Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gatal pada kulit adalah masalah yang cukup sering ditemui. Terkadang gatal bisa terjadi sebagai gejala dari masalah kesehatan lain,  alergi, gigitan serangga, atau kulit kering. Namun, kondisi ini juga bisa dirasakan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Sekilas tentang gatal pada kulit

dermatitis kontak

Gatal pada kulit adalah salah satu penyakit pada kulit yang terjadi ketika Anda merasakan sensasi tak nyaman seperti geli dan iritasi dan membuat Anda ingin menggaruk area tersebut. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal dengan nama pruritus.

Pruritus bisa dialami oleh siapa saja, namun pruritus yang kronis lebih umum terjadi pada orang-orang yang lebih tua. Pasalnya, mereka cenderung memiliki kulit yang kering. Seperti yang sudah disebutkan, kulit kering dapat memicu terjadinya pruritus.

Seringnya, kulit gatal hanya terasa di area kecil tertentu, tapi bisa juga dirasakan di seluruh tubuh Anda. Pada kasus yang dialami oleh orang-orang sehari-hari, gatal tidak menimbulkan perubahan pada kulit.

kan tetapi, bergantung pada penyebabnya, gatal juga bisa disertai dengan:

  • warna kemerahan,
  • benjolan, bintik, atau lecet,
  • lentingan berair,
  • kulit kering yang terlihat pecah-pecah, dan
  • kulit bersisik.

Apa saja penyebab gatal pada kulit?

Selain dipicu oleh kulit yang kering, ada berbagai hal yang bisa membuat kulit terasa gatal. Berikut adalah berbagai penyebabnya.

1. Memiliki penyakit kulit

Pruritus sering menjadi pertanda adanya penyakit kulit lain yang Anda alami. Penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh keadaan imunitas tubuh atau karena infeksi jamur, virus, dan bakteri. Beberapa jenis penyakit kulit tersebut adalah:

2. Reaksi alergi

Pruritus juga bisa muncul jika kulit Anda sensitif atau mengalami reaksi alergi terhadap bahan pakaian, zat, atau tanaman tertentu seperti wol, bahan kimia yang ada dalam sabun, dan kosmetik.

Hal ini juga kerap disebut dermatitis kontak, di mana kulit akan menimbulkan reaksi alergi seperti gatal-gatal ketika terpapar dengan alergen.

3. Memiliki penyakit saraf

Penyakit-penyakit yang mengganggu sistem saraf seperti multiple sclerosis, diabetes, atau saraf terjepit dapat menyebabkan gatal.

4. Memiliki penyakit dalam

Beberapa penyakit dalam yang dapat menimbulkan pruritis adalah penyakit hati, gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker tertentu, termasuk multiple myeloma dan limfoma.

Badan Anda Sering Gatal-gatal di Malam Hari? Ini Penyebabnya

5. Stres

Bila Anda tidak memiliki penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas, bisa jadi stres adalah pemicunya. Stres akan merangsang reaksi kimia dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih peka.

Selain itu, ada banyak ujung saraf yang terhubung dengan kulit. Sehingga, jika sistem saraf pusat Anda membaca adanya gangguan karena stres, kulit Anda juga akan bereaksi.

Masalahnya, terkadang bahkan Anda sendiri tidak menyadari bahwa Anda sedang dilanda stres atau sedang banyak pikiran. Maka saat Anda mengalami gatal yang muncul tiba-tiba, Anda merasa bahwa penyebabnya tidak jelas.

6. Faktor psikogenik

Gatal bisa dipicu oleh sugesti dari pikiran Anda sendiri.

Kondisi ini sebenarnya jarang ditemui, tapi jika Anda memiliki kondisi kejiwaan tertentu seperti depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD), stres sedikit saja sudah bisa memicu keinginan untuk menggaruk kulit yang terasa gatal.

Biasanya gatal hanya akan terasa pada anggota tubuh yang mudah dijangkau seperti lengan, wajah, bahu, perut, atau paha bagian belakang.   

7. Tidak menjaga kebersihan diri

Misalnya bila Anda sering tidak mandi atau malas berganti pakaian saat berkeringat. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membuat kulit menjadi lembab dan rentan terhadap perkembangbiakan jamur.

Terlebih lagi, sel-sel kulit mati yang dibiarkan akan semakin menumpuk. Hal ini dapat menjadi makanan favorit bagi bakteri dan jamur. Bila sudah terinfeksi, kulit akan terasa gatal, iritasi, dan meradang.

Bagaimana cara meredakan gatal pada kulit?

Pantangan menggaruk gatal herpes cacar air

Gatal biasa terjadi pada semua orang. Bila sudah terasa mengganggu, Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk meredakan intensitasnya seperti menepuk-nepuk pelan area yang terdampak, memberi kompres dingin dengan es batu yang dilapisi kain, atau menggunakan pelembab yang tidak mengandung zat pewangi.

Namun, gatal pada kulit yang menyiksa mungkin akan memerlukan obat. Terutama bila Anda mulai merasakan gejala berikut.

  • Gatal yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik meski telah diberikan penanganan di rumah.
  • Mengganggu rutinitas atau waktu tidur Anda.
  • Sering datang tiba-tiba dan memengaruhi seluruh bagian tubuh.
  • Disertai dengan gejala lain seperti kelelahan hebat, penurunan berat badan, demam, kemerahan, atau memengaruhi kebiasaan buang air.

Jika demikian, biasanya pruritus yang Anda alami adalah gejala dari suatu penyakit tertentu. Anda harus segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyakitnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Terlepas dari penyakit yang mendasari gejala ini, ada beberapa obat gatal yang kerap dianjurkan oleh dokter untuk meringankan intensitasnya. Pilihannya meliputi sebagai berikut.

  • Krim dan salep kortikosteroid, sebelum menggunakannya pastikan kulit dalam keadaan lembab atau sedikit basah guna penyerapan obat yang lebih baik.
  • Obat topikal lainnya seperti calsineurin inhibitor atau anestesi topikal seperti capsaicin dan doxepin.
  • Obat-obatan yang diminum seperti fluoxetine dan sertraline yang akan bantu meredakan beberapa jenis pruritus kronis.
  • Terapi cahaya atau fototerapi, prosedur ini harus dilakukan beberapa kali sampai pruritus terkendali.

Bila ternyata gatal disebabkan karena stres, tentu hal yang harus Anda lakukan adalah menemukan dan menghadapi sumber stres. Saat stres berkurang, gatal-gatal yang Anda rasakan pun akan berangsur-angsur hilang.

Penting bagi Anda untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri guna mengusir stres. Anda bisa melakukan relaksasi dengan minyak esensial, berolahraga, berlibur, atau langsung menyelesaikan sumber masalah penyebab stres.

Hal yang harus dihindari saat mengalami gatal pada kulit

Saat perawatan, hindari mandi dengan air panas karena bisa membuat kulit jadi semakin kering dan gatal.

Jangan juga menggaruk area yang gatal, sebab kebiasaan ini malah akan membuat kulit menjadi iritasi serta menimbulkan goresan-goresan baru, sehingga penyembuhan akan semakin sulit untuk dilakukan.

Jika Anda masih memiliki beberapa pertanyaan atau kekhawatiran seputar gatal pada kulit silakan diskusikan dengan dokter untuk menemukan solusi yang terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit