Memiliki penyakit tertentu

Penyakit tertentu bisa membuat kulit kering parah. Eksim dan psoriasis termasuk penyakit kulit yang membuat kulit bisa menjadi sangat kering, berkerak, hingga berdarah.

Selain itu, diabetes dan hipotiroidisme juga bisa membuat Anda mengalami masalah kulit yang satu ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kulit kering?

Kondisi ini dapat terjadi dan menyerang siapa saja. Namun, Anda lebih mudah mengalami kondisi jika:

  • Berusia di atas 40 tahun
  • Tinggal di daerah dengan iklim yang kering, dingin atau rendah kelembapan
  • Berkecimpung dalam pekerjaan yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air setiap hari
  • Sering berenang di kolam yang mengandung klorin

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kulit kering didiagnosis?

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan sejarah medis Anda. Hal ini umumnya termasuk kapan kondisi ini mulai terjadi, faktor apa saja yang memperburuknya, kebiasaan mandi, pola makan, dan bagaimana Anda merawat kulit.

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes diagnostik apabila kondisi ini diduga muncul akibat kondisi medis tertentu.

Apa saja pengobatan untuk kulit kering?

Pada kebanyakan kasus, kulit kering dapat dengan mudah diatasi melalui berbagai perawatan rumahan. Namun, jika Anda memiliki kulit yang sangat kering, dokter akan merekomendasikan krim yang mengandung asam laktik dan urea. Bahan-bahan ini dapat membantu kulit menahan air agar tidak menguap dan keluar.

Namun, krim yang mengandung kedua bahan ini biasanya cukup membuat perih saat dipakai pada kulit yang memiliki eksim atau pecah-pecah.

Selain itu, jika Anda memiliki kulit yang sangat kering dokter akan meresepkan obat yang seperti kortikosteroid atau modulator imun (Tacrolimus, Pimecrolimus). Obat ini membantu menghilangkan rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit kering?

Berikut berbagai gaya hidup dan perawatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kulit kering bersisik:

Rutin menggunakan pelembap

Mengoleskan pelembap secara teratur sepanjang hari bisa membantu membuat kulit menjadi lebih lembut dan halus. Pelembap yang tepat membantu memberi lapisan pada kulit agar air tak mudah keluar dari tubuh.

Biasanya produk ini mengandung tiga jenis bahan utama yaitu:

  • Humektan, membantu menarik kelembapan seperti gliserin, sorbitol, asam hialuronat, dan lesitin
  • Emolien, mengaluskan kulit dengan mengisi ruang di antara sel kulit seperti asam linoleat dan laurat
  • Bahan lainnya untuk mengunci kelembapan di dalam kulit seperti petrolatum (petroleum jelly), silikon, dan lanolin

Secara umum, semakin padat dan berminyak tesktur suatu pelembap, akan semakin efektif pula fungsinya. Di antara berbagai pelembap yang paling efektif, petroleum jelly merupakan salah satunya.

Petroleum jelly juga bisa digunakan sebagai pelembap untuk area-area tubuh yang sangat kering. Namun, karena biasanya bahan ini sangat berminyak dan tidak bisa meresap ke kulit gunakanlah di malam hari. Oleskan pelembap beberapa kali sehari dan persis setelah mandi untuk mengunci kelembapan.

Menggunakan produk mandi berbahan lembut

Pilihlah produk pembersih kulit berbahan lembut tanpa ada kandungan alkohol dan antibakteri. Jika ragu, tanyakan pada dokter kira-kira manakah rekomendasi produk yang bagus dan sesuai untuk kulit Anda.

Menggunakan pelembap udara (humidifier)

Humidifier membantu menambah kelembapan udara di rumah Anda. Oleh karena itu, tak ada salahnya mencoba untuk menggunakan produk yang satu ini jika memiliki kulit yang bersisik. Namun, pastikan untuk menjaga alat pelembap udara ini bersih dari bakteri dan jamur dengan rutin membersihkannya.

Mengoleskan minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak esensial yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik. Asam lemak yang satu ini juga membantu melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan yang bisa merusak kelembapannya. Secara rutin, oleskan minyak kelapa murni pada area kulit yang kering dan lihat hasilnya.

Menggunakan sarung tangan saat mencuci

Jika kulit Anda mengalami kekeringan terutama di bagian tangan bisa jadi deterjen yang digunakan saat mencuci terlalu keras. Untuk mengatasinya, gunakan sarung tangan saat mencuci piring dan baju.

Gunakan sarung tangan karet non-lateks saat  melakukan proses cuci mencuci. Dengan begitu, kulit Anda tak akan bersentuhan langsung dengan deterjen atau sabun yang bisa mengiritasi kulit

Mandi oatmeal

Oatmeal tak hanya enak untuk dimakan. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology menyatakan bahwa oatmeal mengandung sifat antiradang dan antioksidan. Dari hasil penelitian kedua bahan ini terbukti membantu merawat kulit kering.

Untuk mendapatkan manfaatnya, pilihlah oatmeal koloid yang dikhususkan untuk mandi. Tuangkan oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat untuk kemudian dipakai mandi atau berendam.

Mengoleskan madu

Jika kulit wajah Anda mengalami kekeringan, madu bisa menjadi salah satu pilihan bahan untuk mengatasinya. Sebuah penelitian di tahun 2012 menemukan bukti bahwa madu membantu menutrisi kembali kulit yang kering. Bahan alami ini berguna sebagai pelembap, penyembuh luka, dan antiradang.

Cobalah menggunakan madu sebagai masker wajah untuk membantu mengembalikan kelembapannya. Anda bisa mengoleskannya langsung ke kulit wajah atau mencampurkannya ke dalam bahan masker lainnya.

Mengoleskan lidah buaya

Lidah buaya atau aloe vera termasuk bahan alami yang juga bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan pada kulit. Anda bisa menggunakan esktrak aloe vera yang telah diproses atau menggunakan gelnya dari tanaman lidah buaya langsung.

Biasanya ekstrak aloe vera sering kali digunakan di malam hari dan didiamkan selama semalaman. Hal ini diperbolehkan asal kulit Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan alami yang satu ini.

Membatasi waktu mandi

Meski mandi memang menyenangkan, jangan terlalu betah berlama-lama. Pasalnya, kebiasaan ini justru bisa membuat kulit Anda semakin kering. Apalagi jika Anda menggunakan sabun dengan bahan yang keras dan air hangat. Anda hanya perlu waktu 5 sampai 10 menit saja setiap kali mandi agar minyak alami kulit tidak terus tergerus.

Jangan menggosok kulit terlalu keras

Kulit yang mengalami kekeringan dan bersisik biasanya mudah sekali terluka. Untuk itu, hindari menggosok kulit terlalu keras setelah mandi. Sebaliknya, Anda hanya perlu menepuk-nepuk kulit dengan handuk untuk mengeringkannya.

Sebaiknya, hindari spons mandi atau sikat untuk menggosok kulit tubuh Anda. Ini karena berbagai alat tersebut bisa membuat kulit mudah terluka.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Mei 14, 2019

Sumber