Definisi

Apa itu cardiac arrest (henti jantung)?

Cardiac arrest atau henti jantung adalah kondisi di mana detak jantung berhenti secara tiba-tiba. Cardiac arrest merupakan masalah kesehatan yang sangat serius, dan dikenal juga dengan sudden cardiac.

Jantung memiliki sistem elektrik internal yang mengendalikan ritme detak jantung. Beberapa masalah dapat menyebabkan ritme jantung yang abnormal, disebut dengan aritmia. Selama aritmia, jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau berhenti berdetak. Sudden cardiac arrest (SCA) muncul saat jantung mengalami aritmia yang menyebabkan berhentinya jantung. Kondisi jantung yang serius ini disebabkan oleh penyumbatan yang menghentikan aliran darah ke jantung. Serangan jantung (atau infark miokardium) merupakan matinya jaringan otot jantung akibat hilangnya asupan darah, di mana cardiac arrest disebabkan malfungsi sistem elektrik jantung. Pada cardiac arrest, kematian terjadi apabila jantung berhenti bekerja dengan tiba-tiba. Namun, serangan jantung kadang dapat memicu gangguan elektrik yang menyebabkan cardiac arrest tiba-tiba.

Kondisi ini dapat menyebabkan kematian atau disabilitas. Saat jantung berhenti, kurangnya darah dengan oksigen dapat menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Kematian atau kerusakan otak permanen dapat terjadi dalam 4-6 menit. Waktu sangatlah kritis saat Anda membantu orang yang tidak sadar dan tidak bernapas. Jika Anda atau orang lain mengalami gejala cardiac arrest, segera cari bantuan medis darurat.

Seberapa umumkah cardiac arrest (henti jantung)?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Cardiac arrest dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cardiac arrest (henti jantung)?

Ciri dan gejala henti jantung adalah:

  • Pingsan secara tiba-tiba
  • Tidak ada denyut jantung
  • Tidak ada pernapasan
  • Kehilangan kesadaran
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Sesak napas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada yang berulang dengan sering
  • Palpitasi jantung
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Wheezing atau sesak napas tanpa alasan yang jelas
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Pusing

Penyebab

Apa penyebab cardiac arrest (henti jantung)?

Beberapa faktor dapat menyebabkan sudden cardiac arrest. Faktor paling umum adalah fibrilasi ventrikel dan atrium.

Jantung Anda memiliki 4 ruang; dua ruang di bawah adalah ventrikel dan dua yang di atas adalah atrium. Pada fibrilasi ventrikel, ruang tersebut bergetar dengan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan ritme jantung berubah secara dramatis. Ventrikel mulai memompa dengan tidak efisien, mengurangi jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, peredaran darah berhenti sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan kematian.

Pada fibrilasi ventrikel, kelenjar sinoatrial (SA) tidak mengirimkan impuls elektrik yang tepat. Kelenjar SA terletak pada ruang kanan, dan berfungsi untuk mengatur seberapa cepat jantung memompa darah. Apabila impuls elektrik masuk ke fibrilasi atrium, ventrikel tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan efisien.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cardiac arrest (henti jantung)?

Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami henti jantung, yaitu:

  • Riwayat keluarga terhadap penyakit arteri koroner
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolestrol darah tinggi
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Gaya hidup yang tidak aktif
  • Minum terlalu banyak alkohol (lebih dari 2 minuman sehari)

Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko sudden cardiac arrest meliputi:

  • Episode sebelumnya terhadap cardiac arrest atau sejarah keluarga terhadap cardiac arrest
  • Serangan jantung sebelumnya
  • Sejarah personal atau keluarga terhadap jenis lain dari penyakit jantung, seperti gangguan ritme jantung, cacat jantung kongentital, gagal jantung dan cardiomyopathy
  • Usia. Di atas 45 tahun untuk pria, di atas 55 untuk wanita
  • Pria
  • Menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain atau amfetamin
  • Ketidak seimbangan gizi, seperti kadar kalium atau magnesium yang rendah

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cardiac arrest (henti jantung) didiagnosis?

Dokter kemungkinan akan melakukan tes yang disebut electrocardiogram untuk mengidentifikasi jenis ritme abnormal yang dialami jantung Anda. Untuk mengatasi kondisi, dokter akan menggunakan defibrillator untuk mengejutkan jantung Anda. Kejutan elektrik seringkali dapat mengembalikan detak jantung yang normal.

Tes lainnya juga dapat digunakan setelah Anda mengalami kejadian terhadap jantung Anda:

  • Tes darah dapat dilakukan untuk melihat tanda-tanda serangan jantung, serta mengukur kadar kalium dan magnesium
  • X-ray dada dapat melihat tanda-tanda lain dari penyakit jantung
  • Echocardiogram dapat membantu mengidentifikasi apakah area pada jantung rusak akibat serangan jantung dan tidak memompa dengan normal atau berada pada kapasitas maksimal (ejection fraction) atau apakah terdapat kelainan pada valvular
  • Nuclear scan. Tes ini, biasanya dilakukan bersamaan dengan tes stress, membantu mengidentifikasi masalah aliran darah ke jantung

Apa saja pengobatan untuk cardiac arrest (henti jantung)?

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru dan defibrilasi adalah salah satu cara penanganan untuk situasi darurat.

Jika Anda berhasil melalui cardiac arrest, dokter dapat memulai perawatan untuk mengurangi risiko serangan lainnya.

  • Obat-obatan dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolestrol
  • Operasi dapat memperbaiki pembuluh darah atau katup jantung yang rusak. Operasi juga dapat bypass atau mengangkat penyumbatan pada arteri
  • Olahraga dapat meningkatkan kebugaran jantung
  • Perubahan pola makan dapat mengurangi kolestrol.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cardiac arrest (henti jantung)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah henti jantung:

  • Jangan merokok
  • Kurangi konsumsi alkohol tidak lebih dari 1-2 minuman sehari
  • Miliki pola makan bergizi dan seimbang
  • Aktif secara fisik.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Mei 5, 2017 | Terakhir Diedit: Mei 5, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan