Tak Hanya Manis, Ini 12 Manfaat Sehat Madu Mentah

    Tak Hanya Manis, Ini 12 Manfaat Sehat Madu Mentah

    Mengonsumsi madu merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan, termasuk madu mentah. Ketahui informasi seputar kandungan, manfaat, dan efek samping madu mentah dalam ulasan berikut.

    Kandungan madu mentah

    Madu mentah alias raw honey adalah jenis madu yang tidak mengalami proses pengolahan.

    Sementara itu, sebagian besar madu yang Anda temukan di pasaran merupakan madu yang telah melalui proses pengolahan atau pasteurisasi.

    Namun, pasteurisasi bisa menghilangkan banyak kandungan gizi bermanfaat karena pemanasan dalam suhu tinggi.

    Karena tidak melewati proses pengolahan, kandungan gizi madu mentah pun cenderung lebih banyak dan bervariasi.

    Mengutip dari situs Food Data Central USA, kandungan nutrisi pada madu meliputi:

    • karbohidrat,
    • protein,
    • kalsium,
    • vitamin,
    • zat besi,
    • magnesium,
    • sodium,
    • zinc, dan
    • riboflavin.

    Selain itu, madu mentah memiliki beberapa kandungan fitokimia, yaitu:

    • flavonoid,
    • polifenol,
    • alkaloid, dan
    • glikosida.

    Sejumlah kandungan tersebut memiliki sifat antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, antikanker, hingga antidiabetes.

    Manfaat madu mentah

    madu untuk ibu menyusui

    Mengingat kandungan nutrisi raw honey yang bervariasi, tak heran bila madu ini memiliki manfaat bagi kesehatan.

    1. Mencegah penyakit kardiovaskular

    Madu mentah mengandung antioksidan yang disebut senyawa fenolik. Senyawa ini dapat bermanfaat untuk mencegah risiko penyakit jantung.

    Studi dalam jurnal Pharmacognosy Research (2017) menjelaskan bahwa fenolik bisa cara mencegah penyumbatan pembuluh darah di jantung.

    Selain itu, kandungan tersebut bisa menghambat proses oksidasi kolesterol jahat (LDL) yang dibawa dari organ hati menuju sel-sel tubuh.

    Antioksidan juga dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

    Radikal bebas dapat memicu proses penuaan dan berisiko meningkatkan penyakit kronis, seperti kanker dan sakit jantung.

    2. Sebagai antibakteri dan antijamur

    Manfaat madu mentah lainnya adalah untuk menghentikan aktivitas dan perkembangbiakan bakteri atau jamur yang merugikan.

    Pasalnya, madu memiliki pH yang cukup rendah, sehingga diyakini dapat membunuh jamur.

    Selain itu, raw honey juga mengandung hidrogen peroksida dan antiseptik.

    Efektivitas madu sebagai antibakteri dan antijamur tersebut tergantung pada tipe madu itu sendiri, misalnya madu Manuka.

    Madu ini disebut-sebut dapat melawan beberapa jenis bakteri jahat, seperti E.Coli, Staphylococcus aureus, dan Helicobacter pylori.

    3. Membantu menjaga berat badan

    Kalori yang terdapat dalam madu memang tinggi dibandingkan gula.

    Namun, madu mentah tidak mengalami proses pengolahan, sehingga tidak ada penambahan gula yang dapat mengaktifkan hormon yang menekan nafsu makan.

    Karena alasan inilah raw honey disebut-sebut dapat membantu Anda mendapatkan asupan karbohidrat tanpa perlu khawatir berat badan naik berlebih.

    Madu mentah bisa menjadi pengganti gula yang menyehatkan. Anda bisa mengonsumsi raw honey sekitar 6 sendok teh sehari (100 kkal).

    4. Menangkal infeksi

    Madu mentah mengandung bee pollen tinggi yang memiliki manfaat untuk menangkal infeksi, meringankan alergi, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    Riset dalam Frontiers In Pharmacology (2021) mengemukakan bahwa minum madu dengan kombinasi antihistamin selama 2 bulan dapat mengurangi gejala alergi rhinitis.

    Gejala alergi rhinitis (peradangan pada rongga hidung) dapat meliputi keluhan gatal, mata berair, dan bersin.

    Anda bisa mengonsumsi madu mentah sekitar satu sendok makan per hari untuk mendapatkan manfaat ini.

    5. Sumber energi alami

    madu untuk ibu menyusui

    Raw honey mengandung gula alami sekitar 80%, 18% air, serta 2% protein, belum lagi ditambah mineral dan vitamin.

    Selain itu, madu merupakan sumber karbohidrat yang baik bagi pencernaan dan mudah diserap tubuh sehingga cepat diproses menjadi energi.

    Tidak heran ketika Anda merasa lemah, mengonsumsi madu dapat membuat Anda lebih berenergi, terutama saat berolahraga.

    Anda dapat mengonsumsi madu mentah sebelum atau setelah olahraga.

    6. Membantu untuk tidur

    Percaya atau tidak, madu mentah mampu membantu Anda mengatasi gangguan tidur.

    Mengonsumsinya dapat membantu melepaskan hormon melatonin pada otak dengan cara meningkatkan lonjakan kecil pada kadar insulin.

    Hal ini dapat menstimulasi tryptophan atau asam amino penting pada otak, yang kemudian diubah di dalam tubuh menjadi melatonin.

    Fungsi dari hormon melatonin sendiri adalah untuk mengatur pola tidur.

    7. Meringankan sakit tenggorokan

    Manfaat madu mentah untuk sakit tenggorokan sudah lama terbukti dan dikonsumsi secara turun-temurun sebagai obat herbal.

    Ketika Anda terkena flu dan batuk atau sakit tenggorokan, konsumsilah satu atau dua sendok makan madu.

    Menurut jurnal Canadian Family of Physician (2014), mengonsumsi madu sebelum tidur dapat mengurangi gejala dan ketidaknyamanan saat batuk pada anak-anak maupun orang dewasa.

    Pasalnya, madu sama efektifnya dengan dekstrometorfan, yaitu bahan aktif pada obat batuk yang biasa Anda temui di pasaran.

    Anda juga bisa mencampurkan madu mentah dengan lemon atau teh hangat.

    8. Mengendalikan gula darah

    Madu mentah dapat mengurangi risiko terkena diabetes karena madu ini tidak melalui proses pengolahan dan penambahan gula.

    Madu diduga dapat menyebabkan menurunnya kadar glukosa pada pasien diabetes jika dibandingkan dengan dekstrosa dan sukrosa.

    Selain itu, raw honey dapat meningkatkan insulin dan mengurangi hiperglikemia. Anda bisa mencobanya sedikit dulu dan lihat reaksinya pada level gula darah Anda.

    Jika hal ini bereaksi pada tubuh Anda, madu mentah bisa dijadikan alternatif rencana diet Anda.

    9. Membantu menjaga kesehatan pencernaan

    Madu mentah disebut-sebut dapat meringankan gejala gangguan pencernaan seperti diare yang disebabkan oleh bakteri maupun rotavirus.

    Menurut studi terbitan Iranian Journal Of Basic Medical Sciences (2013), madu bekerja dengan cara menekan reproduksi bakteri sehingga durasi diare menjadi lebih singkat dan pasien lebih cepat pulih.

    Hal ini dikarenakan raw honey memiliki kandungan prebiotik yang cukup tinggi untuk membantu mendukung bakteri baik di usus dalam melawan patogen.

    Selain itu, madu mentah berpotensi membantu dalam penanganan sakit maag yang disebabkan oleh Helicobacter pylori.

    10. Meningkatkan fungsi otak

    madu untuk asam lambung
    Sumber: Reflux MD

    Kandungan polifenol pada raw honey diyakini memiliki potensi manfaat dalam pengobatan masalah penyakit syaraf.

    Menurut jurnal Pharmacognosy Research (2017), madu dapat memberikan efek menenangkan, antikejang, antikanker, dan memperbaiki kondisi oksidatif dalam sistem saraf pusat.

    Selain itu, kandungan polifenol pada raw honey ini dapat mengurangi masalah peradangan saraf yang disebabkan oleh kekurangan oksigen di otak yang melibatkan sistem memori.

    Hasilnya, raw honey dapat mencegah gangguan memori di masa mendatang.

    11. Mengandung polen lebah yang bermanfaat

    Karena tidak melalui proses pengolahan atau pasteurisasi, madu mentah biasanya masih memiliki kandungan bee pollen yang cukup tinggi.

    Bee pollen merupakan serbuk bunga berbentuk bola-bola yang diproduksi oleh lebah muda.

    Polen lebah ini mengandung beberapa zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan flavonoid.

    Kandungan tersebut membuat bee pollen sering dimanfaatkan untuk meredakan peradangan, memperkuat daya tahan tubuh, hingga mempercepat penyembuhan luka.

    12. Mempercepat penyembuhan luka

    Penggunaan madu sebagai krim topikal dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, terutama pada luka bakar.

    Menurut Jundishapur Journal Of Natural Pharmaceutical Products (2013), manfaat raw honey ini didapat karena adanya komponen antibakteri dan hidrogen peroksida.

    Hidrogen peroksida sendiri biasanya dipakai sebagai antiseptik untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi.

    Secara spesifik, madu ini dapat membantu penyembuhan pada kasus luka akut, meredakan rasa perih, dan mencegah infeksi berkelanjutan.

    Perlu Anda Ingat

    Sebaiknya hindari mengoleskan madu langsung ke kulit bila Anda memiliki kulit sensitif atau alergi madu.

    Efek samping madu mentah

    Di balik segudang manfaat raw honey, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsinya.

    Menurut Centre for Food Safety di Hong Kong, madu mentah dapat berbahaya karena mengandung alergen yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

    Selain itu, raw honey maupun jenis madu lainnya sebaiknya tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah 1 tahun karena dapat mengandung bakteri Clostridium botulinum.

    Bakteri ini dapat menyebabkan beberapa keluhan kesehatan pada anak, seperti:

    • sembelit,
    • kesulitan bernapas,
    • tersedak,
    • kelelahan,
    • kehilangan keseimbangan, dan
    • nafsu makan menurun.

    Untuk mendapatkan manfaat optimal dan minim risiko efek samping, konsumsi madu mentah secara wajar atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Honey. (2022). Retrieved 27 October 2022, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-honey/art-20363819

    Samarghandian, S., Farkhondeh, T., & Samini, F. (2017). Honey and Health: A Review of Recent Clinical Research. Pharmacognosy Research, 9(2), 121. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5424551/

    Health Benefits of Honey and How to Use It. (2020). Retrieved 27 October 2022, from https://health.clevelandclinic.org/the-benefits-of-honey-how-to-incorporate-it-into-your-diet/

    Eteraf-Oskouei, T., & Najafi, M. (2013). Traditional and Modern Uses of Natural Honey in Human Diseases: A Review. Iranian Journal Of Basic Medical Sciences, 16(6), 731. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3758027/

    The Risks of Eating Raw Honey. (2022). Retrieved 27 October 2022, from https://www.cfs.gov.hk/english/whatsnew/whatsnew_fst/whatsnew_fst_The_Risks_of_Eating_Raw_Honey.html

    Yaghoobi, R., Kazerouni, A., & kazerouni, O. (2013). Evidence for Clinical Use of Honey in Wound Healing as an Anti-bacterial, Anti-inflammatory Anti-oxidant and Anti-viral Agent: A Review. Jundishapur Journal Of Natural Pharmaceutical Products, 8(3), 100-104. doi: 10.17795/jjnpp-9487

    Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved October 27, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169640/nutrients

    Aw Yong, P., Islam, F., Harith, H., Israf, D., Tan, J., & Tham, C. (2021). The Potential use of Honey as a Remedy for Allergic Diseases: A Mini Review. Frontiers In Pharmacology, 11. doi: 10.3389/fphar.2020.599080

    Goldman, R. (2014). Honey for treatment of cough in children. Canadian Family Physician, 60(12), 1107. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4264806/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 4 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro