backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

18

Tanya Dokter
Simpan

Kenali 5 Tipe Kulit Manusia Beserta Ciri-Ciri Umumnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 13/11/2023

    Kenali 5 Tipe Kulit Manusia Beserta Ciri-Ciri Umumnya

    Jauh sebelum memilih produk skincare, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui apa tipe kulit Anda. Mengenal tipe kulit wajah maupun badan ternyata sangat penting sebab ini akan menentukan jenis perawatan dan produk yang Anda butuhkan.

    Tipe kulit manusia

    Tipe kulit yang sehat terdiri dari kulit normal, berminyak, kering, dan kombinasi. Ada pula tipe kulit mudah berjerawat dan sensitif, tapi kedua tipe ini biasanya dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, termasuk kondisi medis tertentu pada struktur kulit manusia.

    Berikut ciri-ciri dari setiap tipe kulit yang sehat dan cara mengenalinya.

    1. Kulit normal

    toner untuk kulit sensitif

    Kulit normal tidak terlalu kering maupun berminyak. Tipe kulit ini memiliki kelembapan dan kekenyalan yang cukup karena sebum minyak alami kulit tersebar merata, tapi produksi minyak tidak berlebihan sehingga kulit tidak tampak mengilap.

    Kulit normal hanya memiliki sedikit masalah kulit atau kadang tidak ada sama sekali. Kulit tidak tampak kusam, memiliki persebaran warna yang merata, dan pori-pori yang tidak terlalu besar. Tipe kulit ini juga tidak mudah mengalami iritasi.

    Selain itu, tipe kulit wajah ini biasanya jarang mengalami masalah kulit, seperti komedo atau jerawat. Perawatan untuk kulit normal juga cenderung lebih mudah. 

    2. Kulit berminyak

    Kulit berminyak disebabkan oleh produksi sebum yang tinggi. Sebum adalah minyak alami yang berfungsi melindungi dan menjaga kelembutan kulit. 

    Kulit berminyak bisa semakin parah akibat perubahan hormon, pertambahan usia, dan lain-lain. Pemilik kulit dengan tipe berminyak biasanya bermasalah dengan pori-pori besar, jerawat, dan komedo. 

    Mengutip American Academy Dermatology Association, seseorang dengan kulit berminyak umumnya memiliki kulit yang tebal dan lebih sedikit keriput. 

    Pemilik kulit berminyak disarankan untuk mencuci muka dua kali sehari, menghindari pembersih scrub, dan memilih produk perawatan kulit berlabel nonkomedogenik.

    3. Kulit kering

    Kulit kering biasanya disebabkan oleh faktor luar seperti udara yang kering, kebiasaan mandi terlalu lama, dan paparan bahan kimia pada produk pembersih kulit. 

    Jenis kulit ini juga bisa dimiliki oleh orang yang mengalami perubahan hormon atau mulai menua. 

    Ciri khas dari kulit kering adalah pori-pori yang kecil, adanya bercak kemerahan, dan penampilan kulit yang cenderung kusam. 

    Kulit yang sangat kering dapat menjadi kasar, pecah-pecah, serta mudah gatal dan teriritasi. Kulit kering yang tidak terawat dapat mengalami peradangan dan bahkan berkembang menjadi eksim.

    4. Kulit kombinasi

    merek essence terbaik

    Kulit kombinasi adalah perpaduan dari beberapa tipe kulit dan merupakan tipe kulit yang paling umum. 

    Ciri khasnya adalah area tertentu pada kulit terasa berminyak, sedangkan area yang lain justru normal, kering, atau bahkan sensitif.

    Bagian kulit yang biasanya berminyak adalah T-Zone yang terdiri dari dahi, hidung, dan dagu. Sementara itu, area kulit yang kering adalah di sekitar mata dan mulut. 

    Pipi bisa kering ataupun berminyak, tergantung seberapa banyak produksi sebum. Pemilik kulit kombinasi juga menghadapi masalah yang sama dengan kulit berminyak, yakni pori-pori wajah besar, komedo, dan kulit yang tampak mengilap. 

    5. Kulit sensitif

    Kulit sensitif berbeda dengan keempat jenis kulit lainnya. Kulit sensitif pada dasarnya adalah kulit yang mudah mengalami iritasi. 

    Pemilik kulit sensitif bisa saja mempunyai kulit yang normal, berminyak, kering, maupun kombinasi. Jenis kulit ini mudah terserang gatal, terbakar matahari, dan pecah-pecah. 

    Kulit sensitif juga lebih sering mengalami ruam, kemerahan, dan terkena reaksi alergi akibat kosmetik. Terkadang, juga tampak bercak dan pembuluh darah pada permukaan kulit.

    Ada banyak faktor yang dapat memicu masalah pada kulit sensitif, tapi yang paling umum adalah produk skincare yang tidak sesuai.

    Apakah jenis kulit bisa berubah?

    Ya, jenis kulit dapat berubah seiring berjalanya waktu. Kebanyakan orang pada masa remaja memiliki kulit yang berminyak dan rentan berjerawat karena terjadi perubahan hormon. Namun, seiring bertambahnya usia, minyak alami kulit perlahan menghilang dan kulit jadi lebih kering. 

    Cara mengetahui tipe kulit

    Cara paling mudah untuk mengetahui tipe kulit adalah dengan memperhatikan ciri-cirinya. Amati seberapa lembut, kenyal, dan lentur kulit Anda untuk mengetahui apakah kelembapannya sudah cukup.

    Seseorang dengan kulit berminyak umumnya memiliki ciri kulit mengkilap dan kenyal. Sebaliknya, kulit kering memiliki tekstur kulit yang cenderung kasar.

    Selain itu, perhatikan pula seberapa sensitif kulit Anda terhadap perubahan cuaca, udara kering, serta paparan air hangat dan dingin. 

    Bila kulit Anda bereaksi terhadap perubahan kecil sekalipun, ada kemungkinan kulit Anda kering atau sensitif.

    Anda juga dapat melakukan tes untuk mengetahui jenis kulit, seperti menggunakan kertas minyak, tape, tisu, atau dengan mencubit kulit guna mengetahui tingkat kekenyalan kulit.

    Mengenali tipe kulit berperan penting sebagai pedoman menjaga kesehatan kulit. Ini disebabkan karena perawatan kulit yang tidak sesuai justru dapat mengakibatkan breakout, iritasi kulit, atau bahkan penuaan dini.

    Jadi, perhatikanlah seperti apa warna, tekstur, dan kelembapan kulit Anda sebelum Anda membeli produk apa pun. Dengan begitu, kulit Anda akan mendapatkan nutrisi dan manfaat yang sesuai dengan jenisnya.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 13/11/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan