Aterosklerosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah penyakit yang muncul saat plak (timbunan lemak) menyumbat arteri Anda. Plak terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lainnya yang ditemukan dalam darah.

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah yang kaya oksigen ke jantung dan bagian tubuh lainnya. Saat plak berkembang, salah satu jenis arteri akan kena imbasnya. 

Seiring waktu, plak dapat memblokir sebagian atau keseluruhan aliran darah melalui arteri berukuran besar dan sedang di jantung, otot, panggul, kaki, lengan, atau ginjal. Jika sudah begini, kondisi tersebut dapat memicu berbagai kondisi lain, yaitu:

  • Penyakit jantung koroner (plak di arteri atau mengarah ke jantung)
  • Angina (nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung)
  • Penyakit arteri karotis (plak di arteri leher yang memasok darah ke otak)
  • Peripheral artery disease atau PAD (plak di arteri ekstremitas, terutama kaki)
  • Penyakit ginjal kronis

Seberapa umumkah aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah masalah yang cukup umum yang terkait dengan penuaan. Seiring bertambahnya usia, risiko Anda untuk terkena aterosklerosis meningkat. 

Faktor genetik atau gaya hidup menyebabkan plak  menumpuk dalam pembuluh darah seiring Anda beranjak tua. Pada saat Anda telah setengah baya atau lebih, cukup plak telah menumpuk untuk menyebabkan tanda-tanda atau gejala. 

Pada pria, risikonya meningkat setelah usia 45 tahun. Pada wanita, risikonya meningkat setelah usia 55 tahun. 

Namun, hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala aterosklerosis?

Aterosklerosis tidak terjadi dengan segera, melainkan secara bertahap. Aterosklerosis ringan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Umumnya, Anda tidak akan menunjukkan gejala aterosklerosis sebelum arteri begitu menyempit atau tersumbat sehingga tidak dapat menyediakan cukup darah untuk organ dan jaringan. Terkadang, gumpalan darah sepenuhnya memblokir aliran darah, atau bahkan memecahkannya dan dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Dari moderat hingga berat bergantung pada arteri yang terkena, gejala aterosklerosis adalah:

  • Nyeri dada

Jika Anda terkena aterosklerosis pada arteri jantung, Anda bisa menunjukkan gejala, seperti nyeri atau tekanan di dada (angina).

  • Mati rasa

Jika Anda terkena aterosklerosis pada arteri yang menuju otak, Anda bisa menunjukkan tanda-tanda dan gejala seperti mati rasa mendadak atau kelemahan di lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau bicara cadel, kehilangan penglihatan di satu mata secara temporer, atau terkulainya otot di wajah.

Ini merupakan tanda-tanda serangan iskemik sesaat (TIA), yang jika tidak diobati, dapat berkembang menjadi stroke.

  • Nyeri ketika berjalan

Jika Anda terkena aterosklerosis di arteri lengan dan kaki, Anda bisa menunjukkan gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri kaki ketika berjalan (klaudikasio).

  • Tekanan darah tinggi

Jika Anda terkena aterosklerosis di arteri yang menuju ginjal, Anda akan mengalami tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat menghentikan memburuknya aterosklerosis dan mencegah serangan jantung, stroke, atau kondisi darurat medis lainnya, jadi periksakan ke dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. 

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah penyakit yang berkembang dengan lambat dan bertahap. Penyakit ini biasanya mulai muncul pada masa anak-anak. 

Pada sebagian orang, penyakit tersebut berkembang pesat pada usia 30-an. Beberapa kasus menunjukkan penyakit itu tidak berbahaya hingga usia mereka mencapai 50 sampai 60 tahun. 

Penumpukan plak dan pengerasan arteri membatasi aliran darah di arteri, mencegah organ dan jaringan untuk mendapatkan darah penuh oksigen yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Bagaimana kondisi ini mulai atau penyebab tepatnya masih belum diketahui, tapi beberapa teori telah digunakan untuk menjelaskannya. Menurut American Heart Association,  banyak ilmuwan percaya bahwa kondisi ini muncul ketika lapisan dalam arteri (disebut endotelium) rusak.

Penyebab umum aterosklerosis adalah:

Kolesterol tinggi

Kolesterol adalah zat lunak kuning yang ditemukan secara alami dalam tubuh dan juga dalam makanan tertentu yang Anda makan. Zat ini dapat meningkat dalam darah dan menyumbat arteri, menjadi plak keras yang membatasi atau memblokir sirkulasi darah ke jantung dan organ lainnya.

Lemak

Makan makanan yang tinggi lemak juga dapat menyebabkan penumpukan plak.

Penuaan

Seiring bertambahnya usia, jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa dan menerima darah. Arteri dapat melemah dan menjadi kurang elastis, sehingga menjadi rentan terhadap penumpukan plak.

Penyebab umum lain aterosklerosis adalah:

  • Merokok dan sumber tembakau lainnya
  • Resistensi insulin, obesitas atau diabetes
  • Peradangan karena penyakit, seperti radang sendi, lupus atau infeksi, atau peradangan tanpa diketahui penyebabnya.

Merokok memiliki peranan besar dalam pertumbuhan aterosklerosis di arteri koroner, aorta, dan arteri di kaki. Merokok memungkinkan timbunan lemak lebih mudah terbentuk dan tumbuh lebih besar dan cepat. 

Apa yang meningkatkan risiko aterosklerosis?

Ada banyak faktor yang dapat menempatkan Anda pada risiko aterosklerosis. Beberapa risiko dapat dicegah, sementara yang lainnya tidak.

Riwayat keluarga

Jika aterosklerosis terdapat dalam keluarga, Anda bisa jadi berisiko terhadap pengerasan arteri. Kondisi ini, dan masalah terkait jantung lainnya, dapat diwariskan.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dengan membuatnya lemah di daerah tertentu. Kolesterol dan zat lainnya dalam darah dapat mengurangi fleksibilitas arteri dari waktu ke waktu.

Kadar protein CRP tinggi

Menurut U.S National Heart, Lung, and Blood Institute, ilmuwan mengembangkan penelitian lanjutan untuk mencari faktor risiko lain dari aterosklerosis. 

Tingginya kadar protein yang disebut dengan C-reactive protein (CRP) dalam darah dapat meningkatkan risiko kondisi tersebut dan serangan jantung. Tingginya kadar CRP adalah tanda peradangan pada tubuh. 

Peradangan adalah respon tubuh terhadap cedera atau infeksi. Kerusakan dinding bagian dalam arteri tampaknya dapat memicu peradangan dan pertumbuhan plak. 

Orang yang memiliki kadar CRP rendah dapat mengembangkan aterosklerosis pada tingkat yang lebih lambat daripada orang dengan kadar CRP tinggi. Penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui apakah mengurangi kadar CRP juga dapat mengurangi risiko aterosklerosis. 

Kadar lemak trigliserida

Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah juga dapat meningkatkan risiko kondisi tersebut, terutama pada wanita. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak. 

Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan yang menyebabkan satu atau lebih jeda napas atau napas pendek saat Anda tidur. Sleep apnea yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan bahkan serangan jantung atau stroke. 

Stres

Penelitian menunjukkan bahwa pemicu yang paling umum dilaporkan untuk serangan jantung adalah peristiwa yang secara emosional mengecewakan, terutama yang melibatkan kemarahan. 

Konsumsi alkohol

Minum alkohol secara berlebihan dapat merusak otot jantung dan memperburuk faktor risiko lain dari aterosklerosis. Pria seharusnya tidak minum lebih dari dua minuman yang mengandung alkohol dalam sehari. 

Sementara itu, wanita seharusnya tidak minum lebih dari satu minuman yang mengandung alkohol dalam sehari. 

Faktor risiko lain aterosklerosis adalah:

  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Riwayat keluarga akan penyakit jantung dini
  • Kurang berolahraga
  • Diet tidak sehat

Diagnosis

Bagaimana aterosklerosis didiagnosis?

Selama pemeriksaan fisik, dokter dapat menemukan tanda-tanda penyempitan, pembesaran atau pengerasan arteri, termasuk:

  • Denyut nadi yang tidak terasa atau lemah pada daerah yang terdapat penyempitan arteri
  • Penurunan tekanan darah di tungkai yang terkena
  • Bunyi desingan (bruit) pada arteri yang terdengar dengan menggunakan stetoskop

Tergantung pada hasil pemeriksaan fisik, dokter dapat menyarankan satu tes diagnosis atau lebih, termasuk:

Tes darah

Tes lab dapat mendeteksi kadar kolesterol dan gula darah yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis. Anda harus puasa dan hanya minum air putih selama 9 sampai 12 jam sebelum tes darah.

USG Doppler

Dokter dapat menggunakan perangkat USG (USG Doppler) untuk mengukur tekanan darah di berbagai titik sepanjang lengan atau kaki Anda. Pengukuran ini dapat membantu dokter mengukur setiap pemblokiran serta laju aliran darah di arteri.

Angkle-brachial index

Tes ini dapat menunjukkan jika Anda terkena aterosklerosis di arteri tungkai dan telapak kaki. Dokter dapat membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan Anda. 

Ini disebut ankle-brachial index. Perbedaan abnormal dapat mengindikasikan penyakit pembuluh darah perifer yang biasanya disebabkan oleh aterosklerosis.

Elektrokardiogram (ECG)

ECG seringkali dapat menunjukkan bukti pernah terjadinya serangan jantung. Jika tanda-tanda dan gejala yang Anda rasakan paling sering terjadi selama Anda berolahraga, dokter dapat meminta Anda untuk berjalan di atas treadmill atau bersepeda selama ECG.

Tingkat stres

Tes stres, juga disebut tes stres treadmill, digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai seberapa baik jantung Anda bekerja selama aktivitas fisik. 

Oleh karena olahraga membuat jantung memompa lebih keras dan cepat daripada ketika mengerjakan kebanyakan aktivitas harian, tes stress treadmill dapat menunjukkan masalah pada jantung yang bisa saja tidak terdeteksi dengan cara lain. 

Tes stress biasanya terdiri dari berjalan di atas treadmill atau bersepeda statis sementara irama jantung, tekanan darah dan pernapasan dimonitor.

Katerisasi jantung dan angiogram

Tes ini dapat menunjukan apakah arteri koroner Anda menyempit atau menyumbat. Pewarna cair diinjeksikan ke dalam arteri jantung melalui selang panjang dan tipis (kateter) yang dimasukkan lewat satu arteri, biasanya di kaki, ke arteri di jantung. 

Seiring pewarna tersebut memenuhi arteri, arteri menjadi tampak dalam X-ray, menunjukkan daerah penyumbatan.

Tes pencitraan lainnya

Dokter dapat menggunakan ultrasound, computerized tomography (CT) scan atau magnetic resonance angiography (MRA) untuk mempelajari arteri Anda. Tes-tes ini seringkali dapat menunjukkan pengerasan dan penyempitan arteri besar, serta aneurisma dan deposit kalsium di dinding arteri.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk aterosklerosis?

Pengobatan mencakup mengubah gaya hidup Anda saat ini ke gaya hidup yang membatasi jumlah lemak dan kolesterol yang Anda konsumsi. 

Tujuan dalam pengobatan ini adalah:

  • Menurunkan risiko pembentukan gumpalan darah
  • Mencegah penyakit terkait aterosklerosis
  • Mengurangi faktor risiko dalam upaya memperlambat atau menghentikan penumpukan plak
  • Menghilangkan gejala

Anda perlu lebih banyak berolahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Perawatan medis untuk mengatasi aterosklerosis adalah:

Obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu mencegah memburuknya aterosklerosis. Obat-obatan ini termasuk:

  • Obat penurun kolesterol, termasuk statin dan turunan asam fibric
  • Obat anti-trombosis dan antikoagulan, seperti aspirin, untuk mencegah penggumpalan dan penyumbatan darah dalam arteri
  • Beta blocker atau calcium channel blocker untuk menurunkan tekanan darah
  • Diuretic atau pil air, untuk membantu menurunkan tekanan darah
  • Inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE), yang membantu mencegah penyempitan arteri

Operasi

Dalam sejumlah kasus, operasi diperlukan jika gejala sangat berat, atau jika otot atau jaringan kulit terancam. Kemungkinan operasi untuk mengobati aterosklerosis adalah:

  • Operasi bypass, yang meliputi penggunaan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya atau selang sintetis untuk membelokkan darah di sekitar arteri yang tersumbat atau menyempit
  • Terapi trombolitik, yang meliputi pelarutan gumpalan darah dengan menginjeksikan obat ke dalam arteri yang terkena
  • Angioplasty, yang meliputi penggunaan selang tipis dan fleksibel yang disebut kateter dan balon untuk memperluas arteri
  • Endarteretomi, yang meliputi operasi pengangkatan deposit lemak dari arteri
  • Aterektomi, yang meliputi pengangkatan plak dari arteri menggunakan kateter dengan ujung pisau tajam

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi aterosklerosis?

Pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengurangi risiko aterosklerosis, adalah:

  • Makan diet sehat yang rendah lemak jenuh dan kolesterol
  • Menghindari makanan berlemak
  • Menambahkan ikan ke dalam diet dua kali per minggu
  • Berolahraga selama 30 sampai 60 menit per hari, enam hari per minggu
  • Berhenti merokok jika Anda seorang perokok
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan ata obesitas
  • Mengatasi stress
  • Mengobati kondisi yang berkaitan dengan aterosklerosis, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Yang juga perlu Anda baca