6 Kondisi Kesehatan Penyebab Kulit Bersisik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak ingin memiliki kulit halus dan lembut? Semua orang tentu ingin demikian. Namun banyak faktor tak terduga yang malah menyebabkan kulit bersisik, pecah-pecah, kemerahan, dan terasa gatal yang bikin tidak nyaman. Kenapa begitu?

Apa penyebab kulit bersisik?

Kulit bersisik menandakan terkelupasnya lapisan kulit mati, sebagai akibat dari rusaknya lapisan luar kulit (yang mengandung campuran sel kulit mati dan minyak alami) sehingga elastisitas kulit pun berkurang. Kerusakan tersebut menyebabkan proses regenerasi kulit terhenti. Akibatnya, kulit Anda akan menjadi mengelupas dan bersisik.

Kulit bersisik dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung, cuaca yang terlalu panas/dingin, asupan makanan yang tidak sehat, hingga kurang minum air putih. Tapi kulit bersisik juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan, seperti:

Dermatitis atopik

Dermatitis atopik merupakan kondisi dimana kulit menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Dermatitis atopik merupakan bentuk yang paling umum terjadi. Dematitis sendiri merupakan kondisi peradangan di kulit yang ditandai dengan adanya kulit kering dan berwarna kemerahan, sedangkan kata atopik mengacu pada orang-orang  yang cenderung memiliki alergi –yang biasanya berupa alergi pada sabun mandi, detergen, dan parfum. Eksim pada tangan bahkan dapat menyebabkan kulit telapak tangan dan jari Anda menjadi kering, tebal, pecah-pecah, kulit terasa terbakar, bahkan berdarah.

Psoriasis

Jika kulit Anda terdapat sisik putih keperakan yang menutupi kulit tebal merah, segera cek ke dokter karena bisa saja Anda menderita psoriasis. Psoriasis merupakan penyakit peradangan kulit menahun yang terjadi karena sel kulit baru tumbuh lebih cepat dari biasanya, namun sel kulit tua gagal terkelupas dengan benar. Sel-sel baru dan tua tersebut akhirnya berkelompok, menyebabkan bercak tebal, gatal, dan luka pada kulit. Penyakit ini umumnya ditandai dengan ruam memerah, kulit menebal dan terkelupas, kulit terasa kering, bersisik, gatal dan perih. Psoriasis biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala. Psoriasis bersifat tidak menular  dan seringkali disebabkan oleh faktor genetik.

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyebab tersering terjadinya ketombe. Ini bisa dilihat dari banyaknya serpihan sisik keputihan di rambut dan bahu. Terkadang juga disertai rasa gatal. Kulit kepala dan sekitar terasa berminyak dan serpihan sisik juga bisa jatuh ke alis.

Pityriasis rosea

Pityriasis rosea merupakan kondisi pada kulit tubuh yang berupa ruam, berwarna merah muda atau merah, dan berbentuk seperti bekas luka atau benjolan merah yang menyerupai tambalan. Biasanya, kondisi ini akan hilang dalam beberapa minggu. Penyakit ini dapat diikuti dengan kemunculan bercak bersisik.

Ichthyosis vulgaris

Ichthyosis vulgaris merupakan kelainan kulit bawaan di mana sel-sel kulit mati menumpuk pada permukaan kulit sehingga penampilan kulit bersisik kecil, berupa serpihan berwarna putih atau abu-abu, dan membuat kulit terasa kasar. Ichthyosis vulgaris dapat muncul pada saat lahir atau pada anak usia dini, namun dapat menghilang sepenuhnya saat beranjak dewasa -meskipun kondisi ini juga dapat muncul kembali.

Dermatomiositis

Dermatomiositis adalah penyakit otot langka yang seringkali didahului dengan timbulnya ruam kemerahan dan kulit bersisik – biasanya muncul pada bagian kelopak mata, hidung, pipi, siku, lutut, dan buku-buku jari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit