Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kulit Dehidrasi, Kenali Ciri hingga Cara Mengatasinya

Kulit Dehidrasi, Kenali Ciri hingga Cara Mengatasinya

Kulit dehidrasi menjadi salah satu kendala utama saat merawat kulit. Ada banyak produk perawatan kulit yang mengklaim mampu mengatasi kondisi ini.

Namun, dehidrasi kerap kali disalahartikan dengan kulit kering. Untuk itu, simak penjelasan lebih lanjut tentang dehidrasi pada kulit di sini.

Apa itu kulit dehidrasi?

Kulit dehidrasi adalah kondisi saat kulit kekurangan air. Dehidrasi bisa membuat kulit tampak kering, tapi kondisi ini berbeda dengan kulit kering.

Kulit kering adalah kondisi genetik yang membuat lapisan kulit teratas cenderung sulit mempertahankan kelembapan alaminya.

Sementara itu, kulit dehidrasi dipicu oleh pengaruh luar tubuh dan seringkali bisa dicegah dengan memperbaiki gaya hidup.

Apa penyebab kulit dehidrasi?

berkeringat di malam hari

Inilah beberapa penyebab kulit mengalami kekurangan air.

1. Kekurangan asupan air

Kurangnya asupan air tentu memicu dehidrasi pada tubuh. Hal ini akan berimbas pada jumlah air di seluruh organ, termasuk kulit.

Oleh karena itu, hal ini membuat kulit tidak optimal menjaga kelembapannya. Tidak hanya itu, fungsi proteksi dari kulit pun akan berkurang jika kadar air tidak mencukupi.

2. Lingkungan panas dan kering

Kondisi lingkungan yang sangat kering juga memicu kulit kekurangan air. Pasalnya, udara yang kering akan menarik uap air dari mana pun, termasuk dari permukaan tubuh.

Paparan panas juga menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat. Jika mengeluarkan keringat berlebihan, kadar air di dalam tubuh, terutama di kulit, akan berkurang.

3. Rusaknya lapisan pelindung kulit

Berbagai riset juga menemukan bahwa kulit dehidrasi juga dipicu oleh rusaknya lapisan pelindung kulit atau skin barrier.

Kerusakan pada skin barrier membuat kulit tidak mampu menahan kandungan air di dalamnya. Akibatnya, air pun mudah menguap dari kulit dan memicu dehidrasi.

Beberapa faktor yang memicu kerusakan lapisan pelindung kulit, yaitu:

  • terlalu sering eksfoliasi,
  • menggunakan sabun yang terlalu keras,
  • paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama,
  • terkena bahan pemicu alergi, dan
  • menggunakan kombinasi skincare yang justru mengiritasi kulit.

Apa saja ciri-ciri kulit dehidrasi?

kulit dehidrasi

Memang, ciri-ciri kulit dehidrasi bisa mirip dengan kulit kering. Perbedaannya, kulit yang mengalami dehidrasi memiliki tanda-tanda khas seperti:

  • kulit terasa gatal,
  • kulit kusam,
  • muncul minyak berlebih untuk mengimbangi hidrasi kulit,
  • timbul garis-garis halus,
  • mata cekung, dan
  • warna kulit pun terlihat tidak merata.

Pada kondisi yang lebih parah, elastisitas kulit bisa berkurang drastis. Hal ini ditandai dengan bentuk kulit yang butuh waktu lama untuk kembali seperti semula setelah dicubit.

Kulit kering memang memiliki beberapa tanda-tanda di atas. Hanya saja, perbedaan kulit dehidrasi dan kulit kering adalah kulit tidak mengilap karena tidak memiliki kadar minyak yang cukup.

Selain itu, kulit kering tidak membuat mata cekung karena tubuhnya belum tentu mengalami dehidrasi.

Bagaimana cara mengatasi kulit dehidrasi?

pelembap untuk kulit kering

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan kadar air pada kulit. Inilah cara-cara untuk mengatasi dan merawat kulit agar terhindar dari dehidrasi.

1. Gunakan produk skincare dengan kandungan humektan

Bahan-bahan produk yang bersifat humektan berguna untuk menarik air dari udara dan mengumpulkannya di permukaan kulit.

Jadi, Anda bisa memilih toner atau pelembap kulit dengan bahan-bahan humektan, seperti:

  • asam hialuronat atau hyaluronic acid,
  • urea,
  • panthenol atau provitamin B5,
  • sorbitol,
  • gliserin,
  • madu,
  • gelatin,
  • AHA, dan
  • sodium lactate.

Perlu Anda ingat, pastikan Anda juga menggunakan bahan pelembap yang bersifat oklusif, seperti squalene, mineral oil, petrolatum, cetyl alcohol dan stearyl alcohol.

Pelembab oklusif berguna mengunci bahan humektan sehingga mencegah penguapan air dengan lebih optimal.

2. Kurangi asupan yang memicu dehidrasi

Hindari asupan berlebih yang mengandung alkohol, kafein, dan garam. Minuman dengan alkohol dan kafein bersifat diuretik. Artinya, keduanya bisa memicu buang air kecil lebih sering.

Sementara itu, konsumsi makanan yang tinggi garam akan memaksa ginjal bekerja lebih keras mengeluarkan natrium melalui urine.

Tidak hanya itu, natrium bisa menarik air dari sel-sel tubuh. Hal ini membuat tubuh semakin kehilangan banyak air sehingga mengalami dehidrasi, dan tentu berdampak dengan berkurangan jumlah air di dalam kulit.

3. Penuhi kebutuhan air

Asupan air yang memadai mampu mencegah tubuh mengalami dehidrasi.

Hal tersebut diperkuat hasil penelitian terbitan Nutrition Reviews (2010). Studi ini menemukan bahwa asupan air mampu meningkatkan ketebalan dan kepadatan kulit.

Selain itu, temuan lain yang terbit pada jurnal Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology (2015) memaparkan bahwa kandungan air yang optimal mencegah pergesekan keras dari setiap serat pada kulit. Jadi, struktur kulit pun terjaga dengan baik.

Anda disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak delapan gelas berukuran 230 ml atau 2 liter per hari untuk mencegah kulit dehidrasi.

Kebutuhan Anda bisa lebih banyak jika tinggal di daerah yang panas dan kering atau sering bergerak dan beraktivitas fisik.

4. Gunakan humidifier

Humidifier adalah alat yang melepaskan bulir-bulir air ke udara untuk melembapkan ruangan. Rupanya, penggunaan humidifier juga bermanfaat mengurangi kulit dehidrasi.

Humidifier mampu mengembalikan kadar air pada kulit. Selain itu, riset juga menemukan bahwa bulir ini juga memperkuat skin barrier.

Jadi, penguapan air di kulit akibatkan kerusakan lapisan pelindung kulit bisa dicegah.

Meski bermanfaat, Anda perlu memilih humidifier dengan hati-hati. Pasalnya, produk yang tidak tepat justru memicu kelembapan berlebih pada ruangan.

Ruangan yang terlalu lembab justru memicu pertumbuhan jamur yang bisa membahayakan kesehatan. Pilih humidifier yang mengeluarkan bulir air berukuran nano, bukan mikron.

5. Oleskan tabir surya pada siang hari

Tabir surya atau sunscreen terbukti melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Jika kulit terpapar matahari tanpa perlindungan apa pun, hal ini mampu mengurangi hidrasi pada kulit.

Sinar matahari terdiri dari ultraviolet B dapat merusak lapisan pelindung kulit. Efeknya, permukaan kulit pun kehilangan kadar air dan menyebabkan dehidrasi.

Selain itu, minyak alami (sebum) ikut rusak sehingga kulit pun ikut mengering.

Jadi, oleskan tabir surya secara rutin pada siang hari. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan yang lebih baik.

Kulit dehidrasi muncul akibat kondisi yang membuat kulit kekurangan air, seperti kurang minum air atau rusaknya lapisan pelindung kulit.

Penggunaan produk skincare yang tepat dan asupan air harian yang cukup dapat membantu menjaga kadar air di dalam kulit tetap optimal.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sandilands, A., Sutherland, C., Irvine, A., & McLean, W. (2009). Filaggrin in the frontline: role in skin barrier function and disease. Journal Of Cell Science, 122(9), 1285-1294. doi: 10.1242/jcs.033969

Skin turgor. (2022). Retrieved 26 January 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/003281.htm

Akdeniz, M., Gabriel, S., Lichterfeld-Kottner, A., Blume-Peytavi, U., & Kottner, J. (2018). Transepidermal water loss in healthy adults: a systematic review and meta-analysis update. British Journal of Dermatology, 179(5), 1049-1055. doi: 10.1111/bjd.17025

Akdeniz, M., Gabriel, S., Lichterfeld-Kottner, A., Blume-Peytavi, U., & Kottner, J. (2018). Transepidermal water loss in healthy adults: a systematic review and meta-analysis update. British Journal of Dermatology, 179(5), 1049-1055. doi: 10.1111/bjd.17025

Berapa takaran normal air agar tidak kekurangan cairan dalam tubuh ? Preview – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 26 January 2022, from http://p2ptm.kemkes.go.id/preview/infografhic/berapa-takaran-normal-air-agar-tidak-kekurangan-cairan-dalam-tubuh

Popkin, B., D’Anci, K., & Rosenberg, I. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition Reviews, 68(8), 439-458. doi: 10.1111/j.1753-4887.2010.00304.x

Rodrigues, L., Palma, L., Tavares Marques, L., & Bujan Varela, J. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, 413. doi: 10.2147/ccid.s86822

Nishimura, N., Inoue, S., Yokoyama, K., & Iwase, S. (2018). Effect of spraying of fine water particles on facial skin moisture and viscoelasticity in adult women. Skin Research and Technology, 25(3), 294-298. doi: 10.1111/srt.12648

The myth about caffeine and dehydration. (2022). Retrieved 26 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/caffeinated-drinks/faq-20057965

You Asked: What happens to your body when you eat too much salt? – Vital Record. (2017). Retrieved 26 January 2022, from https://vitalrecord.tamhsc.edu/what-happens-when-you-eat-too-much-salt/

If salt keeps water in the body, why do salt tablets make dehydration worse? (2022). Retrieved 26 January 2022, from https://www.texasheart.org/heart-health/heart-information-center/frequently-asked-patient-questions/if-salt-keeps-water-in-the-body-why-do-salt-tablets-make-dehydration-worse/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Feb 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro