Serba-Serbi Kateterisasi Jantung, Tes untuk Memeriksa Kondisi Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Nyeri dada disertai sesak napas menjadi gejala penyakit jantung yang khas. Meski begitu, seseorang yang mengalami gejala tersebut tetap harus menjalani tes kesehatan untuk mendapatkan diagnosis tepat mengenai penyakit jantung (kardiovaskuler) yang dimiliki. Salah satu tes kesehatan yang harus dijalani adalah kateterisasi jantung. Seperti apa tes kesehatan ini? Yuk, baca lebih lanjut fungsi hingga risiko yang mungkin terjadi dari prosedur medis ini.

Apa itu prosedur kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung adalah prosedur untuk melihat kondisi kesehatan jantung Anda. Lebih jelasnya, tes kesehatan ini berfungsi memeriksa aliran darah di arteri koroner, tekanan darah di bilik jantung, mengetahui seberapa baik katup jantung bekerja, dan memeriksa masalah pada dinding jantung.

Pada anak-anak, tes ini dilakukan untuk memeriksa masalah jantung muncul sejak lahir (cacat jantung bawaan).

Prosedur ini perlu dilakukan mengingat beberapa jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan fungsi atau struktur jantung, biasanya tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun. Dengan prosedur ini, maka gambaran pembuluh darah arteri dan organ jantung akan terlihat lebih jelas.

Mengapa kateterisasi jantung perlu dilakukan?

Biasanya, tes untuk jantung ini dianjurkan bagi orang yang memiliki risiko tinggi terserang penyakit kardiovaskuler. Tes ini juga menjadi salah satu metode pemeriksaan yang akan memudahkan dokter untuk mengevaluasi keadaan jantung dengan lebih mendetail.

Menurut Cleveland Clinic, tujuan dokter ingin Anda melakukan kateterisasi jantung, antara lain:

Seperti apa proses kateterisasi jantung?

Berikut informasi lengkap terkait dengan proses katerisasi jantung:

Persiapan sebelum prosedur dilakukan

Apabila Anda disarankan untuk menjalani tes untuk jantung ini, maka berikut adalah hal yang harus disiapkan sebelum prosedur dilakukan:

  • Anda harus melakukan beberapa pemeriksaan medis lebih dahulu, seperti rontgen bagian dada, pemeriksaan darah, mengecek ritme jantung dengan elektrokardiogram, dan memeriksa urine di laboratorium.
  • Anda akan diberi tahu oleh tim medis apa saja yang boleh dimakan atau diminum selama 24 jam sebelum prosedur dilakukan.
  • Biasanya, Anda diminta untuk puasa sekitar 6-13 jam sebelum prosedur dilakukan.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, diskusikan hal tersebut oleh dokter Anda. dokter akan menentukan apakah obat tersebut boleh tetap diminum atau tidak meskipun Anda sedang puasa.
  • Beri tahu tim medis bila Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  • Sesaat sebelum prosedur dilaksanakan, copot semua perhiasan dan aksesoris yang Anda gunakan. Bahkan, Anda harus menghapus kutek dari jari Anda, bila sedang menggunakannya.
  • Pastikan jika kantung kemih Anda sudah kosong sebelum tes dilakukan. Jadi, jangan lupa untuk buang air kecil terlebih dahulu.

Proses kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung menggunakan kateter, yakni selang yang tipis dan fleksibel, yang kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Dokter akan membuat lubang kecil pada salah satu bagian tertentu di tubuh Anda, seperti pergelangan tangan, leher, atau dada.

Kemudian alat kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Saat alat sudah ada di dalam pembuluh darah, dokter akan menyuntikan zat kontras yang akan ikut dalam aliran darah. Selanjutnya, tim medis memonitor  perjalanan zat tersebut dengan menggunakan monitor.

Dari prosedur kateterisasi jantung, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah serta jantung Anda secara langsung. Durasi yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan medis ini adalah sekitar 30 menit, tetapi waktu tersebut tidak termasuk dengan waktu pemulihan Anda.

Selama proses itu berlangsung, Anda dalam keadaan sadar. Namun jangan khawatir, sebab dokter akan memberikan obat sedatif untuk membuat Anda rileks dan bius lokal pada bagian tubuh yang akan dimasukkan kateter.

Prosedur untuk jantung ini juga dilakukan sebagai bagian prosedur medis untuk mengobati penyakit kardiovaskuler. Prosedur lanjutan yang akan dilakukan, meliputi:

  • Angioplasti dengan atau tanpa penempatan stent (ring jantung) (sebuah ring untuk menyangga pembuluh darah agar tidak menyempit).
  • Penutupan lubang di jantung dan mengobati cacat bawaan.
  • Memperbaiki atau mengganti katup jantung.
  • Pengobatan jantung aritmia dengan ablasi jantung.
  • Menutup bagian tertentu di jantung untuk mencegah pembekuan darah.

Perawatan lanjutan setelah prosedur dilakukan

Setelah kateterisasi jantung dilakukan, Anda akan dibawa ke ruang observasi.  Tenaga medis akan memonitor jantung, tekanan darah, dan suhu dan memeriksa tanda-tanda perdarahan di lokasi kateter disisipkan secara berkala.

Denyut nadi, warna, dan suhu lengan atau kaki tempat kateter dimasukkan juga akan diperiksa secara berkala. Anda mungkin akan diberi obat penghilang rasa sakit.

Jika kateter dimasukkan di pangkal paha, Anda mungkin harus berbaring di tempat tidur tanpa menekuk kaki selama beberapa jam (sekitar 1 sampai 4 jam). Lama durasinya bergantung pada prosedur yang dilakukan dan kondisi kesehatan Anda.

Setelah itu, Anda boleh kembali bergerak bebas. Jika kateter dimasukkan di lengan Anda, Anda dibolehkan duduk dan beranjak dari tempat tidur segera. Namun, Anda harus tetap menjaga lengan untuk tidak menekuk selama beberapa jam.

Anak-anak yang melakukan kateterisasi jantung harus dipantau oleh orang tuanya untuk menjaga mereka supaya tidak menggerakkan kaki atau lengannya selama prosedur berjalan.

Anda harus minum banyak cairan beberapa jam setelah tes untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan membantu menetralkan tubuh Anda. Anda mungkin boleh pulang setelah dilakukan pengamatan sekitar 6 jam atau pada hari berikutnya, tergantung hasil tes Anda.

Jika ada jahitan di lengan Anda, bekas jahitan tersebut akan hilang dalam 5 sampai 7 hari. Jangan melakukan olahraga dan mengangkat sesuatu yang berat sampai dokter mengizinkan.

Jika Anda sedang menyusui dan memiliki angiogram tempat cairan pewarna disuntikkan, jangan menyusui bayi Anda selama 2 hari setelah tes ini.

Selama waktu tersebut, Anda dapat memberikan ASI yang telah Anda siapkan stocknya sebelumnya untuk bayi atau susu formula. Anda dianjurkan untuk membuang ASI yang Anda pompa selama 2 hari setelah tes dilakukan.

Apa risiko dari prosedur kateterisasi jantung?

Prosedur medis untuk jantung ini sangat aman dilakukan. Namun, tetap saja semua tindakan medis pasti memiliki risikonya masing-masing.

Berikut adalah risiko yang mungkin terjadi saat menjalani kateterisasi jantung dilakukan:

  • Terjadi perdarahan pada saat prosedur.
  • Muncul reaksi alergi akibat obat atau alat kateter yang digunakan.
  • Mengalami detak jantung yang tidak teratur (biasanya hanya sementara).
  • Infeksi pada kateter yang dipasang.
  • Mengalami nyeri dada.

Sedangkan, beberapa efek samping  yang mungkin saja muncul adalah:

  • Tiba-tiba terjadi penyumbatan pada pembuluh arteri.
  • Penumpukan cairan antara jantung dan lapisan luarnya.
  • Stroke.
  • Gangguan fungsi ginjal.

Dokter akan membuat perencanaan matang secara menyeluruh, mulai dari persiapan hingga perawatan lanjutan untuk menghindari risiko maupun efek samping yang mengganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Kelainan atau penyakit katup jantung bisa terjadi karena bawaan dari lahir dan bisa terdeteksi pada bayi. Apa penjelasannya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 1 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit