Yuk, Mengenal Anatomi Paru Lebih Dalam Lagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Paru-paru adalah organ yang bertugas untuk mengolah udara yang masuk dan memisahkan oksigen dengan karbon dioksida. Organ ini terdiri dari dua pasang yang masing-masing bagiannya punya ciri yang berbeda. Penasaran dengan fungsi dan apa saja bagian dari paru-paru? Yuk, mengenal lebih jauh tentang anatomi paru manusia ini.

Apa saja anatomi paru-paru dan fungsinya?

Pada dasarnya, paru-paru kanan dan kiri punya ciri yang berbeda. Paru-paru kiri orang dewasa memiliki berat sekitar 325-550 gram. Sementara itu, paru-paru kanan punya bobot sekitar 375-600 gram. 

Masing-masing paru dibagi menjadi beberapa bagian, yang disebut dengan lobus, yaitu:

  • Paru-paru kiri terdiri atas dua lobus. Jantung berada dalam alur (takik jantung) yang terletak di lobus bawah. 
  • Paru-paru kanan memiliki tiga lobus. Itu sebabnya, paru-paru kanan punya ukuran dan berat yang lebih besar dibandingkan dengan paru-paru bagian kiri.

Paru-paru dipisahkan oleh area yang disebut dengan mediastinum. Area ini berisi jantung, trakea, esofagus, dan kelenjar getah bening. Paru-paru ditutupi oleh selaput pelindung yang dikenal sebagai pleura dan dipisahkan dari rongga perut oleh diafragma otot. 

Untuk mengetahui anatomi paru yang lebih lengkap, Anda dapat melihat gambar berikut ini.

Anatomi paru | Sumber: Discovery Lifesmap

Dirangkum dari Canadian Cancer Society, berikut adalah penjelasan lengkap tentang anatomi paru-paru:

1. Pleura

Anatomi paru pertama yang akan kita bahas adalah pleura. Pleura adalah membran (selaput) tipis berlapis ganda yang melapisi paru-paru. 

Lapisan ini mengeluarkan cairan (pleural fluid) yang disebut dengan cairan serous. Fungsinya untuk melumasi bagian dalam rongga paru agar tidak mengiritasi paru saat mengembang dan berkontraksi saat bernapas.

Pleura terdiri dari dua lapisan, yaitu:

  • Pleura dalam (visceral), yaitu lapisan di sebelah paru-paru
  • Pleura luar (parietal), yaitu lapisan yang melapisi dinding dada

Sementara itu, area yang terdapat di antara dua lapisan tersebut bernama rongga pleura.

Beberapa jenis penyakit di bawah ini dapat muncul ketika pleura bermasalah:

2. Bronkus (Bronchi)

Bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan (trakea) sebelum paru-paru. Bronkus merupakan saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus.

Selain sebagai jalur masuk dan keluarnya udara, bronkus juga berfungsi mencegah infeksi. Hal ini dikarenakan bronkus dilapisi oleh berbagai jenis sel, termasuk sel yang bersilia (berambut) dan berlendir. Sel-sel inilah yang nantinya menjebak bakteri pembawa penyakit untuk tidak masuk ke dalam paru-paru.

Jika bronkus bermasalah, penyakit di bawah ini dapat menyerang Anda:

3. Bronkiolus (Bronchioles)

Setiap bronkus utama membelah atau bercabang menjadi bronkus yang lebih kecil (memiliki kelenjar kecil dan tulang rawan di dindingnya). Bronkus yang lebih kecil ini akhirnya membelah menjadi tabung yang lebih kecil lagi, yang disebut bronkiolus. 

Bronkiolus adalah cabang terkecil dari bronkus yang tidak memiliki kelenjar atau tulang rawan. Bronkiolus berfungsi menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli.

Selain itu bronkiolus juga berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar saat proses bernapas berlangsung.

Jika bagian paru-paru ini bermasalah, Anda dapat mengalami penyakit di bawah ini:

4. Alveoli

Bagian dari anatomi paru yang satu ini merupakan kelompok terkecil yang disebut kantung alveolus di ujung bronkiolus. Setiap alveoli adalah rongga berbentuk cekung yang dikelilingi oleh banyak kapiler kecil.

Paru-paru menghasilkan campuran lemak dan protein yang disebut dengan surfaktan paru-paru. Campuran lemak dan protein ini melapisi permukaan alveoli dan membuatnya lebih mudah untuk mengembang dan mengempis pada setiap tarikan napas. 

Alveoli (alveolus) berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Alveoli kemudian menyerap oksigen dari udara yang dibawa oleh bronkiolus dan mengalirkannya ke dalam darah.

Setelah itu, karbon dioksida yang merupakan produk limbah dari sel-sel tubuh mengalir dari darah ke alveoli untuk diembuskan keluar. Pertukaran gas ini terjadi melalui dinding alveoli dan kapiler yang sangat tipis.

Jika alveolus bermasalah, penyakit-penyakit di bawah ini dapat mengintai Anda:

  • Edema paru kardiogenik dan non-kardiogenik
  • Perdarahan paru, biasanya karena vaskulitis (misalnya Churge-Strauss)
  • Pneumonia
  • Protienosis alveolar dan amiloidosis
  • Karsinoma bronchoalveolar
  • Mikrolitiasis alveolar

Bagaimana cara kerja paru-paru?

sistem pernapasan manusia

Paru-paru dan sistem pernapasan Anda memungkinkan oksigen di udara masuk ke dalam tubuh dan membiarkan tubuh membuang karbondioksida di udara dengan mengembuskannya ke luar. 

Dalam pernapasan, diafragma Anda bergerak ke atas dan otot dinding dada Anda mengendur. Ini menyebabkan rongga dada mengecil dan mendorong udara keluar dari sistem pernapasan melalui hidung atau mulut. 

Selanjutnya, paru-paru dan sistem pernapasan Anda akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Setiap kali menghirup napas, udara memenuhi sebagian besar dari jutaan alveoli
  • Oksigen bergerak dari alveoli ke darah melalui kapiler (pembuluh darah kecil) yang melapisi dinding alveoli
  • Oksigen diambil oleh hemoglobin dalam sel darah merah
  • Darah kaya oksigen ini mengalir kembali ke jantung, yang memompanya melalui arteri ke jaringan, kemudian ke seluruh tubuh
  • Dalam kapiler kecil jaringan tubuh, oksigen dari hemoglobin bergerak ke dalam sel
  • Karbon dioksida bergerak ke luar dari sel ke dalam kapiler
  • Darah kaya karbon dioksida kembali ke jantung melalui vena
  • Dari jantung, darah ini dipompa ke paru-paru, di mana karbon dioksida masuk ke alveoli untuk diembuskan ke luar tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Olahraga Terbaik Buat Anda yang Punya Napas Pendek

Memiliki napas pendek bukan berarti Anda tidak bisa beraktivitas fisik. Simak beberapa jenis olahraga ini agar kondisi pernapasan Anda justru semakin baik

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Teknik Latihan Pernapasan untuk Meningkatkan Fungsi Paru-Paru

Terdapat beragam teknik latihan pernapasan ini agar kapasitas paru-paru Anda semakin baik dan tidak mudah ngos-ngosan. Tidak sulit, kok. Ini panduannya!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 2 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

Berapa Lama Kita Bisa Menahan Napas? Simak 3 Fakta Tentang Paru-paru Manusia

Anda mungkin bisa menahan napas selama satu menit, tapi apakah paru-paru kita sebenarnya bisa menahan napas lebih lama? Simak fakta lain seputar paru-paru.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Mei 2017 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
vitamin sehat untuk pernapasan

4 Daftar Vitamin yang Membantu Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2019 . Waktu baca 4 menit
sistem pernapasan manusia

Mengenal Organ dan Cara Kerja Sistem Pernapasan Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Mei 2019 . Waktu baca 8 menit
sistem ekskresi

Berkenalan Dengan 5 Organ Tubuh yang Mendukung Sistem Ekskresi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit